JODOH KU

JODOH KU
BANYAK ANAK


"Jangan lari terus nak." Lelah rasanya nadia terus mengejar kenzo yang baru saja lancar berjalan sementara dirinya sudah hamil lagi.


Memang dasarnya angga tak bisa dipercaya untuk urusan jangan keluar didalam. Berani bersumpah demi meyakinkan nadia kalau dirinya tak menyemburkan benih didalam rahim nadia tapi nyatanya untuk yang kedua kalinya nadia terkena tipuan yang memang sengaja angga rencanakan. Merasakan bagaimana kesepiannya menjadi anak tunggal membuat angga bertekad untuk memiliki banyak anak.


Jangan tanyakan bagaimana kesalnya nadia saat mengetahui dirinya kembali hamil padahal kenzo baru saja berusia delapan belas bulan. Nasi sudah menjadi bubur akhirnya mau tak mau nadia tak bisa menolak dan tetap dengan ikhlas menerima rejeki yang disengaja oleh suaminya.


"Huft" menghembuskan napas berat, walau tak mengalami ngidam parah seperti saat hami kenzo tapi nadia merasakan begitu cepat lelah karena kenzo memang jauh lebih aktif daripada aruna.


"Mba marni, tolong temani kenzo sebentar ya. Saya rebahan disofa sana, pusing."


"Iya mba, istirahat saja biar kenzo sama saya."


Semenjak kenzo lahir mba marni langsung mengasuh kenzo karena aruna sudah sibuk dengan sekolah les yang diikutinya. Aruna juga atas kemauannya sendiri meminta mba marni untuk menjaga kenzo adiknya. Masih berusia tiga tahun saat adiknya lahir namun aruna sudah bisa begitu perhatian pada bayi yang disebutnya adik.


Tak terasa nadia terlelap begitu lama, kehamilan ketiga ini benar benar membuat nadia cepat lelah dan kerap kali mengantuk disaat yang tidak tepat.


"Sayang, ayo bangun. Kenapa tidur disofa?"


"Mas" nadia terbangun karena terusik dengan suara angga yang membangunkannya.


"Bangun yuk, udah sore."


"Kenzo mana mas?"


"Baru aja diajak mandi sama mba marni, kakak juga lagi dimandiin sama fitri."


Terlalu nyenyak nadia sampai tak menyadari bahwa aruna pulang les dan sempat ikut bermain dilantai atas tempatnya merebahkan tubuhnya.


"Aku ngantuk terus mas."


"Hmm" dengan dibantu angga, nadia kembali kekamar untuk membersihkan diri.


Benar saja baru sekitar lima belas menit pintu kamar sudah diketuk dari luar dan terdengar suara panggilan dari aruna dan kenzo yang nyaris berbarengan.


Tok tok tok


"Mama, papa."


"Ya nak"


Ceklek, angga masih dengan baju kerjanya membukakan pintu untuk kedua buah hatinya. Aruna dan kenzo sudah wangi dengan pakaian rumahan yang pastinya mereka memilih sendiri baju mana yang akan dipakai.


"Mama lagi mandi, yuk kita masuk. Tunggu mama didalam sambil nonton film."


"Makasih ya mba mar fit, kalian bisa mandi dulu nanti kalau sudah jam makan malam kita ketemu diruang makan saja."


"Baik pak angga, kalau butuh sesuatu panggil saja kami." Pamit mba marni sopan.


"Iya"


Menggandeng tangan aruna dan kenzo selalu membuat angga merasa hidupnya terasa bahagia dan sempurna. Memiliki anak pasti menjadi kebanggaan setiap insan karena anak adalah tanda bukti cinta dan sebagai penerus keturunan.


"Sudah pada cantik dan ganteng anak mama." Nadia datang sudah berpakaian lengkap dan ikut bergabung di karpet untuk menonton film yang angga download dikantor saat waktu senggangnya bekerja. Sudah menjadi rutinitas sore, angga akan mengajak aruna dan kenzo untuk menonton film yang tentunya memiliki edukasi disetiap ceritanya. Selain sebagai hiburan tapi angga juga ingin mengajarkan kepada buah hatinya tentang pelajaran-pelajaran baik yang bisa anak-anak serap dengan cara yang mudah dimengerti dan menyenangkan hati.


__________