
Udara malam di kota Bogor begitu dingin, kini kedua nya tengah makan malam bersama.
Beberapa kali Alexa mengusap usap tangan nya karena kedinginan.
Malam itu Alexa begitu cantik dengan dress cantik berwarna Lilac senada dengan warna pasmina nya.
Alexa senyum ke arah Fatih yang terus menatap nya lekat.
Fatih beranjak dari duduknya lalu memindahkan kursi ke samping Alexa.
"kamu kedinginan ya dek?!"
Tanya Fatih lalu membuka jas nya kemudian memakai kan nya pada Alexa.
"Ya angin'nya itu bang sampai ke pori pori !"
Jawab Alexa menyadarkan tubuh nya pada Fatih lalu mendekap nya erat.
Bagi fatih ini suatu keberuntungan karena bisa bekerja sambil berlibur.
"Mau masuk ke dalam kamar ?"
Tanya Fatih namun Alexa menggeleng, ia ingin menikmati masa indah ini bersama Fatih, melihat keindahan kota Bogor dari atas puncak di tambah bintang yang bersinar di langit yang gelap.
Suasana romantis yang tidak ingin segera berakhir, Fatih memindai wajah Alexa yang menelisik ke dada bidang nya, menempel kan wajah nya yang merona.
Fatih senyum lalu mencium hidung Alexa yang mancung, kedua nya saling menatap hingga bibir itu kembali terpaut penuh hasrat.
Fatih menatap kedalam netra indah milik Alexa, ia benar benar sudah jatuh cinta pada perempuan muda ini.
"Udara semakin dingin ayo kita masuk ke dalam kamar, Alexa !"
Ajak Fatih lalu kedua nya beranjak dari tempat Itu.
Fatih merangkul pundak Alexa masuk ke dalam kamar hotel, Angin di atas puncak memang begitu dingin.
Keduanya masuk ke dalam kamar lalu Fatih memeluk Alexa dari belakang.
"Alexa Abang cinta sama kamu !"
desis Fatih ditelinga Alexa.
bulu kuduk nya langsung meremang kala Fatih mulai menciumi kepala nya.
Kedua nya berjalan ke arah ranjang, Alexa langsung membuka pasmina berwarna Lilac itu, Alexa mengigit bibir nya saat Fatih menciumi leher nya hingga menciptakan memar tanda kepemilikan.
"Bang !"
Desis Alexa dengan nafas tersengal menikmati sentuhan Fatih yang begitu memabukkan.
Dua insan yang tengah di mabuk cinta terlena dalam lautan hasrat hingga kedua nya sama sama mendambakan hal lebih dari sekedar berciuman.
Fatih tidak bisa menahan diri lagi saat Hasrat dan cinta merajai jiwa nya.
"Alexa...!"
desis Fatih yang kini berada di atas nya menghimpit tubuh yang Alexa yang hangat.
"Hum ?"
Jawab Alexa membuat gairah Fatih semakin memuncak.
"Apa boleh Alexa ?"
Tanya Fatih mendekatkan wajahnya dengan Alexa.
Alexa juga terlena dengan sentuhan Fatih mengangguk mengizinkan Fatih berbuat lebih, tidak akan menjadi dosa karena mereka sudah menikah dan Alexa pikir juga ia tidak akan hamil karena berada di posisi tidak subur.
Tapi bagaimana kalau ia sampai hamil ?
"Bang, pakai pengaman saja !"
Ujar Alexa menghentikan langkah Fatih yang hendak memasuki nya.
Fatih memang menyimpan benda itu di tas, beberapa waktu yang lalu ia membeli nya saat Alexa mulai terbiasa tidur dengan nya, Fatih khawatir tidak bisa menahan diri sementara Alexa masih sekolah, jujur saja ia khawatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan, tapi saat ini ia Benar-benar tidak bisa menunda nya lagi.
Sesuai arahan dari Alexa Fatih menggunakan pengaman, Alexa memejamkan mata nya saat Fatih mulai mendesak nya.
Alexa menggigit bibir nya sendiri saat Fatih mulai menembus pertahanan nya dan saat itu juga Alexa merasa perih yang teramat hingga air mata jatuh tak tertahan kan.
"sayang ? apa sakit ? maaf kan Abang, dek !"
Alexa menarik napas dalam-dalam saat milik nya terasa perih dan penuh, namun rasa sakit itu berangsur hilang saat Fatih mulai memacu nya perlahan dengan lembut, mencium bibir nya untuk meredam rasa sakit itu hingga lama kelamaan berganti rasa yang menakjubkan.
Rasa nya begitu indah dan tak mampu ia Jabar kan oleh kata-kata.
yang Fatih rasa kan saat ini adalah ia semakin mencintai Alexa.
"Alexa kau begitu indah !"
Seru Fatih lalu kembali memulai perjalanan nya menuju puncak nirwana.
Malam itu menjadi malam pertama untuk mereka berdua, Alexa persembahkan dirinya pada Fatih dan berharap mereka tidak akan berpisah.
langit yang indah penuh bintang menjadi saksi cinta itu kian bersemi dan tumbuh semakin dalam, kedua nya bersama dalam penyatuan dan enggan berpisah, saling memeluk hangat dan nikmat yang tercipta membuat kedua nya terus saling mendekap erat.
****
pagi...
Alexa membuka mata nya dan melihat Fatih yang masih terlelap, ia ingat dengan kejadian semalam.
Alexa menatap embun pagi pada kaca jendela, ia tidak menyesal memberikan mahkota nya pada Fatih karena pria itu adalah suami nya, pria yang berhak atas tubuh nya.
Alexa merasa kan milik nya yang masih perih, tapi semalam begitu indah.
Alexa merasa kan wajah nya yang merona, ia bahkan sangat menikmati permainan Fatih.
Fatih membuka mata nya dan tidak menyangka bahwa wajah cantik Alexa hadir dengan senyuman yang indah.
"Sayang, kamu sudah bangun ?"
Alexa mengangguk.
"Terimakasih untuk semalam, maaf ya Abang buat kamu lelah !"
Alexa menggeleng lalu memeluk tubuh Fatih.
"Kamu enggak nyesel kan sayang ?"
Tanya Fatih memindai wajah Alexa.
"kamu suami aku, kenapa harus merasa menyesal !"
jawab Alexa membuat Fatih kagum pada wanita cantik itu.
"aku semakin mencintai mu Alexa !"
ujar Fatih memeluk tubuh Alexa
Usai itu kedua nya mandi bersama, gegas kedua nya melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Fatih meraih tubuh Alexa lalu memeluk nya erat.
"terimakasih dek untuk penyerahan nya, Abang janji akan yakinkan ayah kamu agar kita bisa tetap bersama."
Cakap Fatih dan di anggukan oleh Alexa.
"Ya bang, Alexa juga berharap seperti itu..."
jawab Alexa mendekap erat tubuh Fatih, kemudian keduanya kembali naik ke ranjang untuk istirahat.
Fatih akan memantau proyek siang dan saat ini ia masih ingin memeluk Istrinya itu.
***
Di lain tempat seorang perempuan tengah bersedih karena dokter mengatakan bahwa kanker nya mulai tumbuh dan menyebar ke tubuh nya, Ia khawatir jika tidak mampu bertahan.
Adzkia tak tahu kenapa ia sampai menderita leukimia, Mimpi buruk yang menjelma menjadi nyata.
Ia ragu untuk bertemu dengan Fatih jika keadaan nya seperti itu, tapi jujur ia sangat mengharapkan pria itu, Rasa cinta yang tumbuh seiring kedekatan mereka berdua, Fatih pasti merasa aneh karena tiba tiba ia menghilang.
Adzkia berpikir bahwa Ia ingin bersama Fatih di sisa hidup nya, kalau pun ia harus mati, tapi ia bahagia jika bisa bersama dengan orang yang ia cintai, tapi apa Fatih mau menerima keadaan nya yang sekarang?
*
**
**
bersambung.
terima kasih yang sudah mampir 😍😍