
Fernando tertegun mengingat putri nya yang saat ini berada di Indonesia, Ia sangat merindukan Alexa.
meski anak itu sedikit bandel, tapi tetap saja Alexa adalah harapan untuk nya, Fernando ingin Alexa menjadi seperti dirinya setelah Willi menolak menjadi dokter dan lebih dunia bisnis.
"Kamu kenapa yah ?"
Tanya Michel duduk di hadapan Fernando, karena kecelakaan itu terpaksa ia harus duduk di kursi roda untuk sementara waktu sampai luka nya sembuh.
"Aku rindu anak bandel itu, seperti nya aku menyesal setuju dengan ide mu mengirim Alexa ke Indonesia !"
Jawab Fernando membuat Michel tertegun seketika.
"Kau tahu orang tua Denis itu kolega bisnis Wili, dan kemarin ia menyempatkan datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan ku !"
sambung Fernando.
"Lalu kamu setuju dengan hubungan Alexa dan Denis ?"
Tanya Micel, ia merasa kalau Denis bukan pemuda yang baik.
"Nanti setelah Alexa sudah menjadi dokter, jika ia menikah sekarang lalu bagaimana dengan harapan ku yang ingin Alexa menjadi seorang dokter, menikah hanya akan membuat Alexa terikat dan tidak bebas melangkah sementara aku ingin Alexa kuliah terlebih dahulu dan tidak terburu buru untuk menikah, dan sekarang aku cemas !"
Ujar Fernando membuat Micel tidak mengerti.
"Alexa saat ini tinggal bersama laki laki lajang, apa kamu tidak khawatir sesuatu terjadi dengan mereka, kita di sini menjauhkan nya dari buaya tapi justru ia sekarang masuk kandang singa !"
Cakap Fernando tidak tahu seperti apa Keponakan nya itu kini karena sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan Fatih.
"Aku harap Alexa baik baik saja yah, bulan depan kita akan menjemput nya pulang kan jadi untuk saat ini bersabar lah !"
jawab Micel lalu pergi meninggalkan Fernando.
Ia sebenarnya tidak setuju karena terlalu memaksakan kehendak nya agar Alexa menjadi seorang dokter seperti dirinya, sedang kan sebenarnya Alexa ingin menjadi seorang desainer gaun pengantin.
Namun putri nya itu tidak menolak saat sang ayah mengatakan untuk meneruskan perjuangannya dalam dunia kedokteran.
Willi sendiri menolak dengan tegas karena ia tidak bisa menjadi dokter sebab ia sendiri alergi obat, apa jadinya jika keseharian meliputi obat obatan.
**
di belahan dunia lain...
Alexa terbangun pukul Lima dan melihat Fatih yang masih terlelap memeluk tubuh nya, Alexa begitu nyaman tidur dalam dekapan Fatih, apa yang harus ia lakukan agar mereka tetap bersama ? benarkah kalau mereka saudara sepupu ?
Alexa menatap langit yang masih gelap, Fatih masih terjaga meskipun beberapa kali ia menelisik ke dalam tubuh nya.
"Bang ?"
Seru Alexa menyentuh hidung Fatih yang mancung lalu tangan nya turun ke arah bibir yang selalu mencumbu nya, Alexa terkesiap saat tiba-tiba bibir itu terbuka dan hendak melahap tangan nya.
"Aw..."
Pekik Alexa langsung menjauhkan tangan nya dari Fatih yang langsung terbangun.
"Usil ya kamu dek !"
ujar Fatih membuat Alexa terkekeh kecil lalu Fatih beranjak dan mengungkung nya.
Alexa menatap wajah Fatih yang berada di atas nya, pria itu mengulas senyum dan Alexa mengalungkan tangannya ke leher Fatih, pria itu langsung mendekat dan mencium bibir nya dengan lembut, Alexa memejamkan mata nya menikmati sentuhan dari Fatih.
Pagi itu suasana dingin menjadi hangat karena kebersamaan mereka berdua, Keduanya menikmati masa indah yang tengah di jalani.
**
Fatih mengajak Alexa berolahraga di sekitar taman komplek lalu seseorang menghampiri Fatih dan Alexa yang tengah duduk istirahat.
"Hai Fatih...."
Seru jino membuat Fatih melebar kan mata nya.
"Jino..."
jawab Fatih pada teman nongkrong nya, sudah lama sekali Fatih tidak bertemu dengan teman nya itu karena sibuk dengan Alexa dan pekerjaan.
"kemana aja sih, udah lama enggak nongkrong di kafe ?!"
Ujar jino menoleh ke arah Alexa, jino ingat betul kalau perempuan itu sepupu Fatih.
"Ya gue sibuk kerja !"
jawab Fatih lalu berbincang dengan jino sementara Alexa sibuk dengan ponselnya membalas pesan dari sang ayah yang menanyakan kabar nya.
Setelah itu Jino dan Fatih berpisah, Fatih mengajak Alexa untuk pulang karena waktu sudah siang.
"Fatih nanti aku minta nomor ponsel Alexa ya ?"
Ujar jino sebelum ia pergi meninggalkan mereka berdua, terang terangan Jino menunjukkan kesukaan nya pada Alexa.
"kenapa bang ?"
"enggak seperti nya dia suka sama kamu dek !"
ujar Fatih lalu mengajak Alexa untuk pulang.
sedangkan Alexa hanya diam tidak menjawab apa yang Fatih sampaikan.
"ya sudah abaikan saja !"
jawab Alexa menggenggam tangan Fatih.
"sekolah masuk nya hari Kamis ya dek ?"
Tanya Fatih saat di perjalanan menuju rumah.
"ya bang, aku bete ngapain dong di rumah ?"
jawab Alexa menggandeng tangan Fatih masuk ke dalam rumah.
"Ya gimana dong !? Abang kerja, makanya jangan suka tebar pesona ?!"
Ujar Fatih terkekeh lalu mengangkat tubuh Alexa ke meja makan.
kedua nya saling menatap satu sama lain, Alexa memang cantik dan pantas jika banyak yang menyukai nya, seperti ia yang tidak menunggu waktu lama untuk menyimpan Alexa dalam hati nya.
Dulu ia pernah bilang pada Alisa bahwa ia tidak akan pernah menyukai gadis ingusan seperti Alexa, tapi nyatanya Ia justru terpikat lebih cepat.
"Alexa, seperti nya Abang jatuh !"
Ujar Fatih menatap netra indah milik Alexa.
"kebersamaan ini begitu nyaman Abang rasakan !"
Tambah Fatih dan Alexa menanggapi dengan senyuman.
Misi nya berhasil membuat Fatih jatuh cinta pada nya, dan bukan hanya itu ternyata ia juga ikut terseret arus dan jatuh cinta pada pria itu juga.
Alexa mengalungkan tangannya pada leher Fatih dan membiarkan Pria itu kembali meraup bibir nya penuh hasrat.
"suami ku ?"
ucap Alexa terkekeh kecil lalu keduanya kembali berciuman hingga nafas kedua nya habis barulah bibir itu saling menjauh.
"Abang cinta sama kamu Alexa ? tidak salah kan ?"
Ujar Fatih mendekap erat tubuh Alexa.
"Enggak salah bang, Alexa juga cinta sama kamu !"
jawab Alexa menatap wajah Fatih, pria itu kembali menciumi bibir nya.
Tok tok....
terdengar seseorang mengetuk pintu rumah, namun keduanya enggan menghiraukan dan asik saling berpaut bibir dan Fatih malah semakin memperdalam ciuman nya merebahkan tubuh Alexa di meja.
"Fatih....."
Teriak seseorang dari luar membuat kedua nya melepaskan pagutan lalu Alexa beranjak dari meja.
gegas Fatih membuka pintu dan terlihat Alisa berada di depan rumah bersama suami nya.
"kalian tuh lagi ngapain sih ?"
Tanya Alisa masuk ke dalam rumah.
"enggak, tadi enggak denger kak! Fatih lagi di kamar !"
ujar Fatih berbohong sementara Alexa berada di kamar nya.
"Alexa mana ?"
tanya Alisa memindai ke sekeliling rumah itu.
"Di kamar !"
jawab Fatih lalu Alexa keluar dari kamar menghampiri Alisa.
"kak Alisa ?"
sapa Alexa memeluk Alisa.
*
**
***
bersambung...