Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
sum sum tulang belakang.


Alexa memperhatikan sang ibu yang tengah duduk sendiri di balkon. Entah apa yang tengah beliau pikirkan ?


Besok pagi mereka akan pergi ke Canada, dan hingga saat ini sang ayah belum juga kembali.


"Bu...!"


Seru Alexa menghampiri Micel yang langsung menoleh ke arah Alexa.


"Sayang, ada apa ?"


Tanya Micel beranjak dari duduknya lalu mendekati Alexa.


"Ibu sedang apa ?"


Tanya Alexa memindai wajah Michel dengan tatapan sayu nya.


"Tidak sayang, Ayo sekarang kita masuk. Udara begitu dingin, sebaiknya kita beristirahat di dalam." Cakap Micel merangkul pundak Alexa.


"Bu, Kenapa sampai malam ayah belum juga kembali !?"


Tanya Alexa merasa heran tak biasa nya Fernando seperti itu.


"Ayah mu sedang ada urusan di luar kota, kita tidak perlu menunggu nya. Sekarang pergilah tidur karena besok kita akan pergi !"


jawab Micel. Ia masih berpikir apakah harus memberi tahu Alexa tentang keadaan Fatih yang sebenarnya ? Atau membiarkan Alexa tahu sendiri nanti ?


"Ya sudah Alexa masuk ke kamar !"


Pamit Alexa lalu pergi meninggalkan Micel sendiri.


Ia sudah meminta Yusuf mencari pekerjaan untuk nya di Canada. Kemungkinan besar Michel akan kembali bekerja sebagai perawat.


Fernando melarang nya membawa apapun dari nya. Michel tahu Fernando marah besar hingga membuat ia tega menelantarkan nya, namun Micel tidak pantang menyerah. Ia akan bukti kan pada Fernando bahwa ia bisa menjadikan Alexa seorang dokter tanpa tekanan.


Semua urusan restoran juga di ambil Alih oleh Fernando.


Semudah itu ia berubah menjadi seorang yang tidak ia kenal hanya karena sebuah ambisi.


padahal semua bisa di jalan kan secara damai agar kedua belah pihak merasa nyaman, tapi tidak dengan Fernando yang hanya memikirkan perasaan nya sendiri.


***


Adzkia menatap bintang yang bertaburan di langit. Ia ingat bahwa ia dan Fatih sama sama memiliki harapan untuk bersama, tapi kenapa keadaan justru berubah begitu saja.


Padahal saat ini ia sangat membutuhkan Fatih, Namun semua harus pupus dan keinginan nya terpaksa harus kandas saat Fatih mengatakan bahwa ia sudah menikah ?


Adzkia memijat keningnya sambil beristighfar dalam hati. Mencoba menguatkan hati agar ia sabar menerima keadaannya sekarang.


Bukan hanya tentang kanker yang bersarang di tubuh nya, tapi juga tentang harapan nya yang harus karam.


"Adzkia ?"


Seru Tika duduk di samping putri nya.


"kamu masih memikirkan tentang Fatih ?"


Tanya Tika tanpa sungkan menatap wajah sendu putri nya.


"Adzkia harus melepaskan semua itu dengan ikhlas. Mungkin kia memang bukan yang terbaik untuk bang Fatih. Dan kia sedih saat ayah bilang kalau bang Fatih kecelakaan !"


Yudhoyono tidak menutupi apapun dari Adzkia. Ia tidak ingin berbohong karena selama ini ia sudah banyak berdusta, apalagi perihal masalah lalu yang kelam.


"Kia sudah ikhlas kalau bang Fatih tetap memilih perempuan itu. Kia enggak mau tersiksa karena sebuah obsesi. Karena cinta yang sebenarnya hanya lah milik Tuhan. Kia berupaya untuk lapang dada dan berbesar hati menerima apa yang menjadi takdir kia, walaupun dalam hati kita begitu ingin, tapi kia bisa apa bu ?"


Jawab kia membuat Tika termangu menatap malam yang gelap.


"Kia sudah sakit dan tidak ingin bertambah parah karena masalah itu. kia pasrahkan semua nya pada sang maha pencipta !"


Sambung kia membuat Tika sedih.


Dokter mengatakan mereka akan berupaya membunuh sel kanker yang bersarang pada tubuh Adzkia.


Namun ia bingung karena Adzkia butuh sumsum tulang belakang untuk operasi pencakokan.


Yudhoyono sendiri terus berpikir tentang Fatih.


Otomatis semua harus jelas karena tidak mungkin kan kalau tiba-tiba sum sum tulang belakang mereka cocok?


Namun Yudhoyono juga khawatir Tika akan kecewa jika mengetahui kalau ia memiliki anak dari perempuan lain, jika benar kenyataan nya kalau Fatih adalah anak nya.tapi saat ini yang terpenting adalah kesembuhan Adzkia.


Gegas Yudhoyono menghubungi salah satu dokter yang berada di Canada untuk mencari informasi tentang Fatih.


Ia tidak boleh menunda waktu karena kesehatan Adzkia semakin menurun, Tapi Fatih juga belum sadarkan diri. Lalu ia harus bagaimana?


Yudhoyono termenung sendiri. Ia memang duduk tidak bergeming di kursi, namun pikiran nya berlari ke sana kemari hingga ia merasa lelah dan letih.


"Ya tuhan bantu lah aku untuk menyembuhkan putri ku, jika Fatih memang putera ku. Maka aku minta pada mu agar segera membangun kan nya !"


Gumam Yudhoyono lalu menyandarkan tubuhnya yang lelah.


**


Pagi ini Alexa sudah bersiap pergi bersama Micel. William sudah datang untuk mengantarkan mereka ke bandara.


"Sudah siap nona cantik ?"


Tanya William menggoda adik nya.


Ia tahu tentang permasalahan yang terjadi antara ibu dan ayahnya. Lepas dari itu William tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan yang terbaik untuk hati mereka.


"Bu, kita langsung pergi ? Enggak nunggu ayah dulu ?"


Tanya Alexa menatap wajah Michel yang tanpa ekspresi.


"Enggak sayang, kita pergi sekarang !"


Jawab Micel tanpa memberikan alasan kemudian masuk ke dalam mobil.


Alexa langsung masuk dan duduk di samping Micel, perempuan itu mengulum senyum lalu merengkuh tubuh Alexa.


Sudah cukup ia diam di bawah kendali Fernando, dan kini ia akan berjuang untuk kebahagiaan Alexa.


Michel sadar bahwa semua permasalahan terjadi karena ide nya mengirim Alexa ke Indonesia, kalau tidak mungkin keadaan nya tidak akan seperti sekarang. Namun ada hal yang Micel syukuri lepas semua itu.


Kini Alexa banyak berubah, dari pakaian yang tertutup dan putri nya itu sekarang rajin beribadah.


Dulu mana pernah Alexa seperti itu, duduk dengan nya di depan sajadah.


Micel yakin kalau Fatih lah yang sudah membuat Alexa banyak berubah.


Semoga Alexa kuat saat mengatasi keadaan Fatih sekarang, tentu Micel tak pernah henti berdoa untuk kesembuhan Fatih.


"Ibu senang karena putri ibu sekarang sudah meninggal kan celana hotpants nya."


Ujar Micel terkekeh kecil merangkul pundak Alexa.


"Ya, ya Bu. Alexa bandel dan bang Fatih yang mengajarkan Alexa untuk seperti ini. Dia pria yang membuat Alexa merasa begitu berharga. dan Alexa sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nya Bu."


Micel mengangguk lalu memeluk putri nya itu.


Sementara William hanya diam mendengarkan keduanya berbincang.


Kali ini sang ibu tidak membiarkan Cinta Alexa karam karena sebuah ambisi, seperti halnya dulu ia harus menyerah saat sang ayah menentang cinta nya terhadap Alisa.


"hum, apa kabar perempuan bar bar itu ?"


Gumam William tersenyum dalam hati mengingat sosok Alisa yang lucu dan humoris.


Bersambung.


Terimakasih yang masih setia dan sudah mampir di cerita author.


Ada yang author rubah sedikit ya tentang kanker Adzkia.


Biar nyambung kata Edi 🤭🤭🤭


Sekali lagi Tengkyu 😍😍😍😍😍