
Alexa menatap lekat wajah Fatih yang masih terlelap. Ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
Alexa sebenarnya ingin marah karena sang ibu tidak memberi tahu keadaan Fatih yang sebenarnya, Namun karena beliau pula lah ia bisa berada di hadapan suami nya itu.
"bang, Aku ada di sini. Bangun lah aku tidak suka kamu seperti ini !"
Gumam Alexa lalu menyeka air matanya.
"Sebaiknya kalian pulang ke rumah ku, istirahat lah dulu."
Ujar Merina memperhatikan Alexa yang tidak beranjak dari samping Fatih.
"Ya sayang, kita pulang ke rumah Mama Merina."
Alexa menggeleng kan kepala nya lalu menyentuh tangan Fatih.
"Alexa mau terus di sini Bu !"
Jawab Alexa membuat Micel tertegun.
"Kamu harus memikirkan diri kamu juga lexa. Ibu mengerti dengan kesedihan Kamu, tapi Fatih akan sedih jika saat sadar justru Kamu yang sakit. Kita doakan bersama agar Fatih cepat sadar !"
Ujar Merina mengusap punggung Alexa.
"ya sayang, nanti Kita kemari lagi !"
Ujar Micel lalu mendekati putri nya.
"ya sudah !"
Jawab Alexa lalu beranjak dari duduknya.
Sebenarnya berat meninggalkan Fatih, tapi nasehat Merina juga ada benarnya. Ia harus sehat agar bisa menunggu Fatih di rumah sakit. Tak apalah masa liburan nya ia pakai untuk menunggu suaminya.
"cepat hubungi Alexa kalau bang Fatih sudah sadar ya Ma !"
Merina mengangguk lalu membukakan pintu untuk mereka.
Merina melihat raut wajah sedih pada Alexa, ia memang tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan keduanya selama tinggal bersama. Namun Fatih juga menegaskan bahwa Ia juga mencintai Alexa.
Merina berharap Fatih cepat sadar karena Alexa sampai menyusul nya ke Canada.
Keduanya meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan taksi.
Yusuf juga sudah tiba di Canada untuk mengurus sekolah Alexa. Yusuf beralasan pindah ke Canada dengan dalih ada kerabat nya yang sakit dan meminta ia menangani nya. Padahal Yusuf pindah ke Canada untuk membantu Micel.
Entah kenapa ia paling tidak bisa menolak saat Michel meminta bantuan nya.
"Untuk sementara waktu kita tetap tinggal di rumah Mama Merina sampai kita mendapatkan apartemen !"
Ujar Micel turun dari mobil taksi.
"apartemen ?"
Micel mengangguk.
"kalau Fatih sudah sadar tentu kalian akan tinggal bersama, dan ibu tinggal di apartemen !"
"Ibu tidak akan kembali ke Jerman ?"
Michel termangu mendengar pertanyaan dari putri nya.
"Tidak, ibu sudah mendapatkan pekerjaan di salah satu rumah sakit di negara ini. Letak nya tidak jauh dari rumah sakit dimana Fatih di rawat !"
"lalu bagaimana dengan ayah ?"
Tanya Alexa merasa ada yang tidak beres dengan kedua orang tua nya.
"nanti ibu akan cerita, sekarang kita istirahat saja dulu !"
Jawab Micel saat pembantu rumah Merina menunjuk kan kamar untuk mereka berdua.
Alexa hanya diam dengan perasaan yang tidak menentu, ia heran dengan penuturan Sang ibu.
Entah apa lagi yang Micel sembunyikan dari nya, hal itu benar benar membuat Alexa penasaran.
pembantu menunjuk kan kamar yang akan Alexa tempati yaitu kamar milik Fatih, suaminya.
Sebelum nya Merina sudah menelepon pembantu rumah untuk menyiapkan keperluan mereka.
Alexa melangkah masuk ke kamar milik Fatih. Ruangannya cukup luas dengan cat berwarna biru terang.
terdapat beberapa foto Fatih yang terpajang di lemari dan meja belajar.
Alexa mendekati ranjang lalu menoleh ke arah foto Fatih yang berada di atas nakas. Dalam foto tersebut seperti nya Fatih baru saja lulus kuliah.
Alexa menatap ke arah jendela kemudian ia memeluk tubuh nya sendiri.
"Banyak yang berubah dari hidup ku setelah mengenal kamu bang, dulu aku tidak tahu seperti apa rasanya rindu dan bersama mu aku tersiksa karena hal itu. Aku berharap kamu cepat sadar agar kita bisa bersama seperti harapan kita dulu !"
Batin Alexa lalu menangis tersedu.
Sore....
Alexa membuka mata nya dan melihat keadaan sudah sore, tak terasa ia tertidur setelah menangis.
Alexa bernafas lega karena ia tidak hamil setelah apa yang terjadi dengan mereka berdua, beberapa kali ia mendapatkan tamu bulanan. bukan tidak mengharapkan buah hati, tapi situasi sekarang ini Alexa rasa bukan hal yang tepat untuk memiliki nya.
"Alexa...!"
Seru Michel dari luar membuyarkan lamunannya.
"Alexa, ini ibu. Ayo kita makan dulu !"
Tambah Michel lekas Alexa beranjak dari ranjang.
"Ya Bu !"
Jawab Alexa setelah membuka pintu.
"Nak, kamu baik baik saja !"
Alexa mengangguk.
"Alexa tidur nyenyak di kamar bang Fatih !"
Jawab Alexa mengulum senyum.
"ya sudah kalau begitu. Pembantu sudah siap kan makanan untuk kita.
Setelah makan kita kembali ke rumah sakit !"
"ya, tapi ibu janji akan berbicara sesuatu !"
Michel mengangguk.
Usai itu Alexa pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya sebelum makan.
kedua nya makan dengan khusyuk tanpa berbicara hal apapun, Micel sendiri lebih fokus pada makanan nya dan akan berbicara setelah mereka selesai makan.
Sebenarnya tidak ingin memberi tahu Alexa perihal perpisahan nya dengan Fernando, namun memang mengherankan kalau ia tinggal di Canada tanpa suaminya.
Alexa pasti bertanya alasan nya, anak itu bukan seorang yang acuh atau cuek perihal keluarga. Ia pasti akan menanyakan hal itu pada nya.
"Ayah dan ibu memutus kan untuk berpisah sementara waktu Alexa !"ujar Michel membuka obrolan setelah mereka selesai makan.
"semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan mu, ayah dan ibu memang butuh jarak agar kita sama sama belajar. Ayah Atau pun ibu sepakat untuk pisah ranjang untuk beberapa waktu yang tidak di tentukan !"
"Kenapa bisa seperti itu Bu ?"
Tanya Alexa tidak menduga jika kedua nya tengah bermasalah.
"Rumah tangga semua di uji, begitu juga dengan ayah dan ibu mu. Semua butuh proses untuk ke arah yang lebih baik. Ibu dan ayah mu hanya sedang sama sama berpikir. Jika cinta masih tersemat di hati maka kita akan kembali bersama ?!"
Terka Michel dengan tenang membuat Alexa terpaku sejenak.
"Apa ibu sudah tidak mencintai ayah ?"
Alexa tahu kalau Micel dekat dengan dokter Yusuf, apa mungkin sang ibu memiliki hubungan khusus dengan dokter ahli bedah itu ?
"bukan, tapi ibu hanya butuh waktu untuk sendiri dan ibu ingin kamu bahagia. Jadi untuk kedepannya ibu ingin kamu tetap kuliah kedokteran seperti yang ayah mu harap kan. Tidak apa-apa kamu kuliah di sini !"
cakap Michel diam.
"Apa ibu ada hubungan dengan dokter Yusuf ?" tanya Alexa mengalihkan pembicaraan.
Micel malah terkekeh kecil mendengar pertanyaan putri nya itu.
"tidak sayang, Percaya lah kalau ibu setia pada ayah mu. Hanya saat ini biarkan kita sama sama berpikir tentang apa yang sebenarnya kita butuhkan ?!"
*
**
***
bersambung.