
Beberapa waktu berlalu...
Setelah seminggu di Indonesia mereka kembali ke Jerman dan kembali sibuk dengan aktivitas masing-masing. Fatih tidak memikirkan perihal dalang di balik kecelakaan yang menimpa nya waktu itu.
Fatih akan mengungkapkan nya jika suatu saat ia perlukan, Bagi Fatih saat ini adalah ketentraman rumah tangga nya bersama Alexa.
Hari berlalu, bulan berganti membuat Alexa resah karena beberapa kali ia melewati bulan dengan tangan hampa.
Kenapa ia tidak juga hamil ?
Namun Fatih selalu mengatakan bahwa mereka tidak perlu mencemaskan apapun, mungkin tuhan memang belum mempercayakan anugrah tersebut pada mereka.
Fatih menjalani dengan semestinya, menjadi suami yang baik dan tak henti memberikan Alexa semangat.
Tiga tahun berlalu....
Sudah satu bulan ini Alexa bertugas di rumah sakit sang ayah. Alexa duduk termangu sendiri di closed. Pagi ini ia kembali mendapatkan menstruasi.
Tiga tahun menanti kan, dan hingga saat ini ia harus kembali menghela nafas berat.
semua memang berjalan baik baik saja, Ia menjadi seorang dokter ahli bedah seperti keinginan sang ayah. Ia lulus dengan nilai terbaik di kampus nya. Namun satu hal yang selalu menjadi pertanyaan. Kenapa ia tidak kunjung hamil ?
Beberapa waktu mencoba untuk sabar seperti ucapan suami nya, Fatih sendiri tidak pernah menuntut hal itu dari nya, namun berbeda dengan Alexa. Naluri nya terluka saat mendapati harapan itu harus kembali tertunda.
Salah kah ia mendambakan hadir nya buah hati di antara mereka berdua, bertahan sekian lama, namun hal itu yang selalu menjadi pertanyaan.
"sayang, Alexa...ayo cepat. Abang ada meeting pagi !" seru Fatih membuyar kan lamunan nya.
Lekas Alexa menyeka air matanya lalu keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuh nya.
Fatih tertegun melihat wajah sembab yang nampak pada raut istri nya, alis nya bertaut penuh tanya.
"Ada apa sayang ?" tanya Fatih. Alexa hanya menoleh lalu melengos pergi begitu saja.
Fatih menghela nafas panjang lalu mengikuti langkah Alexa.
"Aku mau periksa kandungan ku bang, hum... aku rasa sudah saatnya kita memikirkan tentang anak, Alexa sekarang sudah menjadi dokter dan Alexa ingin kita memiliki anak !"
Ujar Alexa membuat Fatih tertegun.
"Kia dan dokter Dava saja sudah punya anak, sementara kita?"
Sambung nya membuat Fatih menghela nafas panjang.
"Kamu yakin mau periksa ? Kalau Abang enggak masalah sih ayo aja kalau kamu penasaran, hanya apa yang akan kita lakukan, kalau kamu, atau Abang kemungkinan bermasalah.?"
Tanya Fatih membuat Alexa tertegun.
"Ya sudah bersiap lah, nanti kita pikirkan itu Alexa. Abang harus pergi sekarang sayang !"
Cakap Fatih kemudian Alexa bergegas mengambil pakaian nya di lemari.
***
Alexa terus memikirkan perihal itu, apa sebaiknya ia memeriksa keadaan nya lebih dulu.
"Dokter....." seru Alexa lalu membicarakan soal permasalahan nya.
"Ya sudah ayo ikut dengan ku. Kita cari tahu permasalahan nya." jawab dokter berkerudung biru itu.
Alexa menceritakan semuanya pada dokter itu, Regina mendengar kan dengan seksama maksud Alexa. dan waktu itu juga Alexa memeriksa kan keadaan kandungan nya.
"Hum... nanti sore saya kasih hasil nya ya dokter Alexa..." Ujar dokter regina dan di anggukan oleh Alexa.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi, hum,, hubungi saya jika hasilnya sudah keluar."
"baiklah..."
Alexa pun beranjak dari ruangan regina, terlihat Fernando memperhatikan nya dari jauh.
"sedang apa Alexa di ruangan itu ?"
gumam Fernando lalu mengikuti langkah Putri nya itu.
"Alexa....!" seru Fernando berlari kecil menghampiri.
"Sayang, apa yang kamu lakukan di ruangan dokter Regina!? Apa kamu hamil?" Tanya Fernando dengan cemas, Alexa baru bertugas satu bulan ini di rumah sakit nya dan kalau Alexa hamil kemungkinan ia akan Risen.
"Hum,, enggak. Alexa hanya mengobrol saja dengan dokter regina. Apa ayah ingin Alexa hamil ?" Tanya Alexa memindai wajah Sang ayah.
"Bukan, ah tidak maksud Ayah..." Alexa mengerutkan kening nya saat Fernando berhenti bicara.
"sudah lah sayang, ayo kita pergi makan siang bersama !" Elak Fernando mengalihkan pembicaraan lalu merangkul pundak Alexa untuk berjalan menuju restoran yang tidak jauh dari rumah sakit itu.
Alexa meminta dokter regina untuk merahasiakan permasalahan nya dari sang ayah, ia tidak ingin siapapun tahu kecuali mereka berdua.
Fernando pasti akan berpikir macam-macam tentang Fatih, selama ini hubungan mereka juga tidak baik. Namun Fatih selalu mengalah dan tidak menanggapi sikap Fernando.
Sore....
Alexa menerima pesan dari Regina yang mengajaknya untuk bertemu di luar. Usai pekerjaan nya selesai mereka membuat janji bertemu di luar.
Alexa berjalan cepat keluar dari rumah sakit itu, bersyukur karena sang ayah tengah melakukan operasi. Jadi ia tidak perlu khawatir jika pria itu membututi nya.
Tiba di taman yang letaknya berada tidak jauh dari rumah sakit, terlihat regina sudah duduk menunggu nya.
"Alexa......" dokter itu langsung memberikan hasil pemeriksaan nya.
Alexa terpaku saat dokter regina mengatakan bahwa ia terkena sindrom ovarium polikistik, ketidakseimbangan hormon yang menggangu ovulasi. Ovulasi adalah salah satu proses yang terjadi dalam siklus menstruasi pada wanita. Proses ovulasi terjadi ketika folikel telur yang matang pecah dan melepaskannya melalui tuba falopi ke arah rahim untuk mendapatkan pembuahan. Ovulasi dapat terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, yaitu 12–14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya terjadi. Meski begitu, siklus haid pada setiap wanita dapat berbeda-beda.
Memang, kesadaran terkait masa subur dapat menjadi pengetahuan dasar untuk setiap wanita yang menjadi penilaian penting terkait kesehatan bagi ahli medis. Salah satu alasan yang paling penting untuk mencatat masa ovulasi adalah meningkatkan peluang kehamilan.
"Lalu bagaimana dokter ?" Alexa berusaha untuk tenang dan menganggap bahwa itu bukan masalah besar untuk nya.
"Ya, kamu tidak usah khawatir Alexa. Nanti saya akan memberikan kamu obat kesuburan untuk mengubah kadar hormon yang bisa merangsang ovulasi. perihal lain nya tuhan lah yang berkehendak, yang tidak bermasalah saja ada yang tidak punya anak. Jangan khawatir Alexa, semua bisa di usahakan kok !"
bersambung...
happy reading...