Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
Tidak memiliki pertalian darah.


Yudhoyono berpikir untuk berbicara dengan Fatih mengenai keadaan Adzkia.


Yudhoyono berharap saat terjaga Fatih berada di hadapan Adzkia.


"Bu, Aku pergi dulu ya!"


Ujar Yudhoyono lalu beranjak pergi meninggalkan Tika yang masih menatap putri satu satu nya milik nya.


Gegas Yudhoyono pergi meninggalkan rumah sakit untuk mendatangi rumah Fatih.


**


Fatih memperhatikan sebuah mobil yang sejak tadi mengikuti nya. Ia merasa kalau sejak tadi mobil itu seperti hendak menyerempet mobil nya.


Fatih mencoba untuk berhati-hati mengemudikan mobil nya. Fatih juga merasa ngantuk hingga beberapa kali menguap, namun ia tetap mencoba menguasai keadaan. Apalagi sekarang ia tengah menyetir. Fatih mencoba lebih cepat melajukan mobilnya agar ia cepat sampai ke bandara.


Namun Fatih terhenyak saat mobil yang berada di belakang nya tiba tiba menyamai laju nya dan menabrak bagian belakang mobil nya hingga Fatih kehilangan keseimbangan lalu mobil melenceng ke pinggir menabrak pembatas jalan.


Bug.


Bug....


Fatih mencoba mengerem namun hasil nya justru mobil nya terbalik dan membentur pembatas jalan berulang kali.


**


Pray.....


"Astaghfirullah....!"


Merina terkejut saat tiba tiba gelas pecah dan serpihan nya berserakan di lantai.


"Ada Bu ?"


tanya alfat terperanjat melihat lantai berserakan dengan pecahan gelas.


"Kamu enggak apa-apa Bu ?"


Merina tertegun lalu merasa kan jantung nya berdegup kencang entah apa yang terjadi.


"Assalamualaikum...."


Seseorang mengucap salam membuat keduanya menoleh ke arah pintu.


"Seperti nya ada tamu yah. Biar ibu yang bereskan pecahan gelas ini !"


Ujar Merina membuang nafas lalu alfat menghampiri pintu.


"walaikumsalam......"


Jawab alfat membuka pintu dan melihat Yudhoyono berada di balik pintu.


"Yud, kamu ?"


Yudhoyono terperangah melihat Sahabat lamanya berada di hadapannya.


"Al, kamu ?"


"Ayo masuk dulu yud. Kita bicara di dalam !"


Ajak Alfat lalu menyuruh Yudhoyono duduk.


"Ini rumah Fatih kan !?"


Tanya Yudhoyono khawatir ia salah rumah, namun tidak menduga kalau ia bisa bertemu dengan alfat.


"Ya, Fatih itu anak ku....!"


Jawab Alfat membuat Yudhoyono tertegun sejenak.


"Ada apa dengan anak ku ? Apa kamu ada masalah dengan Fatih ?"


tanya alfat memindai wajah teman lama nya itu. Yudhoyono lalu menceritakan maksud kedatangan nya serta memberi tahu keadaan Adzkia saat ini.


"Jadi Adzkia yang Fatih maksud putri mu ?"


tanya alfat. Sebelum nya Fatih memang sudah bercerita tentang Adzkia dan Alfat tidak menyangka kalau Kia adalah putri sahabat nya.


"Ya, tapi Fatih sudah menikah dengan Alexa. Yud ?!"


Jawab Alfat merasa bingung dengan keadaan itu, sedangkan kia sangat mengharapkan Fatih di sisa waktu nya.


*


Merina tertegun saat melihat sebuah nomor menghubungi nya. Gegas ia mengangkat nya dan tercengang saat seseorang mengabarkan tentang kecelakaan yang menimpa Fatih.


"Ayah.....!"


Teriak Merina dari dalam kamar membuat Alfat dan Yudhoyono terkejut.


Gegas keduanya beranjak menghampiri Merina yang runtuh di lantai.


"Ada apa Bu ?"


Tanya alfat meraih tubuh Merina yang langsung terisak.


"Fatih kecelakaan yah !"


Jawab Merina lalu tak sadar kan diri.


***


Yudhoyono dan alfat langsung pergi ke tempat kejadian, Sebelumnya alfat sudah meminta Alisa untuk menemani sang ibu di rumah.


"Nanti kalian menyusul saja ke rumah sakit, ayah dan Om yud akan melihat ke tempat kejadian."


Ujar alfat lalu pergi meninggalkan Istri dan putrinya di rumah.


"Sabar ya Bu !"


Ujar Alisa memeluk sang ibu.


Merina tak bisa berkata-kata lagi. merasa sesak dan perih merajam dadanya.


Merina benar benar takut sesuatu terjadi pada Fatih.


Ia sudah merasakan bagaimana pedih nya kehilangan dan Merina takut jika itu kembali menimpanya.


*


Yudhoyono dan alfat mengikuti laju ambulance menuju rumah sakit.


Gegas suster membawa Fatih ke ruang penanganan dan meminta Alfat menuggu di depan.


Alfat dan Yudhoyono tertegun menatap pintu yang tertutup tak lama Dokter keluar menghampiri kedua nya.


"Pasien kekurangan darah dan saya butuh donor sekarang juga pak !"


Ujar dokter membuat Alfat tertegun.


"Astaghfirullah..."


Desis alfat bingung karena darah nya dengan Fatih tidak sama sebab mereka memang tidak memiliki pertalian darah.


"Cepat Al..!"


Ujar Yudhoyono membuat alfat tertegun.


"Fatih bukan anak ku yud !"


Ujar Alfat membuat Yudhoyono tertegun sejenak.


"golongan darah nya apa dokter ?"


tanya Yudhoyono pada dokter yang kembali keluar.


"AB...!"


Jawab dokter singkat lalu Yudhoyono mengikuti langkah Dokter untuk memberikan darah nya pada Fatih.


Alfat tertegun sejenak saat melihat Yudhoyono bergegas masuk ke ruangan untuk memberikan darah nya, tapi kenapa darah nya bisa sama dengan Fatih.


Alfat tersadar saat ponsel nya berdering dan terlihat Alisa menghubungi nya.


"Ayah bagaimana keadaan Fatih ?!"


Tanya Alisa langsung saat sang ayah mengangkat telepon nya.


"Datang saja ke rumah sakit Xx..!" jawab Alfat. Ia tidak kuasa mengatakan bahwa kondisi Fatih kritis.


Alfat tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi istri nya jika mengetahui keadaan Fatih dan lagi tentang darah yang terpaksa harus terungkap.


**


"Bagaimana keadaan Fatih, Al ?"


Tanya Merina memindai wajah putri sulungnya.


"Ayah kata kita langsung ke rumah sakit saja Bu."


Jawab Alisa lalu mengajak Merina untuk beranjak dari duduknya.


"Ya, tapi bagaimana keadaan Fatih ?!"


Merina khawatir dan cemas dengan Fatih.


"Ayah enggak jawab Bu !"


Merina langsung menangis mendengar kata Alisa. Gegas Alisa memeluk sang ibu yang menangis pilu.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya Bu !"


Merina mengangguk lalu pergi bersama Alisa.


Entah apa yang terjadi hingga kecelakaan menimpa putranya.


Hal itu yang membuat Merina sedih dan takut jika hal itu merenggut putranya.


Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah sakit. Alisa merangkul pundak Merina berjalan di koridor rumah sakit.


Lekas kedua nya menghampiri Alfat yang duduk sendiri di depan ruang penanganan pasien kecelakaan.


"yah, bagaimana keadaan Fatih ?"


Tanya Alisa membuat alfat beranjak dari duduknya lalu menatap wajah sembab sang istri.


Gegas ia memeluk tubuh Merina yang langsung bergetar karena kembali menangis.


"Fatih baik baik saja kan yah !?"


Tanya Merina memegang tangan alfat.


"Keadaan nya kritis dan Fatih membutuhkan banyak darah !"


Jawab Alfat membuat Merina membeku seketika.


Darah ?


"lalu bagaimana ?"


Semesta seakan menginginkan nya menerima kenyataan bahwa Fatih bukan anak kandung nya.


"Pak Yudhoyono memberikan darah nya untuk Fatih. Ayah juga tidak tahu karena kebetulan golongan darah mereka sama."


jawab Alfat semakin membuat Merina tertegun memegang tangan alfat erat.


Alfat menceritakan siapa Yudhoyono dan maksud nya datang ke rumah untuk mencari Fatih.


"jadi pak Yudhoyono itu ayah Adzkia ?"


Tanya Merina mencerna ucapan Suaminya.


Dan kebetulan sekali golongan darah Yudhoyono dengan Fatih sama, apa ada sesuatu di antara mereka berdua?


"Apa ayah memberi tahu pak Yudhoyono kalau Fatih...!?"


Alfat mengangguk lalu memeluk Merina.


Semua terpaksa ia ungkapkan karena ia tidak bisa mengelak lagi. sedangkan yang mereka tahu sang ayah pasti sedarah dengan putra kandung nya.


bersambung...


terima kasih sudah mampir 😍😍😍