Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
mulai bermunculan.


Seperti rencana sebelumnya, esok nya Fatih langsung mengajak Alexa ke apartemen milik Yudhoyono.


"jaga Alexa dengan baik, karena jika ia kembali mengeluh pada ku. Maka kau tidak punya kesempatan kedua. Mungkin aku akan membawa Alexa jauh dari jangkauan mu !" Ujar Fernando membuat Fatih termangu begitu juga dengan Alexa.


"dan bolehkah aku meminta mu, meminta kalian untuk tidak memiliki momongan hingga Alex berhasil menjadi dokter sesuai harapan ku." sambung Fernando lagi lagi membuat Alexa dan Fatih terdiam.


"Ya...!" jawab Fatih singkat lalu meraih tangan Alexa.


"Ayo kita berangkat sekarang !" ujar Fatih lalu keduanya pamit pada Fernando dan Micel.


"Kalian hati hati ya, baik baik di apartemen !" pesan Micel lalu memeluk putri nya.


Merina juga pamit pada kedua nya, ia akan menemani mereka di apartemen sebelum ia kembali ke Canada.


supir yang Yudhoyono perintah kan sudah menunggu mereka di depan rumah.


Alexa menoleh ke Fernando yang langsung masuk ke dalam, tidak seperti Micel yang menunggu nya di depan pintu.


Alexa masuk ke dalam mobil setelah melambaikan tangan nya pada Micel. Entah kenapa Alexa merasa kalau Fernando seperti tidak rela ia pergi bersama Fatih.


Sebuah tangan merangkul pundak Alexa hingga ia mengalihkan perhatiannya pada rengkuhan itu.


Terlihat Fatih menatap nya penuh makna, Merina sendiri duduk di depan dan fokus dengan ponselnya.


"Mulai hari ini semua yang menjadi urusan kamu menjadi tanggung jawab Abang, termasuk Dava!" Ujar Fatih membuat Alexa terdiam.


Terlihat aura posesif nya mulai muncul, Apa mungkin Fatih sudah mengingat semua hingga rasa dingin yang sebelumnya selalu ia tunjukkan tak lagi terasa.


"Kamu jujur sama aku, sebenarnya kamu sudah ingat semua nya ?"


Fatih menggeleng kan kepala nya.


"jangan bohong !"


"jangan merajuk !" sergah Fatih membuat Alexa memundurkan tubuhnya lalu memilih untuk diam.


Merina hanya menoleh sekilas lalu mengulum senyum.


"semoga kedepannya tidak ada hal yang membuat kedua nya berpisah, aku tahu kalau keduanya saling mencintai !" gumam Merina lalu pandangan nya fokus ke depan.


Tak lama mereka sampai di depan gedung apartemen, mobil langsung melaju menuju basman gedung tersebut.


"Apa Abang senang bersaudara dengan kia ?"


Tanya Alexa membuat Fatih mengulum senyum.


"Tentu saja, Kia perempuan yang baik. Itulah kenapa ia menjadi adik ku, agar tidak ada yang memisahkan kita !" Jawab Fatih membuat Alexa terpaku di tempatnya, lalu mobil berhenti di parkiran.


"Benar kah begitu ?" tanya Alexa memindai wajah tampan suami nya itu, rasa nya keadaan sudah kembali seperti semula.


"Ayo kita keluar !" Ajak Fatih lalu meraih tangan Alexa keluar dari mobil di ikuti oleh Merina.


"biar saya yang membawa kopernya Bu !" ucap supir lalu mengikuti mereka dari belakang.


Tak berapa lama lipt membawa mereka ke lantai dua puluh, lantai tertinggi gedung itu.


Fatih langsung mengajak mereka berdua ke apartemen itu, Alexa melangkah masuk lalu memperhatikan isi dalam apartemen tersebut yang berlantai dua dengan properti yang mewah dan elegan.


Alexa tahu kalau apartemen tersebut pasti harga nya mahal dan hanya kalangan konglomerat saja yang akan mampu memiliki nya.


"Kamar kita di atas ?" Ucap Fatih membuyarkan lamunannya.


"Ya sudah kalian naik ke atas, ibu di bawah saja !" ujar Merina lalu menarik koper nya menuju kamar. Ia sendiri terkagum dengan kemewahan apartemen itu.


"Abang juga baru pertama datang, tidak menyangka kalau Apartemen nya semewah ini !" Ujar Fatih lalu meraih tubuh Alexa dan memeluk nya dari belakang hingga membuat Alexa membeku. Entah lah rasanya begitu mendebarkan, bukankah dulu ia yang selalu mendekap Fatih lebih dulu, menjalankan misi untuk membuat pria ini jatuh cinta pada nya.


"kenapa melamun? Apa kau tidak suka aku seperti ini ?" desis Fatih di telinga Alexa. Sontak hal itu membuat Alexa meremang hingga menggigit bibir nya sendiri.


"Bang, ini sudah siang. aku harus pergi ke kampus !" Ujar Alexa lalu menoleh membuat Fatih mencium pipi nya.


Alexa kembali membeku saat bibir itu terus menempel di pipi nya.


Fatih memejamkan mata nya sambil mendekap erat tubuh ramping Alexa, mencoba mengingat kisah singkat mereka di Indonesia. Bayangan itu mulai bermunculan, namun sedikit membuat nyeri kepalanya.


"Aku....!" ujar Fatih membuka mata nya dan melihat Alexa dengan wajah kaku nya.


"kenapa bang? kepala kamu pusing lagi.?" Fatih mengangguk lalu meminta bantuan Alexa berjalan ke ranjang. Fatih langsung duduk dan bersandar pada ranjang.


"Bang apa kamu berusaha mengingat...!?" belum selesai bicara Fatih sudah membawa Alexa ke dalam pangkuan nya.


"temani aku sebentar saja Alexa, sampai aku tidur !" pinta Fatih lalu mengajak Alexa untuk merebahkan tubuh mereka di ranjang.


"Aku ambil obat kamu dulu ya, setelah itu aku akan temani sampai kamu tidur !" Ujar Alexa melihat jam, tersisa waktu satu jam lagi untuk nya ke kampus. Mungkin sempat sampai Fatih tidur. Lekas Alexa bangkit untuk mengambil obat.


"Kamu enggak usah memaksa lagi, jangan sampai terjadi sesuatu saat aku di kampus bang. sekarang masih ada ibu, kalau ibu sudah pulang bagaimana ?" ujar Alexa lalu memberikan obat tersebut pada Fatih.


"kamu mengkhawatirkan aku ?" tanya Fatih memindai wajah perempuan berusia sembilan belas tahun itu.


"tentu saja!" Ujar Alexa lirih lalu terkesiap saat Fatih menarik tubuh nya ke ranjang.


"Bang, kau ini ?" Sergah Alexa tertegun saat Fatih mengungkungnya.


"Cepat minum obat nya bang, setelah itu istirahat. Alexa harus ke kampus, kalau tidak Alexa akan mengulang lagi pelajaran itu !"


Fatih langsung bangkit lalu menghempaskan tubuhnya di samping Alexa.


"jangan marah ya bang !" pinta Alexa menoleh ke arah Fatih, suami nya langsung mengangguk.


yang terpenting saat ini mereka sudah bersama, Fatih tahu kalau Fernando tidak menyukai hubungan mereka yang berstatus sepupu, namun Apa mau dikata jika cinta sudah mengikat kedua nya.


Bersambung...


Terima kasih yang masih setia sama cerita Fatih dan Alexa.