JODOH KU

JODOH KU
HOROR


"Tante, aku rasa jangan lagi paksa mas angga untuk mau bertemu dengan rika." Erika gadis yang beberapa minggu ini sedang gencar marini jodohkan pada angga mulai merasa tidak nyaman akan posisinya.


"Stt, udah rika tenang aja. Anak tante pasti akan maj menikah dengan rika. Dia cuma lagi sibuk sama pekerjaannya saja dan lagi pula istrinya sudah mau dicerai kok." Bohong marini pada erika.


Di dunia nyata ternyata ada juga ibu mertua yang kejam biasanya hany ada dilayar televisi saja. Ibu yang dengan sengaja ingin merusak kebahagiaan anak kandungnya dan membuat cucu yang merupakan darah dagingnya kehilangan kebahagiaan. Pola pikir yang marini miliki memang tidak bisa ditebak, semua yang tidak sesuai dengan keinginannya pasti akan ia ubah sampai menjadi apa yang ia mau.


"Tapi tante, sepertinya mas angga sangat mencintai istrinya."


"Angga memang terlihat sangat mencintai perempuan jahat itu. Tapi kan sayangnya angga itu ga murni, tante sudah pernah bilang kan sama kamu."


"Iya tante udah pernah cerita, cuma aku ga tega kalau sampai mas angga ceraikan istrinya terus nanti anak-anaknya mas angga gimana."


"Loh, kan bisa ikut ibunya. Tante juga ga akan mau kalau sampai kamu mengurus ketiga anak-anak itu."


Erika memang menaruh hati pada angga tapi nalurinya sebagai wanita masih memiliki rasa kasihan pada nasib ketiga buah hati angga ditambah bagaimana perasaan nadia sebagai istri sah angga mengetahui suaminya dijodohkan lagi oleh ibunya. Sempat erika ingin egois namun beruntung akal sehatnya masih jauh lebih dominan.


"Sudah, rika tenang saja. Pokoknya rika harus menikah dengan angga karena tante sejak dulu mengharapkan menantu yang seperti rika."


Marini mengulas senyum terbaiknya untuk erika yang digadang-gadang akan menjadi menantu kesayangan.


Erika tetap diam karena ia merasa sudah harus mengambil tindakan dengan menjauhkan diri dari marini agar tidak menjadi perusak rumah tangga orang. Awalnya erika mengenal marini karena marini adalah salah satu pelanggan tetap di salon miliknya dan marini mengatakan memiliki anak yang sebentar lagi akan berpisah dengan istrinya tentu saja erika tertarik mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi dan melihat bagaimana tampilan angga yang benar-benar berkharisma dan tampan.


Dilain tempat


"Sudah baikan pak?" Ejek agus pada angga yang sejak pagi tadi wajah sudah tidak semrawut seperti hari kemarin.


"Non nadia sudah bisa dijinakkan atau tetap minta pisah?"


"Gus" angga langsung melotot mendengar perkataan agus.


"Soalnya saya perhatikan non nadia kali ini ga main-main dengan amarahnya."


"Memang marahnya beda tapi kamu harusnya ga ngomong kayak gitu. Bikin saya jadi sensi aja."


"Gus, apa menurut kamu selama ini saya kurang tegas pada mama?" Angga langsung menegakkan tubuhnya pertanda ia ingin mengajak agus untuk berbicara serius.


"Sudah tegas, tapi memang sepertinya kemarin pak angga lagi ketiban apes aja dengan kedapatan tersenyum manis sama cewek yang nyonya marini jodohkan kali ini."


"Ck, kamu malah bikin saya keinget kejadian sialan itu."


"Saya ini harus gimana lagi ya gus, pusing dengan dua wanita yabg sebenarnya sama pentingnya dalam hidupnya."


"Untuk ini saya ga tau pak, saya ga bisa bantu. Takut bapak durhaka sama orang tua tapi saya juga ga tega kalau non nadia harus terus menerus tersakiti karena situasi yang sangat horor ini."


"Ah kamu, secara ga langsung kamu ngatain ibu saya horor."


"Hehe"


__________