gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
camilan untuk seluruh karyawan


Vivian menemui eun di kantor "kau menangis lagi? " tanya eun "tidak kok aku cuma mau lebih fokus kerja sekarang" kata eun "bagus lah ku harap itu benar" kata vivian "jangan kawatir" kata eun "bagaimana apartemen baru mu? " tanya vivian "menyenangkan dan di sana ada kak ade teman sekantor kita juga" kata eun "baguslah aku jadi bisa tenang" kata vivian.


Semua nya menatap pria berjas putih "ade!! " vivian langsung kembali ke tempat "iya tuan" kata ade "cepat siap siap ikut aku menemui seseorang" kata nhai "siap tuan" kata ade "bawa xeyi juga" kata nhai.


"Carl ini kaya nya ada yang salah kita harus mengganti nya dengan kata yang lebih baik ya kan? " kata eun "hum kau benar hampir saja terlewat" kata Carl "eun! " eun dan Carl menatap ke arah pintu "eun bos memanggil mu" kata putri "iya.. " eun menatap Carl "bentar ya" kata eun "iya santai aja pergilah" kata Carl "ayo masuk" kata putri eun masuk ke sebuah ruangan dia langsung terdiam "nah itu eun salah satu anak magang terbaik di kantor ini " kata Eliezer "pagi pak" kata eun "eun ini tuan kim ayo kemari sapa dia" kata Eliezer "iya Pak" eun mendekat "apa yang dia fikir kan? " fikir eun "halo tuan kim" kata eun "halo" kata kim "tuan kim kebetulan tadi lewat dan aku melihat nya jadi aku menyuruh nya kemari untuk ngobrol sejenak" kata Eliezer "tapi sayang aku harus pergi rapat jadi aku memanggil mu kemari " kata Eliezer "maaf Pak untuk apa? " tanya eun "tuan kim bilang dia lagi butuh seorang reporter baiklah, tuan kim saya pergi dulu maaf tidak bisa menemani" kata Eliezer "iya tidak masalah" kata kim "ayo putri" Eliezer pergi kim menatap eun yang masih berdiri "kenapa? Duduk lah jangan berdiri" kata kim "apa yang kau lakukan kenapa kau datang ke sini! Aku kan sudah bilang jangan datang ke tempat aku kerja!! Bagaimana nanti bos ku tau" kata eun "dan dia sudah tau" kata kim "uh.. Apa? Dia tau apa? Dia tau tentang kita? " kata eun "akhirnya kau mengakui kalau ada sesuatu di antara kita" kata kim "ayolah tuan kim apa yang kau cari pergilah aku harus ada kerja lagi nih" kata eun "aku juga ada kerja" kata kim "nah.. Kan sama jadi kau pergilah kerja dan aku juga kerja" kata eun "tapi aku menunda nya karena mu" ucap kim "aku? Kenapa aku? " kata eun "kau tidak membaca pesan ku ataupun mengangkat telpon ku" kata kim "cuma itu? " ujar eun "ya maka nya aku datang " kata kim "aku akan baca pesan mu tapi kau pergi ya" kata eun "tidak mau" kim berdiri mendekati eun "aku makan siang bersama mu" kata kim "tidak bisa aku masih ada tugas" eun hendak pergi tapi kim langsung menahan tangan nya "aku tidak bisa tolong jangan memaksa aku benar-benar ada tugas dari bos ku" kata eun "aku akan bicara pada bos mu" kata kim "eh.. Tidak tidak " kata eun "kenapa? " kata kim "tunggu bentar aku menemui rekan kerja ku baru menemui mu" kata eun lalu dia pergi kim tersenyum sambil berjalan ke luar "Carl bagaimana udah selesai? " tanya eun "sudah aman" kata Carl "kenapa cepat sekali" kata eun "kan cuma ganti beberapa kata yang salah" kata Carl "kau" kata vivian eun menoleh melihat kim sudah ada di belakang nya "kenapa kau ke sini? " ucap eun "aku bosan di sana" kata kim "eun kenapa dia ada--" kata Yuda "aku.. " kata eun "ayo kita pergi" kata kim "hum.. " eun menatap wajah vivian "kau akan pergi dengan nya? " tanya vivian eun mendekati vivian "nanti ku jelaskan" bisik eun lalu dia berjalan ke arah kim "sudah selesai? " tanya kim "iya ayo" kata eun. Petir terlihat keheranan "apa eun waras? " kata petir "mungkin dia punya alasan penting" kata vivian.


Kim menatap eun yang baru keluar dari mobil "ayo" kata kim "ya udah jalan aku ikut dari belakang" kata eun "kau bukan bodyguard ku" kim menarik tangan eun "uh? " eun menjadi dekat dengan nya "lihat orang orang lihat ke arah mu pasti aneh pria berpakaian rapi jalan dengan anak magang yang seperti ku" kata eun "greb" eun merasakan tangan kim memegang pinggang nya dia langsung menatap kim .


Mereka duduk dan memesan makanan "kenapa kau pesan banyak sekali? Kau kelaparan ya? " tanya eun "lihat pinggang mu? " tanya kim "pinggang? " eun menunduk "pinggang sekecil lidi makan lebih banyak " kata kim "apasih" kata eun kim terkekeh dan mulai makan.


Di dalam mobil..


"Hei tuan kim kenapa berhenti kan belum sampai? " tanya eun "kita ke sana sebentar" kata kim "ngapain? " tanya eun "ayo turun sana" kata kim "entah apa yang di fikir kan otak mu" eun keluar dari mobil "tempat apa ini? " tanya eun "wanita suka camilan jadi belilah camilan " kata kim eun manatap kim "kau serius? " kata eun "iya" kata kim "gak salah juga aku kerjain dia" fikir eun "jangan salah kan aku ya! " eun berjalan mencari troli bodyguard kim mengambil satu troli untuk eun "coklat hum.. Semua aja deh" eun menasukan beberapa coklat ke dalam troli dan juga beberapa makanan lain "woah.. Itu kesukaan vivian dan kak ade" kata eun "uh.. Uh.. Kenapa tinggi sekali" fikir eun "tap! " eun menatap kim yang sudah ada di samping nya "cari camilan yang sedikit berguna bukan yang merusak tubuh " kata kim sambil memasukan beberapa makanan yang ingin di ambil eun tadi "apa urusan nya dengan mu" kata eun "kau yakin dapat memakan semuanya?" tanya kim "teman ku itu banyak" kata eun "oh.. " kim menyuruh bodyguard nya mengambil satu troli lagi dan memilih beberapa camilan untuk eun "kau juga makan camilan? " tanya eun "bukan untuk ku" ucap kim "jadi? " kata eun "untuk mu" kata kim. Tak lama kemudian mereka pergi ke kasir "yang ini di pisah" kata kim "baik tuan" kata kasir "total nya empat juta enam ratus tuan" kata kasir "hah? " eun terlihat terkejut .


Carl memberikan sebuah dokumen putri "bagus Carl" kata putri "sudah siap mobil nya? " Eliezer datang "sudah pak sudah siap semuanya" kata putri "ayo kita berangkat" kata Eliezer "iya Pak" kata putri "eun? " putri melihat eun turun dari mobil "tuan Eliezer mati aku" fikir eun "eun? " Eliezer melihat kim keluar dari mobil "ai tuan kim" kata Eliezer "kita ketemu lagi" kata Eliezer "hum" kata kim "hu... m pak" eun gugup Eliezer melihat bodyguard kim membawa sesuatu "kalian habis belanja? " tanya Eliezer "pak.. Tuan kim membeli beberapa camilan untuk rekan kerja" kata eun "benarkah? Tuan kim terimakasih banyak" kata Eliezer "bukan aku tapi eun" kata kim "wah kalian terlihat sangat akrab ya" kata Eliezer "pak nanti kita terlambat" kata putri "oh iya tuan kim kami permisi dulu" kata Eliezer "ya" kata kim .


 "wah eun tumben? "


"Masa magang mu kan masih belum berakhir kok sudah bagi bagi camilan"


"Iya ada apa? "


"Wah.. Camilan gratis"


"Ambil banyak"


Vivian mendekati eun "bentar" kata eun "ambil saja ini bukan dari ku tapi dari tuan kim" kata eun "ohh?? " muka mereka jadi tegang melihat pria di samping eun "tidak papa ambil saja" kata eun "bisa tidak senyum sedikit? Orang yang mau ambil camilan jadi takut melihat wajah jelek mu! " kata eun kim langsung tersenyum tipis "aku akan pergi" kata kim "bagus lah" kata eun "camilan mu masih di mobil aku akan antar ke tempat mu" kata kim "eh?? Tidak usah" kata eun "dia kan gak tau kalau aku udah pindah dia mau mengantar makanan itu ke mana coba? " kata eun dalam hati "aku bisa membawa nya sendiri" kata eun "kenapa kau jadi takut aku ke tempat mu? " kata kim "ti.. Tidak takut" kata eun "cuma .. Ah sudah lah biar aku saja yang bawa" kata eun "aku bisa letakan camilan itu ke mobil Carl" kata eun "Carl?? " kim menyipitkan matanya "pria? " tanya kim "tentu saja" kata eun "hei" kim menatap eun dengan dekat "tuan kim" eun menahan tubuh kim dengan kedua tangan nya "eun kau tau--" Carl tidak jadi bicara "Carl" kata eun "kau? Ada apa dengan mu tuan kim? " ucap eun kim langsung menatap Carl dan berjalan mendekati nya "hei kau mau apa" eun berjalan ke arah kim yang mendekati Carl "Carl" kata kim "kau mau apa? " kata eun "apa hubungan mu dengan eun? " tanya kim "kau ini bic--aw" kim menarik eun ke belakang tubuh nya "aku Carl teman kuliah eun kami magang bersama" kata Carl "jangan kasar pada teman ku" kata Carl "awas tangan mu" eun menarik tangan nya dengan kasar "ambil camilan eun di mobil ku" kata kim sambil menatap eun lalu pergi "dasar gak jelas" fikir eun Carl berjalan mengikuti kim "tunggu Carl aku ikut" kata eun .


Carl menatap kim yang memperhatikan nya sedari tadi "sudah tuan" kata Carl kim masih menatap nya "Carl" eun datang "kenapa kau ke sini aku cuma mengambil camilan mu" kata Carl "tuan kim tidak melakukan apapun pada mu kan? " eun menutup bagasi mobil Carl "tidak kok" kata Carl "kenapa kau masih di sini sana pergi" kata eun "kau mengusir ku? " tanya kim "kau bilang kan masih ada kerjaan pergilah aku juga mau lanjut kerja" eun menarik tangan Carl "ayo masuk" kata eun kim menatap eun pergi lalu menatap tangan nya "bahkan dia tidak memegang tangan ku saat dia ada di samping ku" kata kim.