gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
pesta lajang


"Selamat datang"


semua orang yang datang langsung terpukau dengan pemandangan yang ada di dalam, suasana nya langsung berbeda !! semua nya benar-benar indah dan menakjubkan terlihat beberapa orang menari dengan suka ria di bawah cahaya lampu berwarna-warni "hum ini enak eun, kau coba lah" carl memberi sesuap kue ke eun "wah benar kau dapat dari mana? " tanya eun "dari sana" carl menunjuk sebuah meja yang penuh dengan berbagai hidangan "aku bahkan tidak tau dari mana tuan kim mendapatkan nya, ini benar benar enak" kata eun "kau yang punya pesta tapi kau tidak tau dari mana kue nya" kata carl "uh, ini sangat tidak enak" eun menunjuk beberapa bungkus permen "dari mana? " tanya carl "dari bodyguard nya tuan juneval" kata eun "astaga yang benar saja" carl tertawa "aku meminta nya tadi" kata eun sambil menjulurkan lidah nya beberapa kali "tapi ini manis" kata carl "yang ku makan tidak, nih coba" eun mengeluarkan permen yang ada di mulut nya dan memberikan nya ke carl "uh.. ini rasa apa? " kata carl mengerutkan keningnya "rasa nya membuat ku gila" kata eun "hah? " kim mematung melihat eun dan carl dari kejauhan "aku tau ini pasti rahasia bodyguard nya kenapa dia tidak mengantuk saat bertugas, dia makan permen rasa gila ini maka nya dia langsung siaga dan tidak pernah ngantuk" kata carl "benar itu" eun membenarkan perkataan carl. "persahabatan mereka sangat dekat" kata juneval "ya" kata kim "kau cemburu ya"kata arrayan " aku akan melempar mu arrayan "kata kim " sudah jangan makan lagi, ayo menari seperti ini"kata eun "tarian apa itu? " kata carl "ayo kita menari seperti kajol, aduh aku tidak bisa bersiul sekarang kau bersiul aku akan berakting kalau aku yang bersiul" kata eun "oke, oke mulai" kata carl sambil bersiul "ada ada saja" vivian terkekeh melihat tingkah eun dan carl "ayo menari.. gerakan kaki dan tangan " kata eun "ayo menari" kata carl "nyalakan bom hias nya" kata eun "oke, oke pegang kita akan nyalakan" kata carl "duar!! " eun tersenyum senang "mana rei" kata eun "tadi dia pergi dengan teman nya" kata carl "kirain kau meninggalkan nya, aku hampir menendang mu" kata eun "kau selalu berburuk sangka" kata carl "ayo bersiul lagi, aku akan menari... menari!! " kim tersenyum melihat tingkah gadis pujaan nya.


"tarian mu sangat bagus" eun menoleh ke pria yang memegang kepala nya "tuan juneval" kata eun "aku juga mau menari" kata juneval "ayo kita menari bersama" ajak eun "aku juga" kata yuda "kita akan menari seperti kajol " kata eun "kajol? " juneval terlihat bingung "iya kau tau dia itu terkenal dan jago menari seperti ini lihat seperti ini dan ini" kata eun "oh baik ajari aku " kata juneval "aku suka sekali melihat dia menari, tapi sayang nya mama ku malah menyukai film drama cinta Korea kami jadi sering berebut remote tv. sekarang ayo menari gerakan kaki mu seperti ini lalu tangan mu, ayo cepat" kata eun "baik" juneval mengikuti gerakan eun "tuan Arthur kau juga ayo sini cepat" ajak eun "baik lah" kata Arthur tanpa keberatan sedikitpun, "tuan arrayan ayo, tuan kim kau juga jangan malu malu ayo kita bersenang-senang!! " kata eun "ayo kim" kata arrayan "kau saja" kata kim "itu rei" kata vivian "ayo kita menari" kata eun "sini sayang kita melakukan tarian kajol" kata carl "wah" kata rei "satukan tangan duh gak ada suara gelang nya kita pakai suara manual aja cring cring" kata eun "cring cring" yang lain mengikuti , semua terlihat senang dan bahagia "ini sangat menyenangkan" kata juneval "nikmati" kata eun "ayo kim bergerak lah" kata arrayan "duaaarr!!!! " semua orang melihat ke atas berbagai hiasan berterbangan dari atas "awas kelilipan" bisik carl "iya" kata rei "loh, kok musik nya ganti? mana dj nya? " tanya eun "ini saat nya berdansa" beberapa orang mulai mencari pasangan untuk berdansa "ayo" kata carl "mari berdansa kim" arrayan membawa ade ke lantai dansa "kau berdansa lah" kata Arthur "kau juga tuan" kata eun "ajak lah dia berdansa tuan kim" kata juneval.


kim menatap eun yang tinggal sendirian "kau sangat bahagia sekali" kata kim "jadi apa aku harus menangis di tengah pesta? "tanya eun " apa kau sudah lelah? "kim melihat sekitar nya dan sesuai dugaan nya arrayan masih meledek nya


" um.. apa pesta nya sudah berakhir? "


" kau sedari tadi banyak bicara dan selalu sibuk, kau melupakan aku"


"yang benar saja? bagaimana bisa aku melupakan mu? aku melihat mu berkumpul dengan teman teman mu dan aku ya..pergi dengan teman teman ku"


"jadi begitu.. sekarang apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku? "


"selamat berpesta tuan kim"


"Hai nona maukah berdansa dengan ku? " tanya seorang pria, kim langsung menatap arrayan karena dia tau itu orang suruhan arrayan teman nya yang suka meledek nya itu "aku.. " kata eun "dia akan berdansa dengan ku" kim langsung menarik eun "aku akan memukul mu lihat saja arrayan" batin kim.


"aduh!! " arrayan menoleh ketika ada yang menendang nya "kau tidak papa? " tanya ade "kim menendang ku" kata arrayan sambil melanjutkan dansa nya "aku akan membalasnya nanti" bisik arrayan "aku punya kejutan untuk mu" bisik kim "benarkah? " eun terlihat sangat antusias .


"tapi nanti"


"setelah berdansa? "


"BERSULANG!! " petir mengangkat gelas nya "bersulang" kata bimo "Hai putri" sapa vivian "Hai" putri tersenyum lebar "ngomong ngomong apa tuan nhai di undang? " tanya wong "ku rasa tidak" kata atika "aku tidak ada melihat nya" ujar xeyi "sudah lupakan dia" kata zizie "ayo bersenang-senang!! " seru petir.


lantai dansa terlihat sangat penuh semua nya berdansa dengan sangat indah setiap gerakan nya sama dan sesuai dengan irama musik nya, kim menatap mata eun "kenapa menatap ku begitu? " tanya kim tanpa ekspresi.


"aku juga tidak tau"


"aku mencintai mu" bisik kim "ya" ucap eun datar "apa? " reaksi kim langsung berubah "apa itu tadi? " tanya kim "apa? " kata eun "jangan mencoba coba menggoda ku ya" ujar kim "aku tidak sedang menggoda mu" kata eun dengan wajah bingung. "lalu kenapa kau cuma bereaksi seperti itu tadi? " "hahha.. kau ini serius sekali"


"ayo kita pergi" k


"kemana? hei kita sedang pesta"


"aku harus menginterogasi diri mu"


"tidak tidak! aku tidak mau kemana mana baik akan aku katakan aku juga mencintai mu sangat mencintai mu"


"kau baru mengatakan"


"tadi aku sengaja tidak mengatakan nya, aku mau melihat bagaimana ekspresi mu" eun terkekeh "ayo kita cari minum musik nya sudah berhenti" kata carl "ayo" kata rei "musik nya sudah ganti" kata eun "kau masih mau berdansa lagi? " tanya kim "tidak, lebih baik kita minum aku benar-benar lelah" kata eun "ayo" kim menggandeng tangan eun "Hai kim!! sini duduk " arrayan tersenyum meledek melihat teman akrab nya itu "anak itu" kata kim "eun kemarilah" kata ade "ayo kita ke sana" kata eun "baik sesuai keinginan mu" kim mengambil dua gelas minuman lalu berjalan mendekati arrayan.


suara gelas beradu kembali terdengar arrayan kembali menghabiskan minuman nya dengan cepat "jangan mabuk sayang" kata ade "biar saja dia mabuk, setelah nya buang dia ke laut" kata kim "tuan kim" kata eun "iya" kata kim dengan lembut "eun ayo bersenang-senang!! " seru Yuda "aku datang" eun pergi menghampiri teman teman nya "kau di sini rupa nya" ryu duduk di dekat kim "kenapa kau baru terlihat" kata arrayan "kau sudah mengantar lamaran ke rumah nya? " ryu menatap kim "belum" kata kim "apa!! belum! " arrayan kaget "ada apa dengan mu" kim merasa arrayan selalu bersikap berlebihan "lalu kenapa kau sudah sangat percaya diri mengadakan pesta lajang, bagaimana jika kau melamar nya dan membawa seserahan ke rumah eun kau di tolak haa nangis darah" kata arrayan "sayang jangan begitu" kata ade "orang tua nya sudah setuju" kata kim sambil melirik eun yang sedang bersama teman-teman nya "tapi lebih baik kau mengantar lamaran nya dan diskusi pada orang tua nya lihat itu" arrayan menujuk ke arah eun yang sedang di goda seorang pria "yang antri banyak" bisik arrayan dengan nada penuh tekanan "kau akan lihat besok" kata kim "tuan ryu ayo bersulang" kata arrayan "bersulang! " kata ryu sambil mengangkat gelas nya.