
Merina dan alfat memperhatikan Fatih yang berjalan dengan tergesa-gesa. Mereka memutuskan untuk tinggal beberapa waktu hingga Fatih siap untuk pergi ke Jerman menyusul Alexa.
Merina tidak mau membiarkan Fatih menghadapi masalah ini sendiri. Alisa sendiri sudah pulang ke rumah nya.
"Fatih kamu mau kemana nak ?"
Tanya Merina menghampiri Fatih yang tengah memakai sepatu nya.
"Fatih mau ke kantor sekarang Bu. Fatih harus menyerahkan laporan pekerjaan yang Fatih kerjakan kemarin. Fatih juga akan langsung mengundurkan diri agar kita bisa secepatnya pergi ke Jerman."
Jawab Fatih membuat Merina tertegun sejenak lalu mendekati putra nya itu.
"Ibu ingin bicara berdua sama kamu !"
Ujar Merina mengajak putranya untuk duduk bersama dengan nya.
Alfat langsung duduk ikut bergabung dengan mereka.
"Fatih apa kamu yakin kalau kamu cinta sama Alexa ?"
Tanya Merina memperhatikan raut wajah Fatih tampak berpikir.
"Ya, Bu !"
jawab Fatih dengan mantap.
"Fatih dan Alexa memang baru mengenal satu bulan ini. Awalnya Fatih berpikir tidak akan menyukai Alexa karena Fatih juga sudah memiliki calon yang hendak Fatih kenal kan pada ibu. Tapi kejadian malam itu merubah segalanya. Fatih mencoba untuk menjaga jarak seperti yang kak Alisa katakan, namun kenyataannya justru kita semakin dekat. Bahkan kita tidur satu kamar Bu. Fatih enggak bisa membohongi diri bahwa Fatih tergoda oleh kepolosan Alexa. Fatih....!"
Merina menghela nafas panjang menatap Fatih yang memijat keningnya.
"Fatih jatuh cinta pada Alexa Bu !"
Merina mengusap punggung Fatih dan mengerti apa yang putranya rasakan.
"Ya sudah ibu akan mendukung kamu. Semoga Om Fernando tidak menghalangi keinginan kalian untuk bersama !"
Ujar Merina. Ia hanya bisa memberikan dukungan dan berdoa untuk kebaikan mereka berdua.
Usai itu Fatih beranjak pamit kemudian pergi.
Merina menghela nafas panjang lalu menghampiri suami nya.
"Apapun yang terjadi Ibu enggak mau kalau kita membuka rahasia lama, Fatih anak ku."
Ujar Merina menyentuh dadanya yang terasa sesak.
Alfat menghampiri lalu memeluk istrinya itu. Kedua nya memang sudah berjanji untuk tidak membuka kisah lama itu, namun keadaan ini seakan ingin membuka cerita lama.
Biarlah cerita itu tetap tersimpan dalam memori lama dan biarkan keadaan beranggapan bahwa Fatih menikah dengan sepupunya.
"Sudah Bu. Ayo kita istirahat saja dulu !"
Ajak alfat masuk ke dalam kamar yang pernah di singgahi oleh Alexa.
Merina tertegun melihat foto yang berada di nakas dekat ranjang.
Di sana terdapat foto Alexa dan Fatih yang tengah berdua, dalam foto terlihat jelas bahwa mereka memang dekat.
Alexa mencetak foto itu di sekolah dan memanjang nya dekat ranjang. padahal kamar itu tidak pernah ia tempati karena setiap malam ia tidur di kamar Fatih.
"Keadaan begitu singkat. Ibu tidak menyangka bahwa mereka akan sedekat itu ?!"
Ujar Merina senyum menatap foto itu.
***
Fatih melajukan mobilnya menuju kantor. Setelah urusannya beres tinggal ke sekolah untuk memberikan keterangan bahwa Alexa berhenti sekolah dan pindah ke Jerman.
Waktu menunjukkan pukul sebelas siang, Entah sudah sampai di mana Alexa kini.
Setengah jam kemudian Fatih sampai di kantor. Ia langsung masuk ke dalam dan menghampiri pak Vito yang mengurus proyek di Bogor.
"Fatih...."
Seru Yudhoyono membuat langkah Fatih terhenti.
Fatih menoleh lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Yudhoyono.
Fatih terpaku saat melihat seseorang menghampiri Yudhoyono lalu mengulas senyum manis pada nya.
Terlihat lesung pipi nya hingga menapakkan kecantikan wajah nya.
"Adzkia....!"
Seru Fatih lirih. Tampil cantik dengan dress berwarna mocca di padukan dengan kerudung panjangnya yang menutupi hingga pinggang nya.
Sosok yang dulu membuat Fatih tak henti berdoa dan memintanya pada tuhan.
Namun justru jalan yang ia tempuh bukan lagi pada perempuan itu, melainkan pada sosok lugu dan polos Alexa.
Perempuan yang sudah memberikan segalanya untuk nya. Fatih membuang nafas mengingat hal itu.
Seru Adzkia menghampiri Fatih bersama Yudhoyono.
"Kamu baru kembali dari Bogor ?"
Tanya Yudhono lalu Adzkia berdiri di samping Fatih.
"Ya saya baru kembali dari Bogor !"
jawab Fatih menoleh sekilas ke arah Adzkia.
"Ya sudah ayo masuk ke ruangan saya. Di sana sudah ada Vito!"
Fatih mengangguk lalu berjalan beriringan bersama Adzkia masuk ke dalam ruangan Yudhoyono.
Perempuan yang menghilang beberapa waktu justru kini berjalan di samping nya dengan anggun. mungkin jika tidak ada Alexa ia akan senang sekali, tapi sekarang lain keadaan nya. ia justru merasa enggan berdekatan dengan wanita lain karena sekarang dia adalah laki-laki beristri.
"Hai...."
Ucap Vito senyum ke arah Fatih.
Vito adalah Om Adzkia, Asisten Yudhoyono tengah pergi ke luar kota mengurusi pekerjaan lainnya.
"Ini semua berkas pekerjaan nya."
Ujar Fatih menyodorkan sebuah berkas.
"Oke Fatih kerja mu selalu bagus."
Jawab Vito mengangguk puas melihat isi berkas tersebut.
"Bang, Ayo duduk dulu !"
Ajak Adzkia mengulas senyum manis.
"Ya Fatih duduk lah. Adzkia sengaja ikut dengan ku karena ingin bertemu dengan mu. Bukan kah selama ini kalian hanya komunikasi lewat hp dan sekarang Adzkia sudah kembali ke Indonesia !"
Ujar Yudhoyono melempar senyum ke arah Fatih yang tidak bergeming.
Bagaimana menyampaikan maksud nya jika ada Adzkia.
Fatih duduk berhadapan dengan Adzkia. perempuan yang memiliki daya tarik hingga pria manapun akan terpikat oleh kecantikan serta keshalihan nya.
Cantik, smart dan juga baik.
Fatih sendiri pernah berencana untuk mengenal kan nya pada sang ibu. Fatih ingin meminangnya, tapi sekarang keadaan nya lain.
Fatih merasa pusing dan ingin sekali memijat keningnya sendiri mengingat sosok Alexa.
Ia harus tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Dan Fatih tidak mau berpisah karena saat ini hati nya milik Alexa.
"Bang, aku mau pergi makan siang sama kamu !"
Ujar Adzkia senyum membuat Fatih tertegun karena justru bayangan wajah Alexa yang berkelana dalam benak nya.
"Ya Fatih ajak Adzkia pergi makan siang."
Titah Yudhoyono membuat Adzkia semangat.
Ia beranjak dari duduknya lalu meminta Fatih untuk ikut beranjak.
"Bang, ayo !"
Ajak Adzkia manja dengan pipinya yang merah merona.
Fatih mengangguk lalu berjalan beriringan dengan Adzkia. Mungkin nanti Fatih akan berbicara hal yang sebenarnya pada Adzkia.
Fatih terus memikirkan Alexa. Ia sedikit tomboi dan senang nya buat ulah.
Pakaian nya seronok dan bebas bersikap tanpa rasa malu.
Namun pelan pelan Fatih mengajar kan nya untuk berpakaian tertutup dan menjaga sikap.
"Bang, kamu mau pesan apa ?"
tanya Adzkia memperhatikan Fatih yang sejak tadi diam.
"Samain aja dek makanannya sama kamu, nanti Abang mau bicara ya !"
"Adzkia juga mau bicara sama Abang !"
Jawab Adzkia lalu menunduk sambil tersenyum.
Jantung nya berdegup kencang kala mengingat keinginan hati nya untuk menikah dengan Fatih.
***
Terima kasih sudah mampir 😍😍😍
Dukung aku ya para reader yang baik hati 😍😍😍