
.
.
.
"Killa kok kamu sekarang jarang pulang bareng aku sih??" Tanya Mey sambil memakan baso dikantin.
"Ah ngga kok..." Jawab Killa.
"Ihhh udah 4 hari ini kamu balik sendiri kadang kamu mau duluan kalo ngga nanti aja terakhir padahal kan bisa bareng Ama aku" ucap Mey sambil menggoyangkan basonya.
"Ngga papa kok aku lagi pengen sendiri aja" ujar Killa santai.
"Hhh kamu akhir-akhir ini aneh ada apa sih?" Tanya Mey khawatir.
"Gapapa kok perasaan kamu aja kali"
"Tuh kamu mah mainnya rahasia aja" kesal mey.
"Maaf ya..." Ucap Killa lalu ia mendengar salah satu siswi yang sedang mengobrol dengan temannya dibelakang tubuhnya walau tidak terlalu jelas tapi ia masih bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Hei kau tahu tidak kemarin saat aku pulang sekolah aku melihat seorang laki-laki yang sangat tampan dia tinggi dan putih" kata salah satu dari mereka.
"Oh ya apa dia pakai mobil?" Tanya satu orang lagi.
"Entah aku tidak tahu tapi kayanya ia sedang menunggu seseorang waktu itu kayanya bukan anak sini"
"Wah aku juga lihat kemarin lusa dia memang sangat tampan aku ingin dekatin tapi kayanya dia akan risih"
"Beneran? berarti dia selalu ada pas pulang sekolah ya" tanya orang tersebut.
"Kayanya sih"
"Hmm apa nanti ada lagi?"
"Entah kalau ada aku ingin kenalan dengan dia"
"Hei kau ini ya...itu punyaku" jawabannya.
"Apaan kamu"
dan begitulah pembicaraan nya. menurut Killa pasti mereka sedang membicarakan tentang Reza ya itu pasti karena tidak ada anak sekolah dia yang datang dengan menggunakan mobil apalagi dia orang yang sangat tampan.
lama-lama kalau Reza selalu menunggu nya saat pulang sekolah ini akan menjadi salah satu gosip yang sering dibicarakan anak sekolah nya. Ia harus mencegah ini terjadi bisa repot nanti kalau dia sampai ketahuan jika ia siswi yang sudah menikah.
****
"Oi oper kesini!!!"
"Nih ambil!!"
"Woi jaga gawang nya"
"Awas!!!!"
"Gollllllll" teriak orang-orang yang sedang bermain futsal dilapangan.
"Ah gini ni kalo maen Ama Reza kalah Mulu gw" ucap seorang yang habis bertanding.
"Hahaha santai aja kali bang" jawab sang lawan yang tak lain adalah Reza. ya dia sedang bertanding dengan kakak kelasnya.
"Pokoknya Lo harus jadi peganti gw ok Rez" jawab bang Rahman sang ketua eskul futsal dia sudah kelas 3 sekarang.
"Ya kan saya ga tau bang" jawab Reza sambil mengelap keringat nya.
"Alah anak-anak pasti milih Lo jadi ketua futsal baru, ga boleh nolak" ujarnya menyemangati.
"Iya bang doain aja"
"Yoi itu pasti donk!! ok gw Ama temen gw cabut dulu udah sore" kata bang Rahman beranjak pergi.
"Ya ati-ati bang" jawab reza.
"Siap"
"Rez gw duluan ya!!" Kata teman bang rahman.
"Gw juga" dilanjutkan teman yang lain.
"Iya bang hati-hati" jawab Reza lalu kembali ke teman-temanya yang sedang beristirahat habis bermain futsal.
"Wuhhhhh capek banget gw" ucap Andi sobatnya Reza.
"Iya kalo maen Ama bang Rahman kaga bisa berhenti lari, capek" sambung Richard sambil memijat kakinya.
"Lo kuat banget sih Rez lawan bang Rahman" tanya farel yg capek habis tanding.
"Yaelah santai kali... malah seru kata gw ada powernya gitu" jawab Reza yang sedang minum.
"Hahaha sa ae Lo" ujar Andi tertawa melihat Reza.
"Udah nih minum Minggu depan kita tanding" kata Reza menyemangati teman-temannya.
"Ya gw tau makanya harus fit ya kalian" sambung oki.
"Siap bos" jawab semua temannya
Yap Reza memang disekolah nya sangat terkenal Bahakan kenalan nya banyak apalagi dia pintar dan jago bermain bola jadi wajar temannya dimana-mana dan sekarang ia sedang latihan futsal untuk pertandingan Minggu depan.
"Rezaaa!!!" Panggil perempuan dari bangku stadion.
"Woi Rez cewe Lo noh" kata Richard yang mendengar orang yang memanggil nama Reza.
"Itu bukan cewe gw" jawab Reza acuh.
"Yaelah kasian dia digantung Mulu sama elo" ledek Oki tertawa.
"Sejak kapan gw Ama dia Deket" ujar Reza ketus.
"Sejak gw temenan Ama elo" sambung Andi ikutan.
"Tau nih dia kan cakep, pinter kurang apa lagi coba" tanya farel.
"Kurang menarik buat gw kalo elo mau ambil aja" jawab Reza santai.
"Bener ya"
"Kaya mau aja dia Ama cowok tukang php kaya elo" ledek Andi ke Richard.
"Yeee apa lo bilang??" Ujar Richard dan meninju pala Andi.
"Hmm" desah Reza malas melayani temannya.
"Reza aku manggil kamu dari tadi kok ngga nyautin" kata seorang perempuan yang baru datang.
"Apa?... dah kan?" Jawab Reza datar.
"Ih kamu mah... Oh iya ini minum buat kamu" ujar cewe itu yang bernama Chelsea.
"Oh makasih" ucap Reza.
"Iya yg berdua mah kita mah dikacangin" sambung Richard meledek.
"Lo mau nih ambil aja" kata Reza sambil menyodorkan minuman pemberian Chelsea.
"Wey boleh mau donk" jawab andi.
"Dih Rez kok dikasih??" Tanya Chelsea.
"Gw udah punya chel" jawab Reza masa bodo.
"Yaudah simpan aja ngapain dikasih"
"Hhh tar gw kembung lagian mubazir" kata Reza.
"Hahaha udah Chelsea buat aku aja Reza nya ga mau" ujar Richard.
"Apa sih Lo nyambung aja" jawab Chelsea ketus.
"Wow galak nya mba" ucap Andi yang syok melihat perbedaan Chelsea saat dengan Reza dan orang lain.
"Iya sangar" jawab farel.
"Dah gw mau balik dulu" kata Reza yang mulai beranjak pergi.
"Eh cepet amat bang kaga jadi Nongkrong?" Tanya Andi.
"Ga.. gw capek" jawab Reza.
"Aku anterin boleh" tanya Chelsea.
"Ga usah gw mau kerumah Oma gw" jawab Reza menolak.
"Oh yaudah aku anterin sampai depan ya" tanya Chelsea lagi masih sibuk menawarkan.
"Ga usah gw mau ke WC dulu" jawab Reza mulai kesal.
"Anterin gw mau ga chel?" Tanya Richard.
"Ogah bet gw" jawab Chelsea.
"Yah gitu elo mah" ucap Richard merasa tersakiti.
"Bodo" kata Chelsea
"Ok gw duluan semua" ujar Reza dan berlalu pergi.
"Yoi hati-hati gan" kata oki.
"Reza hati-hati ya pulang nya kalo udah sampai bilang aku" sambung Chelsea.
"Hmmm" jawab Reza malas.
***
TBC