Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
bijaksana dan penyabar.


Keduanya sampai di rumah Fatih, Alisa mengajak mereka ke kediaman dimana cinta itu bersemi di antara mereka.


Alisa tahu kalau Fatih mengalami Amnesia dan tidak mengingat Alexa, Namun ia tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke Canada sebab tanggung jawab nya terhadap anak dan suaminya.


"Rumah ini memang kosong, tapi kakak selalu datang untuk membersihkan nya. Kadang kakak menginap jika weekend bersama suami kakak. kamar kalian sudah kakak bersihkan kok."


Alisa juga menitipkan rumah itu pada pak RT, jadi aman lah dari maling. Karena barang berharga nya pun Alisa bawa ke rumah karena Merisa juga tidak mengizinkan rumah itu di sewakan.


"Terimakasih kak, Fatih sudah merepotkan."


Alisa mengangguk sambil tersenyum.


Usai itu Alisa pamit pulang pada kedua nya, mereka langsung mengunci pintu lalu Fatih mengajak Alexa masuk ke dalam kamar.


"Alexa lihat kak Alisa seperti sedih, kenapa ya ?" Tanya Alexa duduk di tepi ranjang.


Alexa sendiri belum pernah melihat suami Alisa, ia tidak tahu kan kalau kakak nya tergila-gila pada perempuan yang selalu memakai kerudung besar Itu.


"Entah lah dek, nanti kita main ke rumah kak Alisa yah !"


Alexa mengangguk lalu merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu. bukan kah kamar itu yang menjadi saksi cinta tubuh begitu saja di antara mereka.


"Ambil wudhu dulu, kita sholat isya dulu setelah itu baru istirahat !" Ajak Fatih meraih tangan Alexa bangkit.


Alexa tidak tahu kenapa menstruasi nya hanyalah dua hari saja, biasa nya akan sampai beberapa hari.


"capek ya sayang !" Ujar Fatih melihat wajah Alexa lesu. perempuan itu mengangguk lalu melangkah bersama Fatih ke dalam kamar mandi.


Alexa tidak menyangka jika seluk-beluk nya cukup kelam, hadir dalam keadaan terlanjur. Lalu setelah lahir ia di tinggal kan oleh sang ibu karena frustasi.


Namun ia tumbuh menjadi sosok pria yang rajin beribadah, Tak pernah sekalipun ia melewatkan kewajiban nya sebagai seorang hamba. tak pernah Fatih menyesal kan kehidupan nya tentang sang ibu, Ia hanya mengatakan bahwa ikhlas dengan ketentuan nya, berserah diri pada alur cerita yang sudah Allah garis kan.


Pria itu kini memimpin ibadah nya, hal yang selalu menjadi dambaan seorang wanita memiliki suami seperti Fatih. Lembut dan begitu baik, ia juga bijaksana dan penyabar.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.."


Alexa tertegun saat Fatih menoleh lalu tersenyum ke arah nya, pria itu langsung memeluk tubuh nya yang lelah dan rasanya begitu nyaman.


"Kamu lapar enggak dek...?" tanya Fatih sambil merengkuh tubuh Alexa yang masih menggunakan mukena.


"Lapar bang, tapi ngantuk banget !"


"Ya sudah delivery saja, jadi kita tunggu di rumah saja. kamu mau makan apa ?"


Tanya Fatih memiringkan kepalanya memindai wajah Alexa.


"Nasi goreng saja seperti nya enak bang !"


lekas Fatih menyambar ponsel nya lalu memesan makanan untuk mereka berdua.


Fatih membiarkan Alexa bersandar pada tubuh nya.


"aneh deh bang, kok menstruasi nya cuma dua hari. Enggak seperti biasanya gitu."


"Ya sudah enggak apa-apa, mungkin itu ketentuan Nya." jawab Fatih mendekap erat tubuh Alexa.


**


Esok...


Fatih terbangun saat seseorang menghubungi nya, waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi.. adzan subuh baru saja berkumandang. terlihat Alexa meringkuk kedinginan, lekas Fatih mengecilkan volume pendingin ruangan itu.


"Fatih, aku sudah menemukan siapa dalangnya. Tapi aku khawatir Kamu kaget atau mungkin tidak percaya...." Ujar pria itu lalu memberi tahu informasi yang ia dapatkan.


Fatih tertegun mendengar apa yang pria itu sampaikan, netra nya langsung menoleh ke arah Alexa yang masih terlelap.


Fatih beranjak dari ranjang dan mendengarkan pria itu berbicara, dengan semua bukti yang ada. Ia bisa memenjarakan orang itu, namun lagi lagi Fatih menoleh ke arah Alexa yang menggeliat mencari keberadaan nya.


"Kita lanjut nanti, kita bertemu di Acara ayah saja. tapi aku akan datang siang sebagai tamu."


"baiklah...." jawab pria itu lalu mematikan panggilan tersebut.


"bang, hum... pengen pipis." Ujar Alexa membuat Fatih terkekeh kecil lalu mengangkat tubuh ramping itu ke dalam kamar mandi.


"Bang, siapa yang telpon?" tanya Alexa saat Fatih menurunkan di closed.


"Teman sayang, kita langsung mandi ya. Udah adzan subuh !"


Alexa menganggukkan kepalanya lalu mandi bersama Fatih.


Usai sholat subuh kedua nya pergi keluar rumah untuk mencari sarapan, seperti halnya dulu sebelum kejadian itu.


Fatih menggenggam erat tangan Alexa sambil berjalan menyisir jalanan komplek, benak nya masih memikirkan apa yang ia bicarakan dengan pria itu, seperti nya ia harus mempertimbangkan nya sebab ini menyangkut seseorang yang berharga untuk istri nya.


Tiba mereka di taman dan terlihat beberapa pedagang sudah berjejer rapi.


"Mau beli apa sayang ?" tanyakan Fatih di telinga Alexa.


"Ketoprak...!" jawab Alexa lalu mengajak Fatih mendekati pedagang itu.


Singkat cerita...


Siang...


Acara pernikahan sudah berlangsung, akad juga berjalan lancar. Namun sesuai keinginan Tika, Fatih datang sebagai tamu dan keluarga besar tidak perlu mengetahui siapa dia dalam keluarga nya.


Fatih menggandeng tangan Alexa memasuki ballroom hotel tersebut, terdengar alunan musik mengiringi acara tersebut.


Fatih menoleh ke arah istri nya yang cantik dengan gaun muslim berwarna gold. Ia teringat dengan pernikahan mereka tanpa embel-embel pesta, bahkan semua terjadi karena hamster. Fatih tersenyum dalam hati mengingat kejadian itu, seharusnya ia juga menjadikan istri nya ratu yang di lihat banyak orang seperti kia, tapi Tak pernah sekalipun Alexa menyinggung tentang pernikahan mereka yang singkat dan padat namun mampu bertahan hingga saat ini.


"Hai bang Fatih !" sapa kia saat keduanya menghampiri pelaminan. Yudhoyono tersenyum melihat kehadiran keduanya, berbeda dengan Tika yang bersikap acuh.


"Selamat ya untuk kalian !" Ujar Alexa, Dava dan kia mengulas senyum lalu menyuruh mereka untuk mencicipi hidangan.


"Nanti ayah ingin berbicara berdua dengan mu !" desis Yudhoyono di telinga Fatih.


"Baik pak Yudhoyono !" jawab Fatih lalu melangkah meninggalkan pelaminan.


"Ayo sayang kita makan dulu !" ajak Fatih memilih beberapa makanan.


"Ada apa bang ?" tanya Alexa memindai wajah Fatih.


"entah lah ayah, kita makan saja dulu !"


Jawab Fatih dan di anggukan oleh Alexa.


Fatih tahu apa yang akan Yudoyono bicarakan, namun Fatih sudah memutuskan.


setengah jam kemudian Yudhoyono menghampiri Fatih, ia langsung meminta izin pada Alexa untuk berbicara empat mata dengan sang ayah.


"bagaimana selanjutnya...!"


"Fatih yang akan bereskan masalah itu sendiri yah, Fatih tidak ingin lewat jalur hukum. Fatih tidak mau melihat istri Fatih sedih, seperti nya kita bisa berdamai. mungkin itu lebih baik, Fatih sudah memaafkan."


Bersambung....


Terimakasih yang masih setia 😍😍😍