
Brak
Nadia terkejut karena saat dirinya tengah fokus pada layar ponsel didepannya meja tempatnya duduk digebrak oleh orang tak dikenal. Nadia mengangkat wajahnya dan mendapati seorang wanita seusianya dengan tampilan glamour sedang menatap nyalang kearah nadia.
"Kamu, nadia saraswati perempuan kampungan yang udah merayu suami saya."
Nadia sempat terkejut dengan tuduhan atas dirinya tapi nadia masih berusaha tenang dan diam mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh wanita didepannya ini.
"Penampilan kampungan begini aja mau coba-coba saingan sama saya. Kamu ini katanya desainer terkenal tapi coba lihat barang yang kamu pakai ga ada satupun yang mahal. Kalau bicara cantik okelah kamu emang cantik."
"Coba lihat, wanita seperti ini ingin bersaing sama saya. Dia mau merebut suami saya, telponan chat mesra seperti ga ada harga dirinya sudah meratu suami orang."
Nadia tersenyum miring mendengar hal itu, bukan karena bangga atas pujian cantik untuk dirinya tapi lebih ke penghinaan atas barang-barang yang dikenakannya.
"Banyak orang bilang, harga menentukan kualitas. Oke, itu untuk suatu barang tapi tidak dengan saya. Kualitas saya bukan terletak pada harga barang-barang yang melekat pada badan saya. Coba mba duduk dulu, bicara baik-baik. Siapa nama suaminya?"
"Herlambang" ketus wanita didepan nadia.
" Herlambang" gumam nadia sambil berfikir siapa kliennya yang bernama herlambang.
"Dia pria yang bulan lalu memesan seragam untuk pernikahan adiknya."
"Herlambang, anaknya bu rahma?"
"Iya, rahma mertua saya."
"Maaf sebelumnya, atas tuduhan yang tadi mba ucapkan. Saya ga pernah merayu suami mba, komunikasi untuk urusan seragam itu sudah saya serahkan ke anal buah saya. Bahkan saya tidak punya kontak pak herlambang begitupun sebaliknya."
"Bohong, jelas-jelas nama panggilan keluar dan WhatsApp mesranya atas nama nadia saraswati desainer. Itu kamu kan,"
Menghembuskan nafas kasar nadia merasa akan percuma berbicara dengan wanita didepannya.
"Nama saya memang nadia saraswati, pekerjaan saya juga benar itu. Dan pak herlambang memang klien saya, tapi untuk tuduhan merayu suami mba tidak benar. Saya sama sekali ga pernah merayu siapa pun kecuali suami saya sendiri." Nadia berbicara dengan suara tegas.
"Ck, terserah mba saja."
Angga dari jauh melihat nadia sedang diteriaki oleh orang langsung melebarkan langkahnya.
"Permisi, permisi." Angga menembus kerumunan orang didepannya yang sedang menonton.
"Sayang" angga langsung merengkuh pinggang istrinya dengan posesif.
"Loh bu novi ada apa ini?"
"Pak angga, ini saya sedang melabrak perempuan ini karena sudah kedapatan mengirimi chat mesra ke suami saya. Tapi dengan tidak tau malunya dia mengelak dan tidak mau mengakui itu semua."
"Siapa yang ibu maksud?"
"Itu, perempuan disebelah bapak."
"Ini istri saya."
"Hah, istrinya pak angga?"
"Iya, ini istri saya. Saya harap bu novi bisa lebih bijak lagi, seharusnya bu novi yang lebih tau bagaimana perangai herlambang."
skakmat, langsung ditembak membuat novi tak bisa berkutik. Herlambang suaminya memang terkenal tukang selingkuh dan suka berganti wanita. Bagaimana angga kenal dengan pasangan ini? Itu karena herlambang dan novi adalah teman semasa angga SMA dulu.
"Jangan bicara seperti itu, disini ramai." Bisik novi dengan raut memohon.
"Tadi kamu dengan lantang menuduh istri saya apa kamu ga ingat kalau disini ramai?"
__________