Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
kedatangan Fatih - rindu.


Dua Minggu berlalu...


Alexa menoleh ke arah Dava yang tengah menerangkan pelajaran yang ia dapatkan tadi di kampus, namun pikirannya tidak lepas dari Fatih.


"kenapa mikirin terus bang Fatih ya ? Apa dia sakit ?" gumam Alexa sendiri.


Dava memperhatikan gadis berusia delapan belas tahun itu, entah apa yang tengah mengganggu pikiran nya hingga sejak tadi ia melamun.


"Alexa...!" seru Dava membuat Alexa menoleh seketika.


Alexa tertegun menatap wajah tampan dokter muda Itu. Di rumah tak henti sang ayah memuji Dava. Entah lah apa yang sang ayah ingin kan.


"Maaf dokter Dava, saya tidak fokus !" jawab Alexa memalingkan wajahnya.


"Kau harus serius belajar, kalau seperti ini mana bisa kau cepat menjadi dokter !"


Sergah nya.


"Sebenarnya aku juga tidak mau menjadi dokter, tapi kasihan ayah kalau aku seperti kak Will!" balas Alexa membuat Dava tertegun sejenak.


"Memang apa cita cita kamu ?"


tanya Dava Duduk menyelonjorkan kaki nya dengan santai.


"Pramugari, aku ingin jadi pramugari atau pilot. Agar aku bisa keliling dunia." jawab Alexa terkekeh sendiri membuat Dava termangu sendiri.


Cantik...


"Sudah kak Dava, ayo lanjut kan. besok tugas ini harus segera di kumpulkan."


Ujar Alexa lalu kembali fokus pada laptop nya.


Sore...


Alexa kembali memikirkan Fatih dan jujur saja ia rindu, namun ia mencoba untuk menahan rasa itu.


kenapa Fatih tidak datang mencari nya ?


Atau sekedar mencari kabar nya lewat telepon !


Alexa tidak tahu kalau lagi lagi Fernando menghalau telepon yang masuk ke ponsel milik Alexa. Fernando ingin Alexa belajar dengan pokus dan melupakan Fatih.


**


Siang ini Fatih berencana untuk untuk pergi ke Jerman bersama Merina, sebelum nya Ia sudah memberi tahu Yudhoyono bahwa ia menyusul Alexa ke Jerman.


Yudhoyono mengetahui hubungan mereka, meskipun sekarang Fatih tidak bekerja namun Yudhoyono menjamin kehidupan nya.


"kamu yakin mau pergi ?" tanya Merina saat mereka sampai di airport.


"Ya Bu, Fatih tidak mau keadaan berlarut-larut hingga Alexa berpikir kalau Fatih tidak memperdulikan nya !"


Jawab Fatih lalu mengajak Merina melangkah.


"Papah juga sudah tahu, dan mengatakan akan datang menemui Fatih nanti."


Yudhoyono mengatakan bahwa ia akan membantu putra nya meraih kembali Alexa, sebelumnya juga Yudhoyono dan Fernando sudah saling mengenal.


Merina tertegun sambil mengikuti langkah Fatih masuk ke dalam pesawat, entah harus bersyukur atau bagaimana tapi kehadiran Yudhoyono memang sangat membantu.


Saat keadaan perusahaan tengah menurun, Yudhoyono datang membantu keuangan mereka. Memang wajar karena Fatih adalah anak nya.


Alfat sendiri tidak ikut dengan mereka karena harus mengurus pekerjaan nya, Apalagi keadaan sedang tidak baik baik saja. Alfat tak akan bisa menemani mereka.


Beberapa waktu berlalu...


Merina bersyukur karena keadaan Fatih baik baik saja saat di pesawat, mengingat keluhan Fatih yang sering merasa pusing.


Saat ini mereka sudah sampai di Jerman, sebenarnya sejak tadi Fatih menahan rasa pusing di kepala nya. Berharap mereka cepat sampai ke kediaman Micel.


lekas kedua nya menyetop mobil yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah Fernando, rumah tersebut lebih besar dari rumah mereka dengan tiga tingkat ukuran besar.


Satpam tersebut langsung berlari menemui Micel untuk memberi tahu kedatangan Merina dan Fatih.


Lekas Merina menghampiri mereka lalu terkejut saat melihat kedua nya.


"kak Mer, Fatih...!" Ujar Micel lalu mengajak kedua nya masuk. Micel tak menyangka akan kedatangan Fatih dan Merina.


brug...


"Fatih...!" kedua nya terkejut saat tiba tiba Fatih pingsan.


"Fatih...!" seru Merina, gegas Michel memanggil kedua satpam untuk mengangkat tubuh Fatih ke sofa.


Karena Micel seorang suster maka ia langsung memberi pertolongan pertama dengan memberi minyak angin sambil memijat pelipisnya.


"Apa Fatih memang masih sakit !?"


Merina pun tertegun saat mengingat bahwa Fatih berusaha keras mengingat Alexa.


"Fatih..!" seru Michel saat Fatih mengerjap kan mata nya.


"kamu sudah sadar ?" tanya Merina dengan raut cemas.


"Ya, Bu. Maaf Fatih hanya pusing."


jawab Fatih lalu beranjak duduk.


"Ya sudah sebaiknya kamu Istirahat di kamar Alexa, ayo naik lift saja. Nanti pembantu akan bawa makanan untuk mu Fatih !"


"Ya, ibu antar kamu ke atas !" sergah Merina lalu membantu Fatih bangun..


*


"Masuk lah, ini kamar Alexa !" ujar Michel tersenyum senang.


"Aku minta maaf soal kejadian tempo dulu, maklum lah Alexa masih labil, dan seperti itulah jika ia mengeluh pada ayah nya !" Cakap Michel dan di anggukan oleh Fatih dan Merina.


"kamar kakak ada di samping, aku ke bawah dulu hendak menyuruh pembantu membawa makanan untuk kalian !" tambah nya lalu pergi meninggalkan kedua nya.


Usai itu pembantu datang membawa makanan, lekas Michel meminta kedua nya untuk makan. Setelah itu Merina masuk ke kamar untuk beristirahat seperti ucapan Micel. Ia tahu kalau perjalanan pasti melelahkan.


Fatih juga langsung merebahkan tubuhnya di ranjang setelah meminum obat, kepala nya masih pusing dan sedikit nyeri.


Sore itu Alexa pulang dengan wajah masam, lekas Michel menghampiri putri nya itu.


"kenapa Alexa ?" tanya Micel merangkul pundak Alexa.


"Capek Bu, tugas kampus banyak banget. udah gitu dokter Dava enggak bisa bantu karena di rumah sakit sedang banyak pasien."


Micel tersenyum sendiri dan berpikir untuk memberikan Alexa kejutan dengan tidak memberi tahu kalau ada Fatih di kamar nya. mungkin kehadiran Fatih bisa membuat Alexa kembali bersemangat.


"Ya sudah pergilah ke kamar untuk beristirahat lebih dulu." Alexa mengangguk lalu menaiki anak tangga.


Alexa masuk ke dalam kamar tanpa melihat seseorang yang tertidur pulas di ranjang nya. Ia langsung masuk ke kamar mandi setelah menyimpan tas nya di meja belajar. Memang Ranjang tersebut terhalang oleh Gordin bercorak bunga hingga keberadaan Fatih tidak terlihat oleh Alexa.


Alexa langsung mandi dan mengganti pakaian nya dengan kemeja berwarna putih dan celana hotpants hitam.


Alexa langsung menghampiri Ranjang dan tertegun melihat seseorang yang tengah ia rindu berada di hadapannya, tapi benarkah itu Fatih ?


Alexa mendekati ranjang dan mengamati wajah Fatih yang sedikit pucat. Entah hanya ilusi atau memang pria ini datang menemui nya, tapi kenapa Micel tidak memberi tahu kedatangan Fatih.


Alexa menganga saat Fatih terjaga namun meringis memegang kepala nya.


"bang, kamu kenapa ?" tanya Alexa langsung naik ke atas ranjang.


Keduanya saling bertatap muka, lalu Fatih menunduk kan wajah nya dengan mata terpejam, sekelebat bayangan saat bersama Alexa mulai muncul. Fatih ingin meraih nya namun Fatih tidak kuat hingga ia menghempaskan tubuhnya ke bantal.


"bang Fatih....?"


Bersambung.


Lanjut besok ya para reader yang baik hati, author bubu dulu 🤭🤭🤭🙏😍😍😍😍😍😍