Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
saudara sepupu.2


Fatih tertegun memikirkan Alexa yang entah pergi kemana, ia sendiri belum memiliki tenaga yang banyak untuk mencari keberadaan nya. Namun Michel mengatakan bahwa ia sudah mengirim pesan pada Alexa.


"Ya sudah Kita sekarang lanjutkan rencana awal saja. Soal Alexa nanti ayah pikiran.!"


Ujar alfat iba melihat kondisi Adzkia yang sudah lemah. Mereka khawatir jika Adzkia tidak sanggup bertahan.


"Ya Mungkin seperti itu saja, nanti Fatih akan jelaskan pada Alexa !" jawab Fatih dengan malas. Entahlah sedikitpun ia tidak mengingat tentang Alexa. Dan Ia berharap akan kesembuhan Adzkia. Tak apa lah mereka mungkin memang di takdir kan sebagai saudara kandung.


*


Alexa mengirimkan pesan pada Micel bahwa untuk saat ini ia ingin bersama sang ayah. Alexa juga berharap kedua nya bisa rujuk dan bersama seperti dulu lagi.


Michel hanya bisa menghela nafas panjang tanpa berkata apa apa. Semoga Alexa tidak gegabah mengambil keputusan.


Alexa tidak bercerita apapun pada Fernando, ia hanya mengatakan bahwa sedih sebab Fatih mengalami amnesia.


Fernando juga tidak berkomentar banyak karena memang tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Ia juga tak mau memaksakan kehendak nya lagi.


Tentang kejadian lalu pun sudah ia tutup dengan rapat. Sebab pelakunya juga mati di tempat.


Saat ini Fernando hanya ingin tahu sejauh mana hubungan mereka Bertahan, Ia hanya cukup bersabar dan menunggu dengan santai.


"Tidur lah Alexa. Jangan pikir kan apapun yang membuat mu sedih."


Ujar Fernando mengusap kepala Alexa lalu lebih dulu masuk ke dalam kamar.


Sementara Fatih tengah melakukan operasi untuk pencakokan Sum sum tulang belakang.


malam itu juga dokter langsung bertindak sebab jika menunda waktu dokter khawatir Adzkia tidak kuat.


Esoknya..


Seperti biasa nya Alexa pergi ke kampus untuk kuliah. Seperti malam sebelumnya ia tidak bisa tidur nyenyak karena jauh dari Fatih.


Alexa menyekap air mata yang turun seenak nya saja, kepedihan tengah melingkupi jiwa nya. Fatih bahkan tidak menghubungi nya sama sekali.


Apakah Ia tidak berarti sama sekali ?


Alexa menghela nafas berat, air mata itu terasa perih di mata hingga beberapa kali Alexa mencoba untuk berhenti mengeluarkan air mata nya, namun lagi lagi ia kalah.


Fernando menghampiri Alexa lalu memeluk tubuh nya. "menangis lah, ayah tahu ada yang kamu sembunyikan !"


Ujar Fernando membuat Alexa membeku beriringan dengan salju yang turun untuk pertama kalinya.


"Entah...!"


jawab Alexa singkat menunjukkan kepalanya.


"ya sudah, pakai lah jaket tebal. Salju sudah mulai turun dan ayah akan mengantarkan mu ke kampus !" ujar Fernando dan di anggukan oleh Alexa.


"Rindu kak Wiliam !" lirih Alexa membuat Fernando tersenyum simpul. Mungkinkah Alexa menyesali keputusan nya mempertahankan Fatih ? Semoga saja !


keduanya keluar dari apartemen seiring salju yang berjatuhan membuat keadaan semakin dingin.


*


Sementara itu Fatih baru sadar pasca operasi pencangkokan sumsum tulang belakang yang Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saat ini azdkia belum sadarkan diri usai operasi tersebut.


Fatih menoleh ke arah jendela yang terdapat salju. Pantas udara begitu dingin. Ia tertegun mengingat sosok yang hilang sejak kemarin sore.


Fatih beranjak dari duduknya lalu memintanya bantuan seseorang untuk mengantarkan nya ke kampus Alexa nanti siang.


Sebaiknya Fatih menjemput wanita muda itu di kampus nya.


*


Biasa nya Alexa berdua dengan Almira, namun Siang ini ia tidak ada teman untuk sekedar berbicara hal random.


Fernando mengatakan tidak bisa menjemput nya karena ada suatu urusan. Alexa duduk di kursi taman yang kosong. Salju turun semakin banyak, terlihat beberapa anak begitu senang dengan kedatangan salju pertanda awal musim dingin di mulai.


"Alexa...!"


Seru seseorang membuat Alexa menoleh seketika. Micel sudah berada di belakang nya.


*


"kini kedua nya duduk di kursi kafe yang menghadap bangunan indah kota Canada. Sejak sampai mereka berdua belum pernah jalan jalan, Alexa juga menghabiskan liburan nya di rumah sakit.


"Jangan salah paham tentang Fatih dan Adzkia...."


Semua Micel cerita kan hingga detail, dan hal itu membuat Alexa bungkam. Dan Apapun keadaannya Kenyataan nya adalah Ia dan Fatih tetap saudara sepupu. Apa masih pantas di pertahankan sedangkan Fatih seperti tidak menginginkannya. Alexa tahu Fatih mengalami amnesia, ia harus memaklumi nya, tapi tetap saja ia tidak sanggup melihat mereka berdua seperti itu.


"sekarang ibu enggak maksa Kamu untuk menemui Fatih, ibu sudah menjelaskan semua nya dan sekarang tinggal bagaimana kata hati mu. Tapi yang harus kamu tahu bahwa Ibu merestui kamu dengan Fatih." Alexa tidak menjawab pernyataan itu, ia sendiri belum tahu langkah selanjutnya. Rasanya buram dan Alexa belum bisa memutuskan terlebih mereka saudara sepupu.


"Ya sudah, ibu harus pergi ke rumah sakit."


"apa ibu sudah bertemu dengan ayah ?" tanya Alexa membuat Micel menghentikan langkahnya.


"Sudah...!"


jawab sang ibu dengan singkat lalu menoleh dan pergi setelah mencium pucuknya kepala putri nya.


Micel memang sudah bertemu dengan Fernando, pria itu datang menyampaikan maksud nya yang ingin rujuk. Namun Micel belum memberikan jawaban apa apa, sebab ia masih tidak menduga bahwa pria itu menurunkan ego nya, entah apa rencana di balik penyerahan nya.


Micel menoleh ke belakang dan melihat Alexa masih duduk sendiri.


Merina mengatakan bahwa Fatih hendak menjemput Alexa di kampus nya, karena itu lah Micel membiarkan Alexa sendiri.


Alexa menyeka air matanya mengingat permasalahan dalam hidup nya. William mengatakan bahwa ia tidak boleh cengeng lagi, tapi jika seperti ini rasa nya ingin menangis meraung keras.


Alexa tahu kalau perpisahan yang terjadi dengan kedua orang tua nya juga karena sang ibu yang mendukung nya dengan Fatih, tapi keadaan justru berbalik menyerang nya.


Katanya Adik kakak, tapi mereka pernah ada rasa? Dan apa salah jika ia cemburu?


Lagi lagi ia tidak bisa membendung nya, Rasa perih itu kian meradang membuat sesak.


Kenapa kamu begitu kukuh Alexa?


Tanya nya sendiri dalam hati.


Salju turun semakin deras, dan angin berhembus kencang membuat udara kian mencekam.


"I hate hamster... You hamster."


Ujar Alexa lalu menyeka air matanya. Ia terkekeh sendiri mengingat kejadian lalu saat pertama kali mereka bertemu, Binatang kecil itu yang menjadi penyebab mereka dalam ikatan. Jika tidak ada binatang itu mungkin keadaan nya akan lain.


Rasa tak ingin beranjak dan membiarkan tubuh nya membeku di bawah guyuran salju.


Fatih turun dari mobil lalu melangkah menghampiri Alexa yang duduk sendirian.


Fatih menghentikan langkahnya saat mendengar Isak tangis perempuan muda itu.


Bersambung.