Menikah Dengan Sepupuku.

Menikah Dengan Sepupuku.
putra yang terbuang.


Yudhoyono tertegun saat dokter mengatakan bahwa darah nya dengan Fatih memiliki kecocokan dan gen mereka juga sama.


Yudhoyono teringat akan seorang perempuan yang pernah ia tiduri paksa dulu, dan ia tahu kalau perempuan itu hamil. Namun ia bunuh diri pasca melahirkan bayi mereka. akan tetapi Yudhoyono tidak tahu dimana bayi itu.


Apa mungkin Fatih anak nya?


Yudhoyono menggeleng kan kepala nya menyangkal hal itu.


Ia tidak mau mengingat masa itu, sebab hal itu akan merusak rumah tangga nya dengan Tika.


lalu bagaimana jika benar adanya kalau Fatih putranya yang terbuang?


Seperti nya Adzkia tidak boleh menikah dengan Fatih.


Usai mendonorkan darah nya Yudhoyono menghampiri Merina dan alfat.


"Pak Yudhoyono ?"


Seru Merina menghampiri Yudhoyono yang keluar dari ruangan.


"Fatih sudah melewati masa kritisnya, namun dokter mengatakan tidak bisa memprediksi kapan Fatih akan sadar. Luka nya cukup parah dan ada benturan keras di bagian kepala nya !"


Ujar Yudhoyono memindai wajah alfat.


Alfat merupakan teman akrab nya semasa kuliah, mereka tidak pernah bertemu lagi saat Alfat pindah ke Canada.


Mengingat Canada, Yudhoyono kembali mengingat seorang yang pergi dengan mengenaskan.


Lagi lagi ia menepis bayang kelam tersebut.


Yudhoyono sadari bahwa ia manusia penuh dosa karena telah menyebabkan penderitaan seseorang.


Namun ia juga tidak ingin Tika terluka, sebab cinta dan sayang nya begitu besar pada Tika.


"Terimakasih sudah menyumbang kan darah kamu yud, aku merasa berhutang !"


"Tidak apa-apa Al. Kebetulan saja darah nya sama dengan aku.


Baiklah aku pamit !"


keinginan menyatukan Fatih dan Adzkia seakan urung karena khawatir kalau mereka saudara.


lagi lagi Yudhoyono di hantui rasa bersalah karena permasalahan di masa lalu. Namun gegas ia melupakan semua itu dan bergegas kembali ke rumah sakit dimana Adzkia di rawat.


"Terima kasih pak Yudhoyono !"


Ujar Merina dengan wajah sendu memindai Pria itu.


Mungkin hanya kebetulan darahnya sama dengan Fatih, dan Merina merasa berhutang pada Yudhoyono.


"Ya Bu Merina, sebenarnya pertolongan datang dari tuhan dan kebetulan melalui saya. Semoga Fatih cepat sadar !"


Jawab Yudhoyono lalu pamit pada alfat.


Gegas Merina dan alfat masuk ke dalam ruangan setelah dokter mengizinkan.


Merina melangkah sambil menitikkan air mata nya.


Kondisi Fatih sangat memilukan dengan beberapa luka pada tangan dan kaki. Wajah nya juga lebam dengan beberapa luka.


"Fatih, Anak ibu !"


Ujar Merina menyentuh tangan Fatih.


"Kalau ibu tahu akan seperti ini, Ibu tidak akan mengizinkan kamu pergi nak !"


Ucap Merina menangis tergugu duduk di hadapan Fatih.


Alfat dan Alisa langsung menghampiri Merina.


"Sabar Bu !"


ujar Alisa memeluk Sang ibu yang tersedu sedu.


"Kamu harus sadar nak !"


Seru Alfat memegang tangan Fatih.


"Kita berdoa sama sama untuk kesembuhan Fatih ya Bu !"


ujar Alisa merengkuh pundak sang ibu.


Sedangkan Yudhoyono langsung berencana membawa Adzkia pergi ke Jerman untuk pengobatan. Ia berpikir untuk menghindari Fatih dan jujur saja setelah kejadian tadi membuat Yudhoyono tidak tenang.


"kita langsung pergi ke Jerman bawa Adzkia ?!"


Ujar Yudhoyono pada Tika.


"Lalu bagaimana dengan Fatih ? Adzkia sangat berharap pada Fatih ?!"


tanya Tika membuat Yudhoyono tertegun sejenak.


"Fatih mengalami kecelakaan dan seperti nya Adzkia harus berhenti berharap. sebab Fatih juga sudah menikah Bu !"


Jawab Yudhoyono lalu meminta Vito untuk mengurus keberangkatan mereka ke Jerman.


**


Fatih masih belum sadar kan diri. Sementara Alexa tidak tahu apa yang terjadi dengan suami nya Itu.


Alexa juga tidak bisa menghubungi Fatih dan Alisa.


padahal Fernando lah yang sudah merencanakan semuanya.


Ia lah yang membuat Alexa tidak menghubungi Fatih atau pun mereka yang berada di Indonesia.


Fernando tentunya tahu apa yang terjadi dengan Fatih, Ia akan membuat cerita seakan Fatih sengaja melupakan Alexa begitu saja.


"Kamu sudah pulang ?"


Tanya Fernando. Ia hendak pergi ke rumah sakit karena ada pasien baru dari Indonesia yang mengidap kanker.


Alexa mengangguk lalu masuk ke dalam rumah tanpa berbicara apapun pada Fernando.


Entahlah rasanya bingung, di saat Fatih tidak ada kabar. Ia malah ingin menjodohkan Alexa dengan Denis.


Bukan kah dulu Fernando menentang hubungan nya dengan Denis ? tapi sekarang malah ingin menyatu kan mereka kembali setelah hati nya tertawan oleh Fatih.


"Makan siang dulu Alexa !"


Ujar Michel yang berada di meja makan.


"enggak lapar Bu. Alexa mau tidur !"


Jawab Alexa lalu masuk ke dalam kamar nya.


Michel tertegun menatap punggung Alexa yang menghilang di balik pintu.


Beberapa hari berlalu Alexa lalui malam tanpa sosok Fatih.


Ia tidak bisa tidur semalaman hingga pagi hari ia hadapi dengan menahan rasa kantuk.


"Bu, coba hubungi Mama Merina. tanya kan kenapa bang Fatih belum juga datang kemari ?!"


Tanya Alexa keluar dari kamar menghadap Michel yang langsung termangu.


"Alexa enggak bisa tidur semalaman Bu. Rasanya rindu bang Fatih !"


Tambah Alexa duduk di kursi makan.


"Bang Fatih bilang mau susul Alexa secepatnya, tapi ?"


Michel tertegun duduk di hadapan Alexa. Wajahnya basah karena air mata.


Michel mengerti apa yang Alexa rasakan, tapi Ia tidak bisa berbuat banyak sebab Fernando mengancam akan menceraikan nya jika Ia membantu Alexa.


Michel benar benar bingung sebab jika nanti ia bercerai dengan Fernando maka ia akan jauh dengan Alexa dan William.


"Nanti Ibu akan cari tahu nak, kamu sabar ya !"


Alexa tidak menjawab, ia langsung pergi kembali ke kamarnya.


"Astaga kenapa masalah nya serumit ini ?"


Gumam Michel memijat keningnya yang terasa berat.


Semua permasalahan terjadi karena sebuah ambisi, dan Michel tidak mengerti kenapa Fernando malah ingin menjodohkan Alexa dengan Denis.


Seperti nya ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya membuat suaminya itu berbalik arah.


Gegas Michel pergi meninggalkan rumah untuk mencari tahu hal itu.


"Bang, aku rindu sekali sama kamu. Rasanya tuh enggak enak makan dan tidur karena kamu enggak ada kabar."


gumam Alexa meringkuk di ranjang nya.


***


Sesuai perintah dari Merima, Alisa mengurus kepindahan Alexa di sekolah nya.


Mereka sedikit kaget karena Alexa sendiri belum lama menuntut ilmu di sekolah itu dan sekarang ia kembali pindah ke Jerman.


Fernando memang tidak meminta hal itu, namun pihak sekolah menanyakan mengapa Alexa tidak masuk beberapa hari terakhir ini kepada Alisa, sebagai wali kedua Alexa.


Tentu semua harus ada kejelasan dan Alisa langsung mengurus nya.


Sedangkan hingga satu bulan terakhir ini Fatih masih tidak sadar kan diri, Alisa hendak memberi tahu Alexa. namun ia tidak bisa menghubungi Alexa atau Michel.


Entah apa yang terjadi? Apa Mereka sengaja menghindar dan memutuskan komunikasi?


Semua masih menjadi pertanyaan besar yang belum ada jawaban nya.


Alisa hanya bisa bersabar menghadapi segala permasalahan dalam keluarga nya. Ia berharap Fatih cepat sadar.


...****************...


Bersambung..


Terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍