JODOH KU

JODOH KU
ABG LABIL


Aruna sedang hangout bersama beberapa temannya disebuah pusat perbelanjaan dan tak sengaja bertemu angga yang kebetulan juga bertemu klien disana. Naasnya angga ditemani asisten pribadinya bertemu klien wanita dan klien tersebut memang sedikit lebai dalam berpenampilan dan kerap kali menggoda angga.


"Itu bokap lu kan run?"


"Kayaknya iya." Jawab aruna santai tapi dengan sorot mata tajam setajam elang.


"Lu mau nyamperin kesana apa ga?"


"Kesana lah gue, kalian pulang duluan aja ya."


"Hmm oke oke. Berkabar ya nanti."


"Oke sip."


Setelah yakin teman-temannya menjauh aruna langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam resto tempat dimana angga sedang melakukan meeting.


"Pa"


Panggilan papa sontak membuat wanita disebelah angga dengan cepat mengangkat wajah dan memberi raut tak suka kepada aruna.


"Kakak disini?" Tanya angga santai.


"Hmm, tadi sudah ijin mama mau kesini selepas les."


"Temannya mana?" Tanya angga sambil mengedarkan pandangan.


"Udah pada pulang duluan, aku lihat papa disini makanya kesini dulu. Mang udin juga udah aku suruh pulang duluan barusan."


"Oke, kakak pulang sama papa aja. Ayo sini, duduk dekat papa."


"Ada baiknya anak pak angga tidak ikut bergabung disini karena kita sedang membahas urusan pekerjaan."


"Tidak ada masalah kalau putri saya disini bahkan kalau istri saya juga disini pasti akan saya ajak bergabung. Lagipula urusan kita sudah selesai dan keputusan saha masih tetap sama seperti awal pertemuan tempo hari."


"Pembahasannya belum selesai pak." Sergah novita saat angga lagi lagi bersikap dingin dan tidak mau merubah keputusannya untuk kembali bekerja sama dengan dirinya.


"Maaf bu novi, berulang kali pak angga sudah menyampaikan kalau kontrak tidak bisa diperpanjang karena memang kerjasama ini tidak memberikan hasil yang maksimal." Agus yang juga ada disana langsung mengambil alih karena melihat raut wajah angga yang mulai terlihat kesal.


"Saya tidak perlu penjelasan dari anda." Novita ketus dan langsung mendekat kearah angga.


"Tolong tante jaga jarak sama papa ku."


Kekesalan novita semakin bertambah karena kehadiran aruna yang begitu menjengkelkan.


"Pak angga ada baiknya abg labil seperti putri anda tidak berada disini."


"Siapapun tidak saya ijinkan untuk menghina putri saya apalagi anda." Jari telunjuk angga berada tepat didepan wajah novita.


"Perusahaan anda saya blacklist dan akan mendapat penilaian buruk dari angga wijaya."


"Gus, urus semuanya."


"Baik pak."


Tanpa basa basi angga menggandeng tangan putri kesayangannya untuk pergi dari sana. Sebenarnya angga sudah cukup lelah meladeni novita yang tak ada hentinya meneror angga untuk merayu dengan dalih berusaha melakukan pendekatan demi perpanjangan kontrak kerjasama.


"Pa, aku abg labil ya?"


"Hmm" angga berdehem menanggapi celotehan aruna sambil terus fokus menatap ke depan.


"Tante tadi naksir papa."


"Ck"


"Papa memang sugar daddy, wajar aja kalau banyak yang naksir jangankan abg yang sudah tua seperti tante tadi saja naksir."


"Kak"


"Aku tau papa cuma cinta mama karena papa selalu bilang kalau mama adalah jodohnya papa."


"Betul."


"Apa mama menangis lagi?"


Aruna menggeleng lemah.


"Mama lelah dengan oma."


"Papa tau."


"Oma terlalu kejam dengan semua perlakuannya kepada kita."


"Tapi dia ibunya papa."


"Aku tau."


Obrolan bak teman dekat terus bergulir antara angga dan aruna saat angga melajukan mobilnya menuju arah pulang.


__________