
.
.
.
"Nah karena kamu udah makan sekarang anterin saya balik ya" ucap Killa memasuki mobil Reza.
"Udah mau balik lagi? Gak mau jalan-jalan dulu, mumpung masih sama gw" tanya Reza.
"Jalan-jalan kemana? Ini udah mau magrib entar mama saya nyariin"ucap Killa.
"Kan dibilangin dari tadi, elo Ama gw! mama Lo gak bakal ngomel!" Ujar Reza bosan bilangin perempuan disampingnya.
"Emang kamu mau kemana lagi sih? Kita udah makan tadi,masa kamu masih laper aja" omel Killa.
"Gw gak laper udah kenyang, gw mau jalan-jalan aja Lo mau gak?" Kata Reza.
"Gak! saya mau balik, kamu aja Sono sendiri" ucap Killa datar.
"Bener ngga mau? kebetulan hari ini malem Sabtu dideket sini ada taman kota pasti rame yuk kesono" ajak Reza lagi.
"~Ni anak dibilangin juga, ngeyel amat sih??" Batin Killa dengan muka yang mulai kesal.
"Mau gak?" Tanya Reza.
"Reza..." Ucap killa dingin.
"Ya"
"Kuping kamu budeg apa emang ngga dengar? Saya udah bilang saya mau balik, ini udah mau magrib kalo perempuan lain pasti mau aja diajak kamu main sampe larut kalo saya beda saya ngga biasa apalagi kamu laki-laki, perempuan aja yang ngajak saya main malem saya ngga mau, apalagi kamu"ucap Killa ia benar-benar sudah kesal harusnya ia tadi balik saja ngga usah minta anterin Reza kalau tau akan begini.
"Terus?"
"Makanya saya mau balik tugas saya juga masih banyak kamu harus mengerti, saya udah kelas 3 Rez beda sama kamu yang masih kelas 1 tugasnya sedikit jadi waktu luangnya banyak" sambung Killa berusaha menahan emosinya tapi tetap ia tidak bisa.
"Kok nyambung kesitu?"tanya Reza.
"Biar kamu paham"
"Jadi mentang-mentang Lo kelas 3 Lo belagu gitu? Gw juga banyak tugas Lo aja kaga tau!" Kata Reza mulai kesal.
"Saya ngga belagu saya cuma bilang biar kamu paham,kalo kamu ngga mau nganterin saya balik yaudah saya sendiri aja" ucap Killa berusaha menahan emosinya lagi.
"emang Lo berani? Ini jauh dari rumah loh apalagi uang lo kaga ada, buat naik bus minimal 8 ribu sedangkan uang lu cuma goceng bener kan?? Yah seterah Lo aja sih sekarang"jelas Reza sambil mengangkat kedua tangannya membuat Killa tambah kesal jadi benar ia sengaja memilih tempat makan yang jauh dari rumahnya karena ini.
"Seterah kamu, saya bisa tetap balik sendiri saya bisa minta teman saya menjemput saya disini" kata Killa mulai keluar dari mobil.
"Siapa?" Tanya Reza.
"Siapa aja" jawab Killa ketus.
"Gak boleh!!!"omel Reza.
"Kenapa kamu ngatur saya? Tadi kamu bilang seterah saya balik apa ngga, sekarang malah ngga boleh" tanya Killa dibuat bingung oleh cowok ini.
"Suka-suka gw lah mau kaya gemana" kata Reza lebih galak dan Killa bingung mau bilang apa lagi ia tidak biasa berdebat dengan orang lain apalagi Reza yang sangat keras kepala.
"Hah...saya bingung sama kamu saya mau ngomel tapi ngga pernah bisa"desah Killa dan menyenderkan punggungnya di kursi mobil.
"Soalnya Lo gak pantes marah-marah tar Lo malah nambah kayak nenek-nenek" ujar Reza.
"Tukan kamu selalu buat saya sebal dan saya sangat membenci kamu tapi saya ngga bisa marah kayak orang lain" kata Killa pasrah ia juga mau mengumpat Reza tapi ia tidak bisa.
"Gw juga benci sama elo" kata Reza santai.
"Gw cuma minta anterin jalan-jalan doang abis itu anterin gw beliin kue buat Oma, dia nitip tadi" ucap Reza cuek.
"Kamu minta saya bantu milihin?"tanya Killa.
"Yaa makanya Lo mau gak?"ucapnya serius.
"Tapi kalau hancur lagi seperti waktu itu bagaimana?" Tanya Killa ia mengingat kejadian saat awal bertemu dengan Reza.
"Lo harus ganti" jawab Reza.
"Yaudah saya ngga mau...bagaimana saya mau ganti yang kemarin aja belum" kesal killa.
"Yaa Lo ngga harus ganti pake uang"tambah Reza.
"Lalu?"
"Lo cukup nurut apa yang gw bilang" katanya sambil tersenyum kearah Killa namun itu malah membuat Killa ngeri.
"Ogah" ucap Killa spontan pasti Reza akan menyuruh yang tidak-tidak ia pikir itu sama saja dengan menjadi budaknya.
"Harus! kalau ngga ganti sekarang" suruh Reza masa bodo.
"Dih,kan kata mama kamu gak usah dibayar! lagian itu kue buat saya jadi kalau hancur sama saya juga gak papa" jelas killa.
"Lo pinter juga yak?" Kata Reza memuji.
"Kamu baru tau?" Ucap Killa apa Reza pikir dirinya sangat bodoh sampai dia bilang begitu?.
"Iya, kirain Lo ngga bisa mikir" ucapnya.
"Seterah...." Kata Killa malas.
"Ok jadi Lo mau anterin gw kan hmm?" Tanya Reza lagi memohon tapi kali ini suaranya seperti memelas .
"Yaudah daripada diomelin Oma" katanya.
"Nah gitu kek dari tadi susah bener ngomong MAU" ujar Reza hendak mengacak rambut Killa namun Killa bisa menepis tangan Reza lagi dan membuatnya terkejut.
"Kamu mau ngapain?" Tanya killa datar.
"Gak... Kayanya insting lo kek gw tajem yak belom gw pegang udah ditepis beda Ama temen Lo tadi" kata Reza tersenyum tapi Killa diam saja tidak peduli.
"Kenapa gak langsung ketokonya sih ribet pake jalan-jalan dulu" tanya Killa malas.
"Tokonya buka jam 7 malem abis magrib dan ini masih jam 17.47 masih lama kita nungguin dulu" jawab Reza.
"Kenapa gak toko lain aja kan banyak" tanya killa.
"Itu langganan Oma gw, dan dia maunya kue yang ada di toko itu jadi mau gak mau harus nungguin" sambung reza.
"Hhh ribet nya..." Beo Killa.
"Yaa makanya sekalian solat dideket situ mau gak?" Tambah Reza.
"Yaudah bentar lagi juga mau adzan, dah jalan nanti keburu malem" ucap Killa.
"Ok" kata Reza mulai menyetir.
"~Hhh kali ini aja Killa cuma kali ini!!!" Batin killa mulai tenang.
***
TBC