
Dengan cepat Fatih menyelesaikan pekerjaannya hingga Ia bisa pulang lebih awal, Fatih mengatakan pada asisten Yudhoyono bahwa hari ini ia tidak bisa lembur karena harus mengurus pendaftaran sepupu nya, Yudhoyono sendiri terbang ke Mesir setelah berbicara dengan Fatih karena ada urusan keluarga.
Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Rio sudah memberikan informasi tentang sekolah yang mau menerima siswa baru pindahan dari luar negeri.
Gegas Fatih melajukan mobilnya menuju rumah, sebelum nya ia sudah meminta Alexa untuk bersiap dan menyiapkan SV nya untuk pendaftaran di sekolah baru.
Setengah jam kemudian Fatih sampai dan Alexa langsung keluar menghampiri Fatih yang menyuruh nya langsung naik ke mobil.
"Bang, jam segini masih ada yang di sekolah ?!"
Tanya Alexa duduk di samping Fatih.
"Ya, Sebelum nya Rio sudah mengatakan pada pihak sekolah kalau kamu mau masuk sekolah itu !"
Jawab Fatih lalu melaju mobil nya dengan kecepatan sedang.
Letak sekolah memang tidak terlalu jauh dari lokasi perumahan mereka dan hanya memakan waktu setengah jam saja.
Alexa tertegun melihat beberapa siswi yang keluar dari sekolah tersebut dengan pakaian tertutup serta berhijab.
"Hum, kenapa Abang pilih sekolah ini ?"
Tanya Alexa merasa enggan dengan seragam sekolah tersebut.
"memang nya kenapa Alexa ?"
Tanya Fatih lalu keluar dari mobil dan membuka pintu mobil Alexa.
"hum, bang apa di sekolah ini harus memakai seragam seperti itu ?"
Tanya Alexa menunjuk ke arah siswi berhijab.
"ya, Kamu enggak mau Alexa ?"
Tanya Fatih tersenyum dalam hati, Ia tahu kalau Alexa ingin sekolah seperti sekolah nya yang di Jerman, namun Fatih sengaja memilih kan sekolah itu agar Alexa memakai pakaian tertutup, lihat lah para siswa yang melihat nya saat ini.
Hanya menggunakan celana jeans dan sweater Hoodie saja Alexa menjadi pusat perhatian, apalagi kalau dia pakai pakaian seksi.
Fatih akui kalau Alexa memang cantik, dan entah kenapa Fatih tidak ingin kalau Alexa memakai pakaian terbuka.
"Tapi aku nggak bisa bang !"
sergah Alexa manyun ke arah Fatih.
"Nanti Abang ajarin !"
Jawab Fatih lalu mengajak Alexa ke ruang guru untuk mengurusi pendaftaran.
Alexa tidak bisa menolak jika Fatih yang memerintah, mungkin keadaan nya akan berbeda jika sang papah yang mencari kan sekolah, Alexa tidak akan memilih sekolah tersebut.
"Saya wali Alexa sebagai saudara sepupu !"
Ujar Fatih pada salah satu guru membuat Alexa termangu.
Ya memang seharusnya seperti itu, tidak mungkin kan Fatih mengatakan kalau dia adalah suami Alexa, sangat lucu dan seperti lelucon.
Mana ada sekolah yang mau menerima nya jika mengetahui ia sudah menikah.
setelah selesai Fatih mengajak Alexa ke mall untuk membeli semua keperluan sekolah nya, sejak tadi Alexa tidak berkomentar dan membiarkan Fatih memilih kan pakaian untuk nya.
"Boleh enggak kalau Aku enggak pakai hijab bang, enggak apa-apa deh pakai seragam seperti itu, tapi Alexa enggak pakai kerudung segala !"
Ujar Alexa dengan wajah tanpa ekspresi membuat Fatih ingin tersenyum, namun ia tahan dalam hati.
"Tidak bisa Alexa, sudah lah ayo sekarang pilih tas dan sepatu !"
Titah Fatih membuat Alexa mengerucutkan bibirnya Dan hal itu membuat Fatih gemas.
Setelah selesai membeli keperluan sekolah, Fatih mengajak Alexa makan di mall tersebut.
Alexa sengaja memilih makanan jepang, sedangkan Fatih mengikuti keinginan Alexa.
"Besok tidak boleh kesiangan !"
Ujar Fatih membuka obrolan, dan ia teringat semalam kedua nya melewati malam bersama.
"Aku tahu bang !"
jawab Alexa biasa saja tanpa merasa apapun setelah malam itu.
Fatih memperhatikan Alexa yang makan dengan lahapnya, seperti nya Alexa sangat menyukai makanan jepang.
"Aku kira kamu enggak bisa masak !"
"Bisa bang, meskipun aku bandel tapi aku selalu membantu ibu jika sempat !"
jawab Alexa dan di angguk kan oleh Fatih.
"sebenarnya apa alasan Tante dan Om mengirim mu ke Jakarta ?"
Pertanyaan yang ingin sekali Fatih tanyakan dan mereka baru bisa ngobrol santai seperti ini setelah apa yang terjadi dengan mereka.
"Hum, entah lah !"
jawab Alexa tidak ingin memberi tahu tentang permasalahan yang menyangkut Denis.
Kemarin Denis sempat menghubungi nya Namun Alexa memilih untuk menghindari ketimbang melayani nya.
Seperti keinginan sang papah Alexa ingin fokus dengan sekolah nya terlebih dahulu karena Fernando ingin ia menjadi seorang dokter seperti dirinya.
Lalu bagaimana dengan pernikahan nya dengan Fatih ? Alexa yakin semua akan berakhir setelah Fernando datang ke Jakarta.
"Kau yakin tidak tahu Alexa ?"
tanya Fatih tidak percaya dengan jawaban dari Alexa.
"Ya, coba Abang tanya langsung papah Alexa !"
jawab Alexa santai.
Alexa yakin dia di jakarta juga sampai kelulusan dan setelah itu ia akan kembali ke Jerman, tapi entah kenapa rasanya berat saat menatap wajah tampan Fatih yang teduh.
"Alexa, apa kamu sedang memikirkan sesuatu ?"
Tanya Fatih memindai wajah Alexa yang seperti tengah berpikir.
"Enggak bang, hum aku sudah selesai makan dan mau pergi nonton bang ?!"
cakap Alexa membuat Fatih tertegun karena sebelum nya ia tidak pernah nonton.
"Kita pulang saja lah !"
Tolak Fatih membuat Alexa manyun dan hal itu membuat Fatih menghela nafas panjang.
"Ya sudah kita pergi nonton !"
Akhirnya Fatih mengalah dan menuruti permintaan Sepupu yang juga istri nya.
Alexa berjalan menggandeng tangan Fatih dengan wajah ceria, ia langsung memilih film action.
"Kamu yakin mau nonton film itu ?"
Tanya Fatih dan di anggukan oleh Alexa.
Fatih sendiri jarang menonton film di rumah, maklum lah dia sibuk dengan pekerjaan dan saat pulang ke rumah ia memilih untuk istirahat.
Kehadiran Alexa seketika merubah kehidupan nya yang monoton, Ia juga melupakan perempuan yang terlanjur mengharapkan nya ? tapi kemana Adzkia ? tiba tiba perempuan itu menghilang dan tidak bisa Fatih hubungi.
***
Adzkia Tertegun menatap jarum infus yang kini berada di tangan nya, tubuh nya terasa begitu lemas hingga ia tidak sadar kan diri, Dokter belum memberi tahu apa yang terjadi dengan tubuh nya sebab dokter masih memeriksa nya dengan jelas.
"Adzkia....?!"
Seru Yudhoyono langsung memeluk putri kesayangan Itu, Yudhoyono langsung terbang ke Mesir saat mendengar kabar bahwa putri nya tidak sadarkan diri.
"kamu baik baik saja nak ?"
Tanya Yudhoyono dengan wajah khawatir.
"hum, dokter belum memberikan keterangan pasti pah !"
jawab Adzkia lalu menceritakan tentang keluhan yang selama ini ia rasakan.
Yudhoyono tidak tahu kalau Adzkia menjalin kedekatan dengan salah satu karyawan kantor nya, karena Fatih sendiri belum memastikan hubungan kedua nya hendak bagaimana dan beberapa waktu ini Adzkia memang tidak membalas pesan nya karena kondisi nya yang kurang sehat.
*
**
***
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir 😍