Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
Bingung.


Fatih tertegun saat suster mengatakan bahwa tidak boleh sembarang masuk ke ruang perawatan Adzkia selain keluarga nya.


Fatih menilik keadaan sekitar sepi, entah dimana pak Yudhoyono?


Fatih melangkah kan kaki nya meninggal kan tempat itu. Entah harus menunggu pak Yudhono atau pulang ?


Kenapa ruang perawatan Adzkia di jaga ketat ? Sebenarnya apa yang terjadi dengan perempuan itu ?


Fatih menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya menunjukkan pukul tiga pagi.


Seharusnya ia sudah terbang ke Jerman, berhubung persoalan nya belum selesai. Seperti nya Fatih akan menunda nya hingga esok hari.


Fatih menghelat nafas panjang lalu melangkah pergi dari rumah sakit itu.


Mungkin sebaik nya ia pulang dan membicarakan hal ini dengan sang ibu.


Seorang pria menggunakan motor sport terus memperhatikan Fatih dari kejauhan.


***


Yudhoyono terdiam saat Vito mengatakan bahwa Fatih juga tidak kembali ke kantor.


Gegas Yudhoyono menghubungi istri nya agar ia segera datang ke rumah sakit. Ia sampai lupa memberi tahu kondisi kia pada sang istri.


Yudhoyono menoleh ke arah Rio yang masuk ke ruangan nya.


"kamu tahu Fatih dimana ?"


Tanya Yudhoyono memindai wajah Rio.


"pak Fatih bukannya langsung ke rumah sakit pak ?"


Jawab Rio membuat Yudhoyono terdiam.


jadi Fatih langsung ke rumah sakit ?


Ia menghela nafas lalu duduk di kursi kebesaran nya.


Seperti nya mereka selisih jalan. Yudhoyono lekas beranjak lalu pergi meninggalkan ruangan nya dan yang tersisa tinggal Vito dan Rio yang berdiri tak bergeming.


"Sebenarnya ada masalah apa pak Vito !?"


tanya Rio penasaran dengan mereka.


"Aku juga tidak tahu !"


jawab Vito lalu mengajak Rio keluar dari ruangan itu.


**


Fatih menghentikan laju mobil nya saat seseorang menghubungi nya. Fatih memindai nomor baru yang kembali menelpon nya.


"Bang....!"


Fatih tertegun mendengar suara seorang yang begitu ia rindu kan.


Alexa mencari waktu agar bisa menghubungi Fatih lewat ponsel Michel.


"Alexa sayang !"


"bang kamu udah di bandara ?"


Tanya Alexa membuat Fatih tertegun mendengar pertanyaan itu.


"bang, Alexa mau ketemu kamu. Cepat lah menyusul." ujar Alexa tak mampu menahan air mata nya. Fernando mengatakan bahwa ia menentang hubungan mereka. Fernando bilang kalau mereka saudara sepupu dan tidak semestinya menikah.


Fatih terpaku mendengar Isak tangis istri nya itu.


"Ya sayang, ini sedang Abang usahakan. kamu sabar ya dek !"


jawab Fatih terasa pilu mendengar suara tangis nya.


"jangan menangis sayang, Abang akan segera menyusul Kamu !"


Ujar Fatih lalu mematikan panggilan telepon nya.


Ia harus segera pulang dan pergi ke bandara. Fatih tidak kuasa mendengar tangis pilu Alexa. Istri nya itu sangat berharap ia segera menyusul nya ke Jerman.


Lima belas menit kemudian Fatih sampai di rumah dan terlihat Merina tengah merapikan ruang keluarga.


"Fatih ?"


Seru Merina melihat Fatih melangkah dengan tergesa gesa.


"Bu, Fatih harus segera pergi ke Jerman. Alexa tadi menelpon dan ia menagis."


Cakap Fatih membuat Merina tertegun.


"Fatih sudah memesan tiket untuk Fatih sendiri. Ayah dan ibu menyusul saja besok !"


Tambah Fatih lalu masuk ke dalam kamar.


"Tidak Fatih, Ibu dan ayah akan menemani kamu pergi !"


Jawab Merina menghampiri Fatih di kamar nya.


Alfat hanya duduk diam memperhatikan anak dan istri nya di kamar.


"Ibu lelah dan biarkan Fatih pergi lebih dulu. Fatih tidak bisa membiarkan Alexa !"


Cakap Fatih dengan gusar.


"kamu harus tenang nak !"


Ucap Merina membuat Fatih berdiri mematung.


"Ambil nafas lalu buang perlahan !"


"Ibu pahami perasaan kamu. Alexa juga baik baik saja. Apa yang membuat mu gusar seperti ini ?"


Tanya Merina mengusap punggung putera nya itu.


"Ibu khawatir kalau kamu pergi dalam keadaan seperti ini. Kamu harus tenang !"


Tambah Merina membuat Fatih bertopang pada kedua kaki nya.


Fatih menghela nafas panjang lalu menceritakan tentang Adzkia yang melamar nya.


"Dia tidak sadarkan diri lepas Fatih menolaknya Bu !"


Ucap Fatih lalu mengusap wajah nya sendiri.


Saat ini ia benar-benar bingung harus bagaimana ? Alexa begitu mengharapkan kehadiran nya cepat.


"Ya sudah sekarang kamu pilih siapa nak ?"


Tanya Merina memindai wajah Fatih.


"Alexa Bu. Dia istri Fatih.... sementara kia?"


Fatih kembali membuang nafas nya.


"Fatih tidak mau menyakiti keduanya Bu, tapi bagaimana caranya ? Fatih mencintai Alexa tapi Fatih juga iba pada kia !"


"Lekas pergi menyusul Alexa !"


Ujar alfat yang berdiri di ambang pintu.


"Dia istri kamu. Bagaimana pun keadaan nya kamu harus mengutamakan seorang yang sudah menjadi tanggung jawab kamu di hadapan tuhan !"


Sambung alfat mendukung Fatih dengan Alexa.


Fatih mengulum senyum lalu beranjak dari duduknya.


"kami akan menyusul mu besok. Sekarang pergi lah lebih dulu !"


Tambah alfat. Sementara Merina hanya diam mengingat percakapan nya dengan Michel di ponsel tadi.


Micel mengatakan bahwa Fernando tetap menentang hubungan Fatih dan Alexa. sebenarnya hal itu Fernando lakukan agar Alexa mau ikut dengan nya.


"Lalu bagaimana dengan putranya ?"


*


"Kau pikir pantas jika saudara sepupu menikah ?"


Ujar Fernando masih terngiang di telinga Merina membuat pilu. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah mengungkap rahasia itu. Fatih adalah putra nya.


Alfat tertegun melihat Merina yang menitikkan air mata nya. Gegas ia merangkul pundak istri nya itu.


"jangan pernah mengungkapkan kisah lama itu. Fatih adalah anak ku !"


Ujar nya lirih menangis dalam dekapan Alfat.


Fatih yang keluar dari kamar tertegun melihat Merina yang menangisi kepergian nya.


"Bu, Fatih....!"


Fatih hendak pamit pada ibu nya yang menangis memeluk sang ayah.


"pergilah nak, hati hati !"


Jawab Merina lalu memeluk Fatih.


Sosok yang menjadi pengobat luka nya di masa lalu dan Merina tidak ingin kehilangan Fatih.


"Ya sudah Fatih pergi ya Bu, ayah ?"


Kedua nya mengangguk sembari Fatih mencium tangan mereka.


***


Yudhoyono menghampiri sang istri yang duduk menghadap Adzkia. Wajahnya kembali sembab setelah beberapa waktu menghirup lega karena kondisi kia membaik, namun keadaan itu hanya sesaat dan berubah sekejap saja setelah harapan itu pupus.


"sebenarnya apa yang terjadi? Tadi pagi kia baik baik saja!?" Tanya Tika iba melihat kondisi sang putri.


"Aku akan berusaha untuk memberikan apa yang Kia inginkan !"


Ujar Yudhoyono.


Apapun akan Ia berikan asal Fatih mau menikah dengan putri nya, sebab itu lah yang menjadi pengharapan Kia.


Yudhoyono juga berharap kalau kehadiran Fatih bisa membuat kia semangat untuk sembuh dari penyakit kanker nya. Meskipun dokter mengatakan kemungkinan nya sangat kecil karena kanker yang di deritanya sudah mencapai stadium akhir, Akan tetapi Yudhoyono berharap ada sebuah keajaiban dan kia bisa sembuh.


"Suster apa tadi ada seseorang yang datang ?"


Tanya Yudhoyono saat suster masuk mengantar kan makanan untuk mereka.


"Ada pak seorang pria, tapi saya melarang nya masuk sesuai dengan perintah bapak !"


jawab suster membuat Yudhoyono tertegun sejenak.


"lalu sekarang kemana pria itu ?"


Yudhoyono yakin kalau itu Fatih.


"Seperti nya sudah pulang pak !"


Jawab Suster lalu undur diri.


Bersambung...


Terimakasih sudah mampir 😍😍😍