
.
.
.
"Jadi begitu ceritanya..." Kata Killa yang habis mendengarkan cerita dari Oma tentang asal muasal perjodohan ini bisa terjadi
"Ya nenek mu sangat dekat dengan Oma dan dia ingin sekali menikahkan anaknya dengan anak Oma tapi karena kami memiliki anak yang sama jadi itu tidak terwujud" kata Oma dengan menyesal
"Iya benar juga..." Jawab killa
"Dan lagi karena keluarga Oma harus pindah jadinya tidak pernah bertemu lagi dengan kamu"
"Kok sekarang bisa ketemu?" Tanyanya
"Yah itu mungkin takdir"
"Hah?"
"Iya nanti tanya mama papa kamu aja"
".....jadi karena itu Oma ingin menikahkan ku dengan salah satu cucu oma?"
"Iya benar kamu pintar ya cepat nangkep kaya Ina percis banget"
"Tapi aku masih kelas 3 kenapa ngga nanti aja kalo udah lulus atau umurku sudah matang?"
"Oma ingin begitu tapi umur Oma sudah tidak lama lagi"
"Oma..."
"Kamu mau kan sayang?"
"Tapi apa tidak apa-apa?" Tanya Killa khawatir
"Tenang saja kita hanya melaksanakan pernikahan kecil tidak usah mengundang banyak orang jadi tidak akan ada yang tahu kalau kamu sudah menikah" jawab Oma seakan tahu apa yang Killa pikirkan
"Begitu ya tapi aku masih harus sekolah kan?"
"Tentu saja kamu sekolah ini hanya melaksanakan pernikahan saja biar mimpi Oma dan nenek mu tercapai"
"Berarti aku masih tetap tinggal dirumah?"
"Tidak donk kamu akan ikut suami kamu ya kan Reza?!"
"Ah iya...." jawab seorang dengan datar yang dari tadi diam saja sambil main hp
"Jadi begitu...tunggu.."kata Killa yang kaget dengan kata terakhir
"Barusan Oma bilang apa ...suami?" Tanya Killa memastikan
"Iya kamu akan tinggal dengan Reza sayang" jawab Oma santai
"~whattttt????? Are you kidding me???? Really guys!!!" Batin Killa sangat terkejut
"Apa jadi kamu....kamu calon saya????" Tanya nya berarti selama ini Pikirannya salah bukan kakak itu tapi orang yang sangat ia tidak suka yang ada didepannya ini yang akan menjadi tunangannya.
"Ya tentu saja Reza akan menjadi calon suami kamu" jawab Oma sambil menunjuk Reza yang diam saja
"Kenapa? Lo ga seneng?" Tanyanya seperti tau Pikiran Killa
"Eh tapi Oma dia kan masih kelas satu aku ini sudah kelas 3 masa iya dia yang menikah dengan saya" tanya Killa lagi ia berharap ini hanya candaan
"Lah emang kenapa?" Tanya Oma
"Bukan begitu apa itu eh ini tidak cocok dia masih dibawah umur ya kan??" Ucap killa
"Terus kalo gw dibawah umur kenapa?" Jawabannya santai
"Saya ga enak aja, kalo saya menikah sekarang gapapa kan bentar lagi lulus lah kamu baru masuk sekolah masih lama lulusnya" kata Killa
"Emang ngaruh?" Ucapnya masa bodo
"Tentu saja ini berpengaruh dengan harga diri dan status pendidikan kamu harusnya kamu nikmatin waktu bersama teman di SMA malah menikah dan memiliki istri... Maaf tapi... kamu mau dibilang bapak-bapak?" Kata Killa spontan membuat Reza sedikit terkejut
"Yaelah gw juga ga mau kali" jawabannya
"Nah tu Oma di aja tidak mau"
"Eh yang benar bukanya..."ucap Oma tapi mulutnya langsung ditutup dengan tangan Reza
"Ahhhh kamu ngapain!!??? lepasin tangan kamu ga sopan!!!"bentak Killa ketika melihat kelakuan anak laki didepannya ini
"Lo bawel banget sih" ucapannya datar
"Saya bawel karena kamu sikapnya tidak sopan ini Oma kamu masa mulutnya disumpal begitu kaga boleh!!!" Bentak Killa ke anak laki didepannya ini
"Hahahaha iya Killa gapapa kok Oma baik-baik saja Reza ini sangat dekat dengan Oma kamu tidak perlu khawatir"
"Tapi Oma..."
"Yang penting kamu mau kan jadi pendamping hidup Reza" tanya Oma lagi meyakinkan
"Hmm... Aku ngga tau" jawab Killa lesu
"Lo kecewa ngga bisa kawin Ama kakak gw malah Ama gw hm?" Ledeknya sambil tersenyum menyeramkan entah apa itu artinya
"Ah....apa....itu ngga kok apa sih kamu" jawab Killa terbata-bata
"Bilang aja sih, muka kaya Lo mah gampang ditebak" katanya meledek lagi
"Seterah kamu"
"Kalian cocok banget sih ahh jadi inget muda dulu" sambung Oma yang dari tadi melihat Killa dan Reza bertengkar
"Oma kami tidak seperti itu" ucap Killa
"Tapi menurut Oma kalian berdua serasi Oma jadi pengen cepat menikahkan kalian"
"~serasi katanya?? Terasi kali..." Batin Killa tersenyum getir
"Emang bapa mama saya setuju Oma?"
"Tentu saja setuju masa ngga"
"~oh mereka diancam... haha bisa aja nih orang" batin Killa tersenyum garing
"Nah karena kamu sudah tahu ceritanya jadi kamu mau kan sayang"
"Ehhmmm gimana ya aku masih bingung"
"Yaudah kalo kamu masih bingung ga papa kamu bisa pikirkan dulu"
"Eh yang benar Oma!!!???" Tanya Killa semangat berarti masih ada kesempatan buat melepaskan diri
"Iya toh sekalian kamu bisa beresin baju buat pindah" jawab Oma santai
"Oma kata suruh pikiran tapi percuma kalo jadinya saya menikah juga mah" kata killa dengan ekspresi yang datar
"Hahahaha maaf ya tapi masa kamu mau buat nenek kamu kecewa"
"Yah...ngga mau"
"Nah itu tau"
"Hmmm umur Oma bisa panjangin dikit lagi ga kecepatan soalnya" ucap Killa asal
"Kalo Oma bisa sih, ayo aja" jawab Oma merasa lucu dengan anak perempuan satu ini
"Lo aneh, yakali umur bisa panjangin sendiri gitu, emang kata Lo kucing apa" kata Reza aneh dengan pemikiran Killa
"Iya juga sih...maaf" beo killa kenapa ia merasa jadi bodoh
"Aneh..."
"Tapi Killa kalo kamu mau nikah sekarang juga ga papa kok, soal baju tenang aja itu gampang" ucap Oma
"Eh??ga Oma nanti dulu saya belom siap jadi istri, baju saya yg beresin aja. beri saya waktu sendiri dulu seminggu" ucap Killa memohon diberikan waktu lagi.
"Seminggu?" Kata Oma
"Iya saya mohon..."
"Ehmm"
"Kamu juga kan ga mau cepat-cepat jadi suami??" Tanya Killa ke laki-laki yang ada disampingnya
"Iya juga sih gw juga males..." Jawabannya malas
"Kamu setuju Reza?" Tanya oma
"Yah serah Oma, Reza ikut aja"
"Ok seminggu ya..."
"Iya seminggu saja Oma" ucap Killa
"Yaudah tapi nanti kamu harus siap ya kalo sudah waktunya"
"Iya..Oma" kata Killa pasrah entah kenapa ia benci dengan takdir ini.
TBC....