
Beberapa waktu berlalu...
Fatih berusaha untuk mengingat cerita tentang ia dan Alexa, namun keadaan nya justru membuat ia sering mengeluh pusing dan ingin muntah.
Jujur saja ia merasa sepi karena tidak ada Alexa, perempuan itu bahkan pergi tanpa pamit.
Merina juga melarang nya untuk berpergian jauh di sebabkan ia yang belum benar benar pulih.
Merina berpikir kalau Alexa akan sabar menghadapi Fatih, tapi ternyata tidak. Mungkin benar apa kata Fernando bahwa jiwa nya masih labil hingga ia belum bisa meneguhkan keinginan nya.
Seminggu yang lalu kia kembali ke Indonesia, Fatih juga berpikir untuk kembali ke Indonesia, mungkin di sana ia bisa mengingat semua tentang Alexa namun lagi lagi Merina melarang nya untuk kembali ke Indonesia.
"Fatih nanti tinggal sama papih Yudhoyono Bu." Ujar Fatih meminta izin. namun lagi lagi Merina bungkam.
"Bu, kasihan Alexa. Fatih harus segera menemukan nya !"
sambung Fatih membuat Merina menatap nya lekat.
"Nanti ibu akan bicarakan dengan ayah mu dulu. Sekarang pergilah beristirahat !" jawab Merina dan di angguk kan oleh Fatih.
***
Saat ini Alexa tengah berkutat dengan pelajaran nya, hari hari ia habis kan dengan belajar dan belajar.
dengan cara itu Alexa mengalihkan pikiran nya dari Fatih.
Pergi tanpa berpamitan bukan hal mudah, namun itulah resiko jika ia mengeluh kan semua itu pada Fernando.
Alexa berjalan di koridor rumah sakit, siang ini sang ayah meminta nya untuk menemui nya di rumah sakit.
Karena melamun Alexa tidak sengaja menabrak bahu seseorang yang tengah berdiri melihat maf.
brug...
beberapa kertas berserak di bawah.
"Maaf kak !" ujar Alexa menoleh ke arah pria berhidung mancung yang seperti nya salah satu dokter di rumah sakit milik sang ayah.
Lekas Alexa memungut kertas kertas tersebut.
"Tidak apa-apa, kamu Alexa kan ?" Tanya dokter tampan itu bernama Dava.
"Ya, hm tahu sih ?" jawab Alexa sembari merapikan kertas tersebut lalu memberikan nya pada Dava.
"Semua yang bekerja di rumah sakit ini pasti tahu anak gadis dokter Fernando, termasuk saya !" jawab Dava sembari mengulas senyum.
"Ya sudah, sekali lagi mohon maaf. Alexa harus segera menemui ayah !" jawab Alexa lalu pergi meninggalkan Dava yang mematung menatap punggung Alexa.
"Cantik....!" gumam Dava lalu pergi menuju ruangan nya.
"hai sayang, sebentar !" ujar Fernando lalu membubarkan obrolan.
"Ada apa yah ? maksud nya ayah sedang apa dengan mereka ?" tanya Alexa duduk di hadapan sang ayah.
"Tidak, hanya membahas mengenai penyakit syaraf. Ayo kita pergi makan siang!" ajak Fernando lalu mengajak Alexa keluar dari ruangan nya.
"Ayah cuma mau makan siang sama kamu !"
Ucap Fernando membuat Alexa menghentikan langkahnya.
"Alexa siang ini masih ada kelas, kenapa ayah membuat Alexa harus bolak balik !" ujar Alexa membuat Alexa mengerucut kan bibir nya.
"Ya sayang, tapi ayah rindu sama kamu. Kita beberapa hari tidak bertatap lama. kamu sibuk dan ayah juga sibuk, dan saat ini kita memiliki waktu luang untuk bersama. Ayolah cantik ayah !" ujar Fernando lalu mengajak Alexa masuk ke dalam mobil nya.
Tak lama keduanya tiba di sebuah restoran mewah, lekas Fernando mengajak Alexa masuk ke dalam.
"Hai, sudah menunggu sejak tadi ?" tanya Fernando pada seorang pria yang sudah duduk di kursi.
"Hai Kita ketemu lagi ?" ujar Dava membuat Alexa tertegun.
"Dava ini dokter bedah yang cukup handal. kamu kan masih belajar, jadi kalau ada apa apa kamu bisa tanyakan langsung pada dokter Dava.!" ujar Fernando membuat Alexa kembali tertegun.
"Ya, Alexa aku akan siap membantu mu. Tapi Waktu ku tidak banyak, hanya enam bulan. Setelah itu aku akan kembali ke Indonesia !" ujar Dava tersenyum simpul.
"loh memang orang Indonesia ?" tanya Alexa dan di anggukan oleh Dava.
Setelah itu mereka makan siang sambil membicarakan hal random mengenai medis.
**
"Bu, Fatih mau susul Alexa ke Jerman saja !" ujar Fatih membuat Merina tertegun, kemarin Putra nya itu meminta ke Indonesia. Dan sekarang ke Jerman.
jujur saja Merina khawatirkan keadaan Fatih, apalagi Fernando mengharapkan ia dan Alexa bercerai. Apa tidak apa-apa jika Fatih berada dengan mereka. Tapi Balik lagi ke Micel. walau bagaimanapun Fatih adalah keponakan nya dan Merina yakin kalau Micel akan melindungi Fatih.
"tunggu sampai kamu benar benar pulih, ibu akan mengantar mu menemui Alexa !" jawab Merina dan di anggukan oleh Fatih.
Ia memang tidak mengingat Alexa, namun keadaan seperti ini juga tidak baik untuk mereka. Mungkin kebersamaan akan membuat nya mengingat Alexa.
bersambung...
Terimakasih yang masih setia 😍💪
Lanjut ya boleh mampir ke novel author satu lagi 🤭😅🙏😍💪
Tengkyu 🤭🙏😍💪