Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
Menunggu.


Beberapa hari berlalu...


Alexa masih setia menunggu Fatih di rumah sakit, namun besok ia harus mengurus pendaftaran kuliah nya bersama dokter Yusuf.


Alexa mencoba percaya dengan sang ibu meskipun ia merasa kalau semua kemungkinan terjadi karena Micel mendukung nya dengan Fatih.


Alexa juga sedih karena sampai saat ini Fatih belum sadar, tubuh nya bahkan semakin kurus sebab yang masuk hanya susu dan jus buah-buahan.


Alexa tidak tahu harus bagaimana agar Fatih sadar. Dua pekan berada di samping Fatih namun hal itu tidak merubah apapun.


Merina memperhatikan Alexa yang duduk termenung di kursi tunggu rumah sakit.


Ia bisa bolak balik pulang karena ada Alexa yang menunggu Fatih.


Micel sendiri sekarang tinggal di apartemen yang ia beli seminggu yang lalu, dan kini ia sudah bertugas sebagai suster di salah satu rumah sakit di Canada.


"Alexa....!"


Seru Merina menoleh ke arah Alexa yang termangu.


"Kamu kenapa ?"


Tanya Merina memindai wajah sendu menantu nya itu.


"Enggak, Alexa cuma sedih aja mah. Bang Fatih belum juga sadar !"


Jawab Alexa menunduk.


"Ya, Mana paham Alexa. Kamu harus sabar, ambil air wudhu lalu minta agar Fatih cepat sadar !"


Cakap Aminah mengulas senyuman pada Alexa.


Alexa mengingat kembali kebersamaan nya dengan Fatih. Pria itu selalu mengingat kan nya untuk beribadah.


lekas Alexa beranjak dari duduknya lalu melangkah mengambil air wudhu kemudian melaksanakan shalat ashar di ruang perawatan Fatih.


**


Sementara itu di belahan dunia lain nya...


Yudhoyono tertegun saat seseorang memberikan informasi akurat tentang siapa Fatih yang sebenarnya.


Satu bulan ini ia menunggu dan hasil nya sangat mengejutkan. Entah harus senang atau sebaliknya, namun sepertinya harapan untuk Adzkia mulai muncul.


Fatih ternyata memang anak nya, Ia lahir dari rahim perempuan yang ia sakiti hingga mati perlahan.


Entah apakah Fatih mau mendonorkan sum sum tulang belakang nya untuk Adzkia?


Bagaimana Yudhoyono menjelaskan bahwa sebenarnya Fatih adalah anak nya sedangkan alfat mengatakan bahwa itu adalah rahasia yang tidak perlu di buka, tapi saat ini Adzkia adik nya sangat membutuhkan pertolongan nya.


Lekas yudho mencari kabar tentang Fatih, apakah ia sudah sadar dari koma nya atau belum.


Seminggu berlalu....


Ini adalah hari pertama Adzkia melakukan kegiatan di kampus nya yang baru, entah mengapa rasa nya tidak semangat.


"Bang, kamu bangun dong. Aku rindu dan jangan biarkan aku terlalu lama menunggu mu."


Batin Alexa menatap wajah tampan suami nya itu.


Alexa mendekap tubuh Fatih yang terasa kaku. lekas ia menatap wajah pucat itu tanpa ekspresi.


Alexa mendekat kan wajah mereka lalu mencium bibir Fatih singkat.


Sebentar lagi Merina akan datang, dan ia akan pergi ke kampus.


jadi semalam hanya Alexa yang menginap di rumah sakit. Alexa menyuruh Merina untuk beristirahat di rumah bersama sang papah mertua. Ia kasihan karena beliau lelah, dan Fatih adalah suaminya jadi Alexa meminta agar ia saja yang menemani Fatih.


"Alexa kamu sudah siap ke kampus ?"


Tanya Merina mengulasnya senyum lalu memberikan paper bag berwarna coklat yang berisi sarapan dan makan siang untuk nya di kampus.


Alexa tertegun saat Merina menjelaskan tentang makanan yang sengaja ia bawa kan untuk nya.


"Terima kasih ma!"


Merina mengangguk.


Mengelap dan membantu suster mengganti pakaian Fatih.


"Hati hati ya !"


Ujar Merina setelah Alexa pamit pergi.


Alexa menoleh sekilas ke arah Fatih yang masih terpejam, entah kapan mata itu terbuka. Ia sangat rindu.


Alexa juga rindu sang ayah, entah bagaimana kabar nya?


Alexa tidak ingin ayah dan ibu nya terpisah apa lagi sampai bercerai. Maka dari itu sekuat tenaga Alexa akan berjuang mewujudkan keinginan sang ayah. Ia akan jadi dokter hebat seperti sang ayah.


"semangat Alexa !"


nasihat Alexa pada diri nya sendiri lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


***


Tika tertegun saat Yudhoyono mengatakan hendak membawa Adzkia ke Canada, Ia beralasan bahwa di sana ada metode canggih yang bisa menyembuhkan penyakit kanker.


Tentu Yudhoyono tidak akan memberi tahu istri nya metode yang ia maksud kan.


bagi nya yang terpenting saat ini adalah kesembuhan Adzkia dan Fatih. Yudhoyono tahu kalau Fatih belum sadar, namun siapa tahu dengan kehadiran nya Fatih bisa sadar karena kedekatan mereka sebagai setali sedarah.


Yudhoyono langsung membicarakan soal itu pada dokter yang menangani Adzkia yaitu Fernando.


Ia sendiri heran saat Yudhoyono mengatakan tentang kepindahan Adzkia ke Canada.


Berbicara soal Canada membuat Fernando teringat pada dua perempuan yang sangat ia rindukan.


Micel dan Alexa, namun Ia tidak menghubungi keduanya setelah hari dimana Micel mengatakan bahwa ia akan mendukung Alexa dengan Fatih.


Mereka hilang komunikasi dan kini proses perceraian tengah berlangsung.


Pihak Micel sendiri di urus oleh pengacara William. Ia sengaja menugaskan pengacara nya untuk mengurus permasalahan itu hingga tuntas.


William sendiri menyerah kan semua keputusan pada keduanya dan yakin bahwa mereka tahu mana yang terbaik untuk hubungan kedua nya.


Ia lebih fokus mengurus bisnis dan mengintai seseorang dari jauh lewat sosmed.


Melihat kebahagiaan yang kini menaungi perempuan yang sempat singgah di hati namun terpaksa harus patah karena keadaan.


Namun Williams lega karena perempuan itu sudah bahagia.


"Maaf kan saya karena harus pindah ke Canada, dan terimakasih atas bantuannya selama ini. Saya tidak meragukan kemampuan anda dalam melakukan pengobatan namun seperti yang anda katakan akan lebih bagus jika Adzkia memiliki pendonor sum sum tulang belakang."


Fernando mengangguk.


"apa anda sudah menemukan nya ?"


tanya Fernando memindai wajah Yudhoyono.


"Ya, kakak nya tinggal di Canada tapi ia juga sedang koma pasca kecelakaan dan saya akan mendatangi nya, berharap kehadiran saya membangun kan tidur panjang nya.


Fernando mengangguk paham, namun ia tidak akan menduga kalau Fatih lah yang Yudhoyono maksud.


"baiklah kalau begitu, semoga Adzkia cepat sembuh !"


Yudhoyono mengangguk lalu pamit pada Fernando.


Fernando berpikir apakah ia harus menunda perceraian nya dengan Micel ? Sungguh ia tidak bisa mengingkari bahwa ia sangat rindu.


Sebulan berlalu ia sendiri tanpa Micel dan Alexa.


Ia pun berpikir ulang tentang perceraian nya dengan Micel.


"apa sebaik nya aku mengalah ?"


Fernando menghela nafas panjang lalu beranjak dari duduknya.


Mungkin benar jika jangan mengambil keputusan saat marah, sebab hal itu akan membuat penyesalan.


Bersambung..