
.
.
.
Hening....
Hanya itu yang terdengar di meja makan sebuah rumah. tidak ada percakapan sama sekali, seakan mereka terhanyut dengan pikiran masing-masing.
"Alhamdulillah...Killa udah, mau berangkat sekolah dulu"
"Ah udah cepet amat" ucap sang bapa langsung
"Ya Killa berangkat"
"Killa..." Gumam mama
"Hm?"
"Maafkan kami ya" tanya sang mama
"Telat ma.."
"Killa" sambung bapaknya turut prihatin
"Killa jalan dulu"
"Kill..."
"Assalamualaikum..." Kata Killa meninggalkan rumah.
***
Saat disekolah Killa masih saja memikirkan kejadian kemarin. walaupun hanya satu hari tapi itu seperti telah terjadi selama bertahun-tahun dan tidak bisa dihilangkan dari pikirannya.ia sangat kesal ia ingin kabur rasanya hari ini ia tidak peduli lagi untuk kedepannya ia akan pergi sejauh-jauhnya yang ia bisa ia tidak peduli lagi dengan orang lain.
Saat jam pelajaran pun Killa hanya bengong tidak berbicara sama sekali. temannya mengajak ngobrol pun hanya ditanggapi dengan malas.bahkan pr hari ini tidak ia kerjakan kemarin. untungnya guru nya tidak masuk.jadi Killa hari ini benar-benar tidak peduli dengan kegiatan nya seperti biasa.
Pulang sekolah...
"Killa!!!"
"Killlaaa!!"
"Kaillaaa!!!" Panggil seseorang kepada temannya yang sedang berjalan sambil menundukkan kepalanya
"Ah apa?" Jawabannya kaget
"Kamu kenapa diam saja?" Tanya Mey dengan khawatir
"Aku? Ngga kok perasaan kamu aja kali"
"Ga mungkin kamu emang pendiem, tapi ini ga biasa!!"
"Emang iya ya?"
"Kamu kenapa dari tadi kaya mikirin sesuatu" tanya Mey khawatir
"Ngga kok aku cuma mikirin pelajaran hari ini banyak ya" jawab Killa gugup
"Boong"
"Bener kok,udah ya aku balik assalamualaikum dadah!!!" Kata Killa meninggalkan mey
"Eh ga mau bareng?"
"Ga... kamu hati-hati ya sampai jumpa lagi!!!"kata Killa berlari meninggalkan Mey yang bingung. ia berencana untuk minggat dari rumah. untuk itu ia sudah siap-siap dari semalam dan ia tidak bisa bilang ke Mey karena ia takut ketahuan dan tidak mau melibatkannya.
"Ok aku akan pergi..." Kata Killa yang pergi berlawanan arah dengan rumahnya.
"Aku minta maaf semuanya..." Katanya pasrah dan hampir menangis
"Aku...."
"Woi..." Kata seorang didepannya
"?"
"Lo mau kemana?" Tanyanya
"~!!!!! Tunggu dia????"batin Killa kaget dengan orang didepannya ini
"Rumah Lo kan kesono ngapain jalan kesini?"
"Kamu...kamu kok disini?" Tanya Killa ke laki-laki itu yah siapa lagi kalo bukan Reza.ia datang dengan menggunakan mobilnya
"Lo sendiri ngapain disini?" Tanya Reza lagi
"Eh saya...ahh itu apa mau emm" jawab Killa gugup
"Kabur... Hm?" Sambungannya
"Ehhhh!!!! Ng...ngga kok mau kesono aja mau jajan saya haus haha" ucap Killa garing
"Disono emang ada warung?" Tanya Reza sambil menaikkan alisnya heran
"Ada kok kamu aja ngga tau... Udah awas saya mau pergi"jawab Killa jutek
"Kaga boleh" ucap Reza tegas
"Dih... kenapa?"
"Lo mau kabur gw tau"
"Apa sih kamu, ngga saya ngga kabur"
"Serius?"
"Iya serius"
"Kalo bohong..."
"Dosa...UPS" jawab Killa langsung menutup mulutnya dengan tangannya ia benar-benar seperti dibodoh sekarang oleh anak laki yang statusnya adalah adik kelas killa bisa dibilang
"Dih kenapa saya balik sama kamu"
"Gw juga ga mau, gw disuruh Oma"
"Ga usah saya balik sendiri aja"
"Ga boleh Lo balik Ama gw" suruh Reza
"Maaf saya ngga mau. lagian tumbenan saya balik Ama kamu bisanya juga engga" tolak Killa
"Kan kemaren dah dibilangin perasaan"
"Bilang apa?" Tanya Killa heran
"Ngga... Lo mah cepet lupa kaya nenek-nenek" jawab Reza malas
"~ok tahan Killa sabar jangan emosi anggap saja lagi ngeladenin anak kecil" batin Killa dia hanya tersenyum kesal kearah cowok itu
"Kenapa diem" tanyanya
"Saya malas berargumen dengan kamu"jawab Killa kesal
"Nah itu tau dah ayo balik"
"Bukannya kamu tidak boleh bawa mobil ya Ama bunda kamu?" Tanya Killa berusaha kabur
"Ini kan bukan jalanan umum jadi boleh aja" jawabannya santai
"Tapi kalo ke rumah kamu kan lewat jalan raya besar lagian dari sono kerumah saya jauh banget kamu mau aja disuruh"
"Gw lagi bt jadi suka-suka gw dan gw juga bawa SIM kakak gw, dah Lo bawel cepet naik" jelas Reza yang sudah mulai kesal
"Ngga mau"
"Otak Lo batu banget" omel Reza ke gadis didepannya
"Biarin biar kamu bt Ama saya" kata Killa malah sengaja membuat Reza hampir marah namun justru itu membuat Reza aneh dengan sikap Killa. masalahnya baru kali ini ada cewe yang tidak mau diajak pulang dengan dia apalagi sikapnya sangat cuek dan menyebalkan
"Hhhhh gw bingung gemana temen Lo pada ngobrol pasti diomelin Mulu ya kan?"
"Sotoy... Yaudah saya balik ya kamu hati-hati pulang nya sudah sore dadah!! assalamualaikum..." Kata Killa sambil berlalu meninggalkan Reza
"Woi yang nyuruh Lo balik siapa" kata Reza sambil memegang tangan Killa
"Saya sendiri" ujar Killa santai
"Lo kaga kasian ama gw Dateng jauh-jauh buat jemput Lo doang" ucap Reza sambil mengusap rambutnya
"Kasian kok kamu nya aja yang ga kasian Ama diri kamu sendiri mau aja disuruh-suruh" ujar Killa masa bodo
"Gw ga disuruh, cuma gw ga mau jadi cucu durhaka aja" ujar Reza
"Ohh yaudah" jawab Killa santai
"Kok gitu doank respon nya?"
"Emang mau kaya bagaimana?" Tanya Killa aneh
"CK ini udah sore ga usah berdebat Lo tinggal naik mobil gw aja abis itu balik, gw udah capek dari pagi"
"Kalau kamu capek ga usah jemput saya kita kan baru kenal kemarin lagian status kita belum jadi apa-apa" ucap Killa merasa kasihan dengan Reza tapi dia tidak mau menerima nya tawaran itu
"....gw ga suka cara Lo ngomong" kesal Reza
"Saya minta maaf kamu pulang aja saya bisa sendiri kok"
"Nanti gw harus jawab apa kalo Oma tanya?"
"Bilang aja kamu udah anterin saya sampai rumah"
"Boong itu namanya lagian Lo berusaha kabur"
"Saya ngga kabur kok beneran!!"
"Yaudah kalo Lo mau balik sendiri Sono, yang penting gw udah laksanain tugas gw... serah mau kabur apa kaga gw gak peduli gw lagi capek"
"Hmm saya minta maaf ya saya jadi ga enak"
"Bodo amat 2 kali Lo bikin gw kesel"
"2 kali?"
"Lo ga inget?"
"Apa?"
"Tu Lo emang nenek-nenek kali ya?"
"Iya saya mah udah tua beda Ama kamu masih muda masih seger" kata Killa dengan menahan emosinya dari tadi
"Ya iyalah tu tau"
"Yaudah Sono balik" suruh Killa enggan berkomentar banyak lagi
"Bener Lo ga mau balik Ama gw?" Tanya Reza untuk terakhir kali
"Ga nanti aja kalo saya udah ada niat" ucap Killa datar
"Seterah...awas aja kabur"
"Hmm..."
"Tukan gw ga percaya"
"Ihhh kamu mah udah Sono balik"
Akhirnya dari perdebatan panjang kali lebar yang tidak henti Killa pun pulang tapi bukan dengan Reza ia naik angkot namun diam-diam Reza mengawasi nya takut Killa melakukan hal yang aneh.
***
TBC