
Merina menoleh ke arah Alexa yang mengalihkan pandangan nya pada ponsel. Fatih menolak untuk di suapi oleh istri nya itu, dan yang membuat sakit adalah Fatih bersikap dingin bak salju.
Beberapa kali justru ia bertanya tentang Adzkia. Alexa memilih untuk diam dan memaklumi keadaan Fatih yang mengalami amnesia pasca kecelakaan itu.
"sayang, kamu juga makan ya. Mau pergi makan di luar ?"
Tanya Micel menoleh sekilas ke arah Fatih yang duduk di ranjang di temani Merina.
Alexa mengangguk lalu beranjak dari duduknya.
"Ma, Alexa keluar dulu !"
pamit Alexa melirik kearah Fatih yang masih tidak bergeming.
Beberapa bulan mengalami koma dan hal itu membawa perubahan besar pada sikap Fatih yang sebelumnya hangat menjadi dingin.
Alexa tidak tahu harus bagaimana, sedangkan dokter meminta mereka untuk tidak memaksakan Fatih mengingat sepenggal kisah cinta mereka.
Michel merangkul pundak Alexa berjalan di koridor rumah sakit, sang ibu terlihat cantik dan muda menggunakan pakaian perawat.
Tapi kenapa hal itu tidak membuat sayang merasa ia berharga? Apa yang di cari ?
"kamu harus sabar sayang. Lambat laun juga Fatih akan ingat."
cakap Michel mengelus kepala putri nya.
"ya, tapi tetap saja rasanya sakit Bu. Alexa berharap saat bang Fatih sadar, dia langsung memeluk Alexa. Namun yang terjadi justru ia berubah menjadi pangeran salju yang dingin tak ingin tersentuh."
ujar Alexa lalu duduk di kursi kafe rumah sakit itu.
"hm, ibu paham tapi kalau kita memaksakan Fatih justru tidak baik untuk kesehatan nya !" jawab Micel. Ia terus memberikan pemahaman pada putri nya agar ia sabar dan mengerti keadaan Fatih.
"Rasanya rindu ayah !"
cetus Alexa membuat Micel tertegun sejenak.
"jangan menyerah begitu, apa putri ibu menyesal karena sudah menunggu suami nya sadar ?"
Alexa menggeleng kan kepala nya lalu menelungkup kan wajah di meja kemudian terisak.
"Alexa...."
seru Micel mendekati putri nya.
"sebentar saja biarkan Alexa menangis Bu !"
Micel terpaku mendengar tangis pilu Alexa, ia sendiri bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Semua tidak terduga dan Alexa terlanjur berharap pada Fatih.
Micel menghela nafas panjang mengingat ucapan Fernando yang mengatakan bahwa semua berawal dari ide konyol nya yang mengirim Alexa ke Indonesia.
jika tidak mungkin mereka tidak akan terjebak rantai permasalahan ini, namun lepas dari semua itu bukan Ia yang menentukan skenario. Tuhan semesta yang mempunyai jalan cerita kehidupan, dan semua sudah di atur sebaik mungkin oleh yang maha kuasa.
Alexa bingung apakah ia harus kembali ke ruangan dan menghadapi sikap Fatih yang seperti itu, atau lari dengan pulang ke apartemen bersama sang ibu.
"Tetap berada di samping Fatih apapun keadaannya sayang, mungkin dengan itu Fatih percaya bahwa kalian terikat cinta."
Cakap Micel setelah mereka selesai makan.
"Ya Bu !"
jawab Alexa singkat lalu beranjak dari duduknya melangkah menuju ruang perawatan Fatih.
Memang tidak ada bukti sebab foto foto mereka berada di ponsel Fatih, dan ponsel tersebut hancur saat kecelakaan itu.
Dan ponselnya juga di sita sang ayah, beliau juga menghapus semua foto kebersamaan mereka.
"kamu sudah kembali ?"
tanya Merina saat Alexa masuk bersama Micel. Alfat sendiri memilih diam sebab ya juga bingung tak menyangka kalau Fatih sampai amnesia. Sementara Yudhoyono memberikan kabar bahwa ia tengah berada di perjalanan menuju Canada, tenan kuliah nya itu ingin bertemu dan membicarakan suatu yang penting entah apa? Alfat sendiri penasaran dan tidak tahu apa maksud kedatangan Yudhoyono.
Michel langsung pamit pada Merina dan alfat. Ia menitipkan Alexa pada mertua nya Itu.
Setelah selesai makan Fatih juga memilih kembali beristirahat, kepala kembali terasa pusing kala ia mencoba mengingat sosok wanita muda yang duduk di sofa. Fatih terus memperhatikan Alexa, perempuan itu cantik dengan dress berwarna mocaa dan pasmina berwarna cappucino. Alexa juga memilih diam dan sabar menerima keadaan mereka.
Malam...
Seperti biasa Alexa masih stay menemani Fatih di rumah sakit, ia juga tidak menolak. Sementara Merina pulang bersama alfat. Dokter mengatakan kalau lusa Fatih bisa pulang ke rumah dan tetap dalam pantauan dokter.
Fatih membuka mata nya dan melihat Alexa yang sudah terlelap tidur di sofa panjang.
Cantik, bulu mata nya yang lentik dan panjang. hidung nya yang mancung serta bibir nya yang ranum.
Benarkah perempuan ini istri nya ?
Merina mengatakan bahwa mereka menikah tiga bulan yang lalu. Saat ini istri nya itu tengah menempuh pendidikan kedokteran di universitas terbaik di Canada, dengan itu Fatih tahu kalau Alexa pasti smart.
Fatih tidak bisa mengingat kebersamaan mereka, semua blur dan yang Fatih ingat hanya saat terakhir ia bertemu dengan Adzkia. Perempuan yang ia inginkan sebagai calon istri nya, namun entah apa yang terjadi dengan cerita selanjutnya? Mengapa justru perempuan ini lah yang kini berstatus sebagai istri nya.
Fatih tertegun melihat bulir bening keluar dari mata Alexa yang tertutup rapat, entah apa yang tengah ia rasa kan ? Apakah sikap nya menyakitkan hati ? tak ada percakapan apapun semenjak ia bangun dari tidur panjang nya. Alexa juga memilih untuk mengikuti saran dokter.
Alexa membuka mata lalu menatap Fatih yang tengah mengamati nya.
"kamu sudah bangun bang ? Apa Kamu butuh sesuatu ?"
Alexa beranjak dari tidur nya lalu duduk menghadap Fatih.
"Tidak Alexa...!"
Jawab Fatih singkat lalu kembali memejamkan mata nya, ia juga berharap agar bisa secepatnya mengingat mereka.
Alexa menghela nafas berat lalu kembali meringkuk di sofa.
"kamu harus sabar Alexa !"
batin nya meringis perih.
Darinya Alexa mengenal ketulusan cinta dan seketika semesta membuat ia merasa kan pedih nya cinta saat ia terlupakan tanpa sengaja.
"Jika ini ujian untuk cinta kita, maka kuatkan aku dan dia menghadapi nya !"
gumam Alexa kembali memaksa untuk tidur.
**
Sementara Merina tidak bisa tidur saat alfat, sang suami mengatakan tentang Yudhoyono yang hendak datang menemui mereka.
Entah apa tujuan pria itu, Merina cemas dengan keadaan Fatih. Bagaimana kalau ternyata diam diam Yudhoyono menyelidiki tentang siapa Fatih sebenarnya, dokter memang mengatakan bahwa darah dan gen Fatih cocok dengan Yudhoyono.
entah apa yang terjadi di masa lalu ? bagaimana kalau Yudhoyono ayah Fatih ? Dan mungkin saja beliau datang untuk mengungkapkan semua itu.
Merina tak ingin Yudhoyono mengambil Fatih dari nya, lalu bagaimana tanggapan Fatih jika mengetahui kalau ia bukan anak kandung nya.
alfat terbangun saat mendengar Merina terisak, keadaan memang begitu memilukan. bagaimana pun menghindar ia tidak akan bisa melawan ketepatan Tuhan jika semua rahasia itu harus terbongkar.
"Mintalah pada sang pencipta agar kita semua di berikan keluasan hati menerima segala ketetapan Nya !"
Bersambung.