Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
Ambigu.


Fatih menghentikan langkahnya saat hendak menghampiri Alexa, seorang pria melewati nya lalu duduk di samping Alexa tanpa sungkan.


Alexa menoleh pada seseorang yang tiba-tiba saja berada di samping nya, kenapa Denis ada di Canada!?


"Aku tidak suka melihat mu menangis ?!"


Ujar Denis membuat Alexa menyapu pipinya yang basah. Fatih membalikkan tubuhnya lalu duduk di kursi yang membelakangi kursi dimana Alexa duduk bersama pria itu.


"Aku tidak menangis !"


jawab Alexa lirih memalingkan wajahnya.


"sedang apa kamu di sini ?!"


Tanya Alexa tanpa menoleh ke arah Denis.


"memperhatikan seorang wanita yang tengah patah. aku tidak suka melihat nya berderai air mata. Kalau kau masih menangis maka aku akan menculik mu." jawab Denis membuat Alexa terperangah. Sementara Fatih diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


"Sudah lah jangan ganggu aku, lagi pula bukannya kamu kuliah di Amerika !?"


"Ya Amerika, Canada."


jawab Denise. Beberapa waktu ini ia selalu memperhatikan Alexa dari kejauhan, ia segan untuk menemui Alexa. Namun kali ini Denis memberanikan diri saat melihat Alexa menangis sendiri.


hingga sampai saat ini Denis masih mencintai Alexa, walaupun Alexa sudah mengganti kan posisi nya dengan Fatih. namun Denis tidak pernah berubah, ia tetap menjadi seorang yang dulu bersama dengan nya merajut cerita indah.


"Aku mau pulang...!"


Ucap Alexa lalu keduanya beranjak.


"Aku tidak suka melihat mu bersedih Alexa, aku melepas mu itu agar kamu bahagia dengan pilihan mu. Bukan seperti ini keadaan nya !"


cakap Denis membuat Alexa tertegun.


"Ayo pulang. salju turun semakin deras..."


Ajak Denis lalu keduanya melangkah bersama.


Alexa terperangah saat tangan seorang pria meraih tubuh nya yang tengah berjalan beriringan bersama Denis. Alexa menganga melihat siapa pria yang menggunakan jaket tebal dengan kacamata hitam nya.


"Bang Fatih...!"


lirih Alexa menatap wajah Fatih yang dingin tanpa ekspresi.


"Ibu menyuruh ku untuk menjemput mu !" ujar nya lalu mengajak Alexa menghampiri mobil.


Sedangkan Denis hanya diam sambil memperhatikan interaksi Alexa dengan seorang pria yang entah siapa Denis juga tidak tahu.


Ia memang belum tahu Fatih !


Alexa melepaskan rengkuhan tangan Fatih di pundak nya. keduanya saling bersitatap tanpa kata.


"Sebentar lagi akan ada badai, cepat masuk kita harus segera pulang."


cakap Fatih lalu membuka pintu mobil.


Alexa tidak menjawab lalu netra nya menoleh ke arah Denis yang berdiri di dekat gerbang memperhatikan mereka berdua.


"Masuk...!"


titah Fatih lalu Alexa masuk ke dalam mobil.


Alexa tidak menduga kalau Fatih datang menjemput nya, Apa keadaan nya sudah pulih pasca operasi pencakokan sum sum tulang belakang?


"ya kita langsung pulang ke rumah saja." jawab Fatih lalu menoleh ke arah Alexa yang memeluk erat tas nya.


"Siapa tadi ?!"


tanya Fatih membuat Alexa menoleh sedikit.


"Teman, kenapa ?"


Fatih tidak menjawab pertanyaan Alexa, ia memilih membuka ponsel nya. Alexa menghelat nafas berat lalu kembali fokus pada jalan.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah. Alexa tertegun sejenak lalu Fatih menarik tangan nya keluar dari mobil.


Terlihat Merina dan alfat juga sudah berada di rumah.


"Kalian sudah pulang ?" tanya Merina dan di anggukan oleh Alexa.


"Ya sudah kalian langsung ke kamar saja, ibu sudah menghidupkan penghangat." ujar Merina menoleh ke luar dan telah berlangsung badai salju hingga membuat keadaan begitu dingin.


Keduanya masuk ke dalam kamar seperti perintah Merina.


Baginya hal itu biasa terjadi, sebab Jerman juga memiliki musim di dingin bersalju.


Alexa berdiri mematung menatap Fatih yang langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Pria itu diam tanpa berkata membuat Alexa ambigu.


Fatih menoleh ke arah Alexa yang tidak bergeming. Tangan nya mengangkat lalu menyuruh Alexa untuk mendekati nya. Seharusnya ia masih di rumah sakit pasca pengambilan sum sum tulang belakang nya, namun karena perempuan ini Fatih memutus kan untuk pulang dan menjalani rawat jalan saja.


Alexa melangkah menuruti perintah tangan Fatih, Ia duduk di tepi ranjang menghadap Fatih.


" aku lapar, apa kamu bisa membawa kan makanan untuk ku?" pinta Fatih membuat Alexa terperangah sejenak.


"Kamu lapar bang?"


Fatih mengangguk kecil. Lekas Alexa melangkah meninggalkan kamar lalu keluar untuk mengambil makanan.


Fatih tersenyum kecil, Ia memang tidak mengingat apapun tentang Alexa. namun entah kenapa ia tidak suka melihat Alexa bersama pria lain?


Fatih yakin ia memiliki alasan kuat mengapa dulu ia begitu menggebu mengejar Alexa ke Jerman. Lambat laun Fatih yakin kalau ia bisa mengingat sepenggal kisah yang terlupakan itu.


Alexa kembali masuk membawa satu nampan makanan untuk Ia dan Fatih.


" Ayo makan dulu bang?!" ajak Alexa lalu menyimpan makanan tersebut di meja. Terlihat nasi putih dan sup daging yang masih mengepul.


di tambah dengan makanan lain nya penambah selera.


"Apa dulu kita selalu makan bersama?" tanya Fatih membuat Alexa tertegun sejenak.


Saat bersama mereka tidak pernah melewatkan makan berdua, canda dan tawa selalu menghiasi kebersamaan mereka, namun Fatih tidak ingat akan hal itu.


Fatih mendekati Alexa lalu duduk di samping nya, merapat kan tubuh mereka hingga membuat jantung Alexa berdegup kencang.


"Aku minta maaf soal kejadian di rumah sakit, Ibu sudah memberi tahu semua nya kan?"


Tanya Fatih menatap lekat wajah cantik Alexa yang masih menggunakan hijab nya.


Alexa menunduk lalu membiarkan Fatih memeluk tubuh nya.


Bersambung..


Terima kasih yang masih setia 😍🙏👍