Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
perihal anak.


Fatih tertegun mendengar apa yang Alexa sampai kan, Ia hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi pada istri nya itu.


Fatih memeluk tubuh istri nya erat, ia mengusap punggung nya untuk memberikan ketenangan.


"kenapa kamu enggak bilang dulu sebelum melalui pemeriksaan ? bukannya kah kamu bilang kalau kita akan periksa sama sama Alexa, tapi kenapa kamu sendiri !?"


Tanya Fatih masih memeluk Alexa, perempuan itu mendongak lalu menatap wajah Fatih.


"bagaimana kalau aku enggak bisa punya anak bang ?" tanya Alexa membuat Fatih tertegun menatap wajah yang basah karena air mata.


"Ada atau tidak anak, kita akan tetap bersama. Abang tidak akan pernah meninggalkan kamu Alexa !"


jawab Fatih lalu kembali memeluk Ale sayang.


"Apapun keadaannya aku tidak pernah menyesali cinta ku padamu Alexa. Jangan jalani sendiri karena ada aku yang sangat menyayangi mu. Aku tidak menuntut apapun dari mu, dan perihal anak jangan jadi kan itu beban." Sambung Fatih membuat Alexa kembali menangis.


"Aku takut kamu berubah bang, aku....." Alexa mendongak menatap wajah Fatih.


"Kita berdoa pada Tuhan, Agar kita selalu saling mencintai. Aku mencintaimu karena Allah SWT. dan harapan ku adalah kita bisa bersama hingga Jannah." Tambah nya lalu kembali memeluk Alexa.


Usai itu Fatih mengajak Alexa untuk makan, kedua nya memutuskan untuk pergi keluar mencari makan.


kedua nya memasuki restoran mewah yang berada di pusat kota Berlin, suasana dingin dengan salju mengiringi langkah kedua nya.


"Pesan apa sayang ?" Tanya Fatih setelah kedua nya duduk di kursi.


"Apa saja bang, sama kan saja !"


Fatih mengangguk lalu memesan beberapa makanan untuk mereka.


Fatih mengerti apa yang Alexa rasakan, maka ia akan berusaha untuk terus menghibur istri nya itu.


Fatih tidak tahu jika Alexa sudah bergerak sejauh itu, mungkin selama ini ia begitu sibuk hingga tidak menyadari perubahan yang terjadi pada istri nya. harus nya ia pahami keadaan itu. Fatih pun bertekad untuk lebih memperhatikan istrinya itu.


***


Beberapa Minggu berlalu..


Fatih mengajak Alexa berlibur ke Canada, Merina mengatakan bahwa ada Alisa dan kedua anak nya ikut serta ke Canada.


William Sendiri menolak perjodohan itu, entah lah apa mau nya pria yang kini sudah berkepala tiga Itu. Ia tolak bermacam wanita yang datang pada nya. Karena nama itu masih saja tersemat dalam dada, dan tentunya hal itu membuat Fernando geram, Micel juga tidak bisa berkata apa apa karena ia juga sudah berusaha namun kenyataannya nama Alisa tidak pernah goyah dalam benaknya.


"Jadi ada kak Alisa di rumah ibu bang ?" tanya Alexa. saat ini kedua nya berada di pesawat menuju Canada.


"Ya, kata ibu sudah seminggu ini tinggal di Canada, tapi tidak dengan suaminya !"


"loh, kenapa bang ?"


Tanya Alexa heran.


"Entah lah, Abang juga tidak tahu dek !" jawab Fatih lalu merangkul tubuh Alexa kemudian mendekap nya.


Setelah hari itu tidak pernah ada pembahasan tentang anak, Fatih menegaskan pada Alexa untuk tidak memikirkan hal itu, Ia mengatakan dengan lembut pada Alexa. bahwa tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk mereka, maka nikmati saja proses nya sampai kelak mereka menua.


***


Beberapa waktu berlalu...


Malam itu mereka tiba di airport Canada, Alfat langsung menjemput mereka saat Fatih memberi tahu bahwa mereka sudah sampai di negara itu.


"Fatih...!" Seru alfat saat melihat kedua nya berjalan menarik koper. Mereka langsung menghampiri alfat.


"Ayah....!" ucap Fatih lalu memeluk pria itu.


"Menyenangkan...!" jawab Fatih senyum lalu merangkul pundak Alexa.


"Ya sudah ayo kita pulang !" ajak alfat lalu berjalan lebih dulu di depan mereka.


Setahun yang lalu mereka singgah saat hari raya, dan baru sekarang kembali ke negara itu sebab mengingat kesibukan yang cukup padat.


Setengah jam berlalu mereka sampai di rumah, Fatih langsung membuka pintu mobil kemudian mengajak Alexa masuk ke dalam tubuh rumah.


"Assalamualaikum."


"walaikumsalam... !" jawab Merina dari dalam langsung menghampiri kemudian memeluk erat kedua nya.


"Ibu kangen sekali dengan kalian, Ayo masuk !" ajak nya merangkul pundak Alexa masuk ke dalam rumah. Terlihat Alisa tengah menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan mereka.


"Kak, bagaimana kabar mu ?" tanya Alexa langsung memeluk Alisa.


"Baik, bagaimana kabar kalian ? Sudah ada kabar gembira ?" tanya Alisa mengulas senyum memindai wajah Alexa, senyum itu langsung memudar.


"Ayo kita makan saja, Fatih sangat lapar !" Ajak Fatih lalu merangkul pundak Alexa untuk duduk di kursi.


"Seperti nya Alexa enggak bisa kasih kabar gembira kak, ibu....!" Ujar Alexa membuat Fatih tertegun sejenak, lekas Fatih meminta Alexa untuk tidak mengatakan hal itu.


"ada apa Alexa, Fatih ?" tanya Merina memindai ekspresi kedua nya.


"Sudah lah Alex kita baru sampai !"


"Tidak apa-apa, Alexa tidak mau menutupi apapun. Mereka harus tahu agar....." Alexa menghentikan ucapannya dengan mata berkaca-kaca.


"Ada apa Fatih ? Kalian ada masalah ?"


tanya Merina menautkan kedua alis nya.


"Ya, katakanlah pada kami ?"


"Ya sebenarnya Alexa terkena sindrom ovarium polikistik yang membuat kita susah punya anak.....!" Fatih menjelaskan semua nya pada mereka, dan Fatih menegaskan bahwa keberadaan anak tidak akan merubah cinta nya terhadap Alexa.


Alisa merasa bersalah karena sudah menanyakan hal itu dan kemungkinan Alexa tersinggung karena hal itu, lekas ia beranjak dari duduknya lalu menghampiri Alexa.


"Maafkan kakak ya Alexa, kakak tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan kamu..." ujar nya kemudian merengkuh tubuh Alexa.


"enggak apa-apa kok, emang Alexa berniat untuk jujur karena tidak ingin kalian menunggu !" jawab Alexa tersenyum getir.


"Tidak seperti itu Alexa, kita menunggu bukan berarti menuntut hal itu dari kamu. Kamu jangan berkecil hati nak, semoga ada keajaiban yang menyapa kalian." Ujar Merina membuat Alexa terenyuh lalu menitikkan air mata.


"Perihal anak memang seringkali menjadi perdebatan, namun kehadiran anak juga tidak menjamin langgeng nya suatu hubungan, seperti halnya rumah tangga kakak, meskipun sudah ada Areta dan aldan, namun hal itu tidak membuat rumah tangga kami bahagia !" Ujar Asila membuat Alexa langsung menoleh.


"maksudnya apa kak ?"


Alisa menghela nafas panjang lalu bercerita tentang kehidupan rumah tangga nya yang kandas karena sang suami kembali pada mantan kekasih nya.


Alexa tidak menyangka hal itu, mungkin kah ini jawaban dari senyum hambar yang selalu asila tampak kan saat Alexa dan Fatih mengunjungi mereka di rumah nya.


***


Bersambung....


Terimakasih untuk para reader yang masih setia, author minta maaf untuk keterlambatan up nya.


🙏🙏🙏🙏