
Alexa menatap wajah Fatih yang sudah terlelap, masih ada waktu setengah jam. Ia harus segera pergi ke kampus.
terdengar seseorang tengah berbicara dengan Merina di depan, lekas Alexa keluar dari kamar.
Alexa tertegun saat melihat Adzkia dan Yudhoyono bersama Merina, lalu pandangan mereka bertemu.
"Hai kakak ipar, mana Abang Fatih ?"
Sapa kia mengulas senyuman.
"Hai, kia, papah Yudhoyono. Hum.. Fatih baru saja terlelap. Aku harus segera pergi ke kampus Bu !" Ujar Alexa menoleh ke arah Merina.
"ya sudah, hati hati Alexa. berangkat dengan supir saja !" Ujar Merina dan di anggukan oleh Alexa. ia kemudian pergi setelah pamit pada mereka.
"Benar kah bang Fatih tidur ?!" tanya Adzkia duduk di hadapan sang ayah.
"Mana mungkin Alexa bohong, jangan ganggu Fatih. Kita ke rumah sakit saja dulu." cakap Yudhoyono lalu bangkit.
"loh mau kemana, ibu buatkan minuman !"
Ujar Merina memperhatikan keduanya.
"Kita mau ke rumah sakit dulu, nanti kita akan kembali." jawab Yudhoyono dan Merina hanya mengangguk menanggapi.
Usai itu keduanya pergi dari apartemen, Kia berniat untuk bertemu dengan seorang yang dulu menolong nya. Yudhoyono juga baru sempat mengajak kia ke Jerman, beberapa waktu ini ia sangat sibuk.
Kia dan Yudhoyono langsung ke rumah sakit milik Fernando, salah satu dokter di rumah sakit itulah yang menolong Kia.
Lima belas menit mereka sampai di rumah sakit, Yudhoyono juga datang untuk memeriksa keadaan kia pasca operasi kala itu di Canada.
Fernando memprihatinkan Yudhoyono berjalan bersama Kia, Ia tidak bisa menyangkal bahwa kini mereka berbesanan.
"Dokter Fernando...!" sapa Yudhoyono mengulas senyum.
"Aku kira kau tidak akan datang lagi ke rumah sakit ini !" Ujar Fernando melipat tangan nya di dada. Yudhono melempar senyuman.
"Aku ingin bertemu dengan dokter Dava, kau tahu kan aku berhutang terimakasih pada nya !" ujar Yudhoyono berusaha bersikap baik pada Fernando, ia tahu jika Fernando tidak menyetujui hubungan Alexa dan Fatih hingga membuat ia terus berusaha memisahkan keduanya, namun Yudhoyono tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu. Sebab cinta kedua nya yang akan menguatkan bahtera rumah tangga mereka. Dan ia sebagai orang tua hanya mendukung dan membantu jika Fatih butuh bantuan.
"kau bisa menemui nya di ruangan, bagaimana keadaan Kia ?"
tanya Fernando memindai wajah kia. perempuan muda itu tak lagi pucat seperti dulu sebelum melakukan operasi.
"Baik, tapi aku tetap memantau kesehatan nya. Aku tetap melakukan cek up seminggu sekali !"
Jawab Yudhoyono.
"Ya, hal itu memang harus di lakukan, temui saja Dava. Seperti nya dia sudah selesai memeriksa pasien !"
"baiklah, aku pergi menemui dava."
Fernando mengangguk.
Jadi waktu itu Dava lah yang menolong Adzkia saat ia hendak terjatuh dari tangga, dan kia belum sempat bertemu dengan Dava karena saat itu Yudoyono langsung membawa nya ke Canada.
**
Sore itu Alexa kembali ke apartemen, salju kembali turun dan keadaan begitu dingin. Lekas Alexa naik ke atas gedung tersebut.
"Alexa pulang jam berapa ya Bu ?" tanya Fatih menghadap teh hangat buatan Merina.
"mungkin sebentar lagi...!" jawab Merina duduk di hadapan Fatih. Sebelumnya Merina sudah memberi tahu Fatih kalau tadi kia dan ayahnya datang.
Tok.
"assalamualaikum Bu.. bang Fatih !"
Alexa masuk ke dalam lalu pandangan mereka bertemu, Fatih langsung bangkit menghampiri Alexa.
"kamu baru pulang ?" tanya Fatih melangkah semakin dekat membuat Alexa terpaku.
"Ayo, kemari !" Ajak Fatih meraih tangan Alexa yang dingin.
"Kamu kedinginan ya dek !" seru Fatih, namun Alexa masih bungkam.
"Ayo duduk.!"
Ajak Fatih namun Alexa berdiri tak bergeming di sampingnya.
Fatih duduk lalu meraih tubuh Alexa untuk duduk di pangkuan nya.
"bang, ih ada ibu juga." Elak Alexa mencoba bangkit namun Fatih menahan tubuh nya.
"Habis kamu dari tadi diam terus, kenapa?" Tanya Fatih membuat Alexa tertegun. Kenapa justru terasa aneh dengan perlakuan Fatih sekarang.
"sebenarnya kamu udah ingat sama aku apa belum sih ?"
"Emang itu penting? Sekarang yang terpenting kita bersama." jawab Fatih membuat Alexa menghela nafas berat.
"Abang tuh harus gimana sih Alexa?" tanya Fatih menyandarkan kepalanya pada sofa. Alexa terkesiap saat kia dan seseorang yang ia kenal masuk ke dalam, Alexa hendak bangkit namun dengan cepat Fatih kembali menahan nya.
"bang...!"
Kia dan Dava tertegun melihat Alexa duduk di pangkuan Fatih dengan wajah memerah, Dava memalingkan wajahnya lalu dengan cepat Alexa memaksa beranjak dari pangkuan Fatih.
Dava memang berniat bertemu dengan Alexa perihal studi yang hendak mereka bahas, dan kebetulan sekali kia juga hendak ke apartemen menemui Fatih. Tak menyangka jika ternyata kia adalah adik ipar Alexa. Dava kira Alexa tidak akan kembali pada suaminya itu, padahal Fernando sudah memberikan sinyal hijau pada nya.
"kalian barengan ke sini nya ?" tanya Alexa duduk di samping Fatih, suaminya itu langsung merangkul pundak nya hingga membuat wajah Alexa kembali merona.
"ya, dokter Dava ini sudah menolong kia waktu mau jatuh di tangga. Kejadian nya sebelum kia ke Canada, kia baru sempat bilang terimakasih. Nah kebetulan dia mau ketemu Alexa juga !" jawab kia memindai wajah Fatih. Pria itu sekarang berbeda dan seperti enggan melepaskan Alexa, apa mungkin Fatih sudah mengingat semua nya? Bukan hanya pertalian darah yang membuat mereka tidak bisa bersama, tapi cinta di antara keduanya yang menguatkan ikatan pernikahan itu. walaupun mereka sepupu, namun itu tidak masalah karena keduanya tidak satu susu dan saudara jauh, tidak seperti ia dan Fatih. Dimana darah sang ayah mengalir pada tubuh keduanya.
"aku mengantar kan berkas ini, pelajari saja nanti kalau kamu tidak mengerti chat saja aku."
Ujar Dava memberikan beberapa lembar kertas yang sudah tertata rapi dalam map.
"Terimakasih dokter Dava."
"ya sudah aku langsung pamit saja. Ini juga sudah sore !" Ujar nya lalu pamit pada Merina dan Yudhoyono yang baru saja masuk.
"makanan sudah siap kalau kalian sudah lapar !" ujar Merina memecah keheningan di antara mereka.
"Ya, hum... Alexa mau mandi saja dulu Bu." ucap Alexa lalu bangkit di ikuti oleh Fatih yang mengekor di belakang nya dan meninggalkan kia yang manyun sendiri menghadap televisi.
"bang, kamu enggak mau temani Kia. Alexa mau mandi dulu !" ujar Alexa menoleh ke arah Fatih yang berada di belakang nya.
"ya sudah kita mandi bersama saja, Abang juga belum mandi !" jawab Fatih membuat Alexa mematung seketika.
bersambung...
Terima kasih yang masih setia.