JODOH KU

JODOH KU
Bab 98


Satu bulan kemudian.....


Aira baru membuka matanya,setelah tiga minggu tak sadarkan diri, raihan pergi untuk menenangkan diri, orang tua raihan tidak mengetahui masalah tentang aira, hanya orang tua aira dan raihan yang mengetahuinya.


Perut aira semakin menonjol usia kandungannya memasuki bulan ke enam.


Aira belum di ijinkan pulang, karena menunggu hasil laboraturium kesehatannya, aira berusaha menerima semua kenyataannya kalau dia harus rela melepaskan raihan.


''Sayang, makan dulu yah, bunda suapin kamu. '' ucap bunda yang duduk disamping aira.


''Nanti ajah bunda, aira masih kenyang. '' ucap aira.


Bunda terus menatap putri semata wayangnya, dia gak bisa berbuat apa apa saat ini, yang terpenting aira dan bayinya sehat.


Hasil lab aira telah keluar, dan hasilnya semua baik, aira di perbolehkan pulang.


Bunda merapihkan pakaian aira dan pintu ruangan aira terbuka, ibu mertuanya yang datang.


''Ibu. '' ucap aira.


''Gimana keadaan kamu sayang, maafkan anak ibu yah. '' acap ibu mertuanya.


''Gak apa apa bu, mas raihan punya hak untuk berbuat apapun keinginannya. '' ucap aira.


Ibu mertua aira memeluk aira dan mencium kening aira, dia begitu menyayangi aira.


''Airaa... '' ucap rere dan nukeu barengan.


''Makasih kalian mau datang kesini. '' ucap aira.


''Kamu itu, kita itu saudara aira. '' ucap nukeu.


Mereka bertiga berpelukan dan menangis bersama,aira beruntung mempunyai sahabat seperti rere dan nukeu.


''Ayo kita pulang sekarang, mobil udah siap di lobi utama,kamu pakai kursi roda yah aira. '' ucap bunda.


Aira dan yang lainnya meninggalkan rumah sakit menuju kediaman bundanya aira.


Raihan ntah kemana, dia benar benar menghindari aira dan aira bertekad setelah anaknya lahir, dia akan menggugat cerai raihan.


Beberapa menit kemudian mobbil sampai di kediaman rumah bunda nya aira.


Aira di papah oleh bunda dan ibu mertuanya, aira langsung di rebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya.


Aira berusaha tegar dengan semuanya, menerima dengan ikhlas.


Semua yang mengantar aira telah pulang termasuk ibu mertuanya.


Aira saat ini membuka leptopnya dan melacak keberadaan raihan, ternyata raihan ada di kota yang sama, dia tinggal di sebuah apartments dekat dengan kantornya, aira hanya bisa pasrah melihat semuanya, dia tidak bisa menangis karena air matanya sudah kering.


''Kayanya besok harus mulai ke kantor, kasian ayah banyak kerjaan nya, disain juga sudah banyak masuk, aku harus kuat demi bayi di kandunganku. '' ucap aira sambil menutup leptopnya.


Aira keluar kamar menemui ayah dan bundanya.


''Bunda, ayah belum pulang?? '' ucap aira.


''Udah sayang, ayah lagi di kamar, bersih bersih, kamu udah lapar yah?? '' ucap bunda.


''Gak bunda, aku mau bicara ke ayah ajah. '' ucap aira.


''Mau bicara apa sayang nya ayah. '' ucap ayah yang langsung duduk di samping aira.


''Besok, aira mau ke kantor lagi yah, disain benar benar dedline ayah. '' ucap aira.


''Jangan, kamu baru keluar dari rumah sakit loh. '' ucap ayah.


''Gak apa apa ayah, disain nya banyak loh, aira kan juga mau nabung. '' ucap aira.


''Uang kamu udah banyak, mau nabung buat app?? '' ucap ayah.


''Buat junior di perut aira. '' ucap aira.


''Sayang, uang kamu itu banyak banget melebihi uang ayah, tapi ayah akan dukung semua keinginan kamu, asal kamu benar benar baik. '' ucap ayah.


''Makasih ayah. '' ucap aira sambil tersenyum.


...----------------...


Pagi hari di kediaman aira....


''waah, anak bunda cantik banget. '' ucap bunda yang melihat style nya aira.


''Kan mau kerja lagi, bahaya kalau ga cepat selesai bunda, ntr aira yang kena denda. '' ucap aira.


''Kamu berangkat bareungan ayah, jangan sendiri. '' ucap ayah.


''Iya ayah. '' ucap aira.


''Bunda, waktu bunda hamil, bunda badannya melar ga?? '' ucap aira.


''Bunda kaya nukeu sayang, semua jadi lebar. '' ucap bunda.


''Tapi aku sekarang gak bunda, cuma perut yang jadi besar. '' ucap aira.


''Bagus dong aira, jadi pas nanti habis lahiran pasti kembali semula. '' ucap bunda.


''Ayo sayang, berangkat sekarang. '' ucap ayah.


''Aira pamit yah bunda. '' ucap aira.


Aira saat ini sedang dengan ayahnya di dalam mobil.


''Ayah, aira akan menggugat cerai mas raihan. '' ucap aira dan membuat ayah kaget.


''kenapa kamu yang gugat, biar raihan yang menggugat. '' ucap ayah.


''Gak ayah, biar aira ajah. '' ucap aira.


''Coba kamu hubungi raihan, minta bertemu, bicarakan baik baik dan nyari solusi bersama, baru putuskan. '' ucap ayah.


''Baik ayah. '' ucap aira.


''Ayah sudah memilihkan asisten untuk kamu, biar ga tercecer kerjaan kamu. '' ucap ayah dan aira hanya mengangguk.


Dengan kesibukan aira dengan dedline kerjaannya, tak terasa kehamilan aira memasuki delapan bulan dan nukeu sudah melahirkan bayinya perempuan.


Aira dan rere yang menemani kelahirannya, nukeu melahirkan secara normal.



''Gemes deh mirip nukeu. '' ucap aira.


''Siapa nama baby kamu keu??? '' ucap rere.


''Ka tirta yang milihnya, aku ma nurut. '' ucap nukeu.


''Siapa namanya?? '' ucap rere.


''Namanya, OLIVIA KHUMAIRA GUNAWAN. ''ucap nukeu.


''Cantik, mirip sama baby nya, hai baby olive. '' ucap aira.


''ga jadi, kita pas mau ke lokasi pemotretan, ehh aku pecah ketuban dan brojol. '' ucap nukeu.


''Udah, nanti anak kedua ajah. '' ucap aira.


''Bener tuh nukeu. '' ucap rere.


''Iya. '' ucap nukeu.


Tirta datang bersama hendri, putra dan raihan.


Raihan terus menatap aira yang terlihat lebih dewasa, cantik, tetap langsing walau perutnya membuncit, aira hanya diam dan enggan untuk menyapa.


Handphone aira berdering dan dia segera keluar untuk mengangkatnya, dan raihan mengikutinya.


''Hallo meli, ada apa?? '' ucap aira pada asistennya.


''Maaf nona, dua jam lagi ada meeting di cafe floweer, saya jemput atau nona mau datang sendiri?? '' ucap meli.


''Kamu duluan, saya menyusul kesana. '' ucap aira.


''Baik nona. '' ucap meli sambil menutup panggilannya, aira langsung menyimpan handphone nya ke dalam tas, saat membalik badannya ternyata raihan sedang menynggunya.


''Bisa kita bicara sebentar. '' ucap raihan dan aira mengangguk.


Raihan meminta aira duduk di kursi luar ruangan nukeu.


''Gimana kabar kamu dan baby kita aira?? '' ucap raihan.


''Aku dan baby ku baik baik ajah. '' ucap aira.


''Syukur kalau begitu, aku seneng dengernya. '' ucap raihan.


''Sakit banget tuhan, aku ga sanggup. '' ucap aira dalam hatinya.


''Kalau gak ada yang di bicarakan lagi, saya mau kedalam pamit ke nukeu. '' ucap aira.


''Kamu mau kemana memangnya?? '' ucap raihan.


''Ada meeting di cafe, dan harus segera kesana. '' ucap aira sambil berdiri dan masuk kedalam ruang rawat nukeu untuk pamit.


Setelah berpamitan aira keluar dan menuju lobi untuk memesan taksi, tapi tangan aira di cekak oleh raihan.


''Biar aku antar kamu aira. '' ucap raihan.


''Gak usah mas, taksi pesananku sudah nunggu, lepasin tangan nya. '' ucap aira.


Raihan langsung menarik aira kedalam pelukannya, wanita yang di rindukannya, di cintainya, raihan sudah memafkan aira dan memberi aira kesempatan untuk berubah.


''Maafkan saya aira, saya ga menemani hari sulit kamu. '' ucaap raihan sambil menangis.


''Aku yang salah mas, maafkan aku mas raihan. '' ucap aira sambil menangis dan mempererat pelukannya.


''Mas kangen kamu sayang, janji sama mas gak akan mengulanginya lagi yah, mas mau kamu mengikuti semua ucapan mas dan jangan membantah. '' ucap raihan.


''Makasih mas raihan ngasih aku kesempatan,aku janji bakalan nurut apapun yang kamu perintah. '' ucap aira.


Raihan melepas pelukannya dan mencium seluruh wajah aira, dia seakan lupa sedang dimana saat ini.


''Mas ini tempat umum, lihat banyak yang nonton. '' ucap aira.


''Mas ga perduli sayang. '' ucap raihan dan aira kembali memeluk tubuh raihan.


''Mas aku ada meeting penting loh, ini thender ayah dan disainnya dari aku. '' ucap aira.


''Ayo mas antar yah. '' ucap raihan sambil menggandeng tangan aira menuju mobil.


''Terimakasih tuhan, engkau mengembalikan suamiku kembali, aku janji akan selalu menuruti semua perintahnya. '' ucap aira dalam hatinya.


Aira dan raihan saat ini sedang di dalam mobil menuju cafe flower.


''Kamu kenapa dieum ajah, biasanya cerewet banget. '' ucap raihan.


''Ini kaya mimpi, mas raihan kembali lagi ke aku. '' ucap aira.


''Maafkan mas yah, selama empat bulan ini mas meninggalkan kamu, mas merenung dan sekarang mas menerima semuanya, asalkan kamu berubah dan gak keras kepala. '' ucap raihan.


''Iya mas aku nurut. '' ucap aira.


''Mas temani kamu meeting yah, ada ayah mahendra juga kan. '' ucap raihan.


''Iya mas ayo. '' ucap aira.


Raihan dan aira saling menggandeng dan memasuki ruangan vvip cafe, angga dan meli menunggu di pintu dan mempersilahkan aira dan raihan masuk.


Raihan menyapa ayah mertuanya dan bersalaman dengan yang lainnya, raihan duduk di ujung sofa dan memainkan handphonenya, sedangkan yang lainnya sedang membicarakan thender baru nya.


Satu jam kemudian meeting selesai dan semua bubar keculai, aira, raihan dan ayah mahendra.


''Kamu kemana ajah raihan, ngilang ko lama. '' ucap ayah.


''Raihan habis bertapa ayah. '' ucap raihan sambil tersenyum.


''Jadi, gimana kelanjutan status kalian?? '' ucap ayah.


''Tetap suami istri emang ayah maunya gimana?? '' ucap raihan.


''Syukur deh ayah senang dengernya, kamu pulang raihan, kasian ibu kamu, sampe harus aira yang bujuk agar mau makan. '' ucap ayah mertuanya raihan.


''Iya ayah nanti raihan pulang bawa aira ke rumah ibu. '' ucap raihan.


''Sayang, ini disain pamungkas kamu, kamu fokus yah, sebentar lagi lahiran, persiapkan semuanya, raihan bawa aira belanja kebutuhan bayi, dia belum belanja apapun. '' ucap ayah dan raihan langsung kaget.


''Kamu belum belanja kebutuhan calon baby kita?? '' ucap raihan dan aira menggeleng.


''Besok kita belanja yah. '' ucap raihan dan aira mengangguk.


''Yaudah ayah ke kantor lagi, jaga aira yah. '' ucap ayah mertuanya raihan.


''Ayah suruh meli ke kantor ajah, aku barengan mas raihan. '' ucap aira dan ayah mengiyakannya.


''Ayo, ikut mas. '' ucap raihan dan aira mengikutinya.


Setelah masuk mobil, raihan langsung menjalankan mobilnya menuju apartments yang dia tempati selama empa bulan.


''Ini apartments siapa mas?? '' ucap aira pura pura gak mengetahuinya.


''Mas selama empat bulan tinggal disini, beda lantai dengan punya tirta, ayo ikut mas. '' ucap raihan dan menggandeng tangan aira, aira terus mengikuti langkah raihan.


Begitu apartments terbuka, begitu rapih, bersih dan wangi, dan ada foto aira dan raihan sangat besar nempel di dinding, aira hanya tersenyum.


''Kamu ga kesepian mas dieum disini sendiri ?? '' ucap aira.


''Gak. '' ucap raihan yang menghampiri aira.


.


........