gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
musuh baru masalah baru


jam menunjukkan kalau sekarang sudah jam tuju pagi , kim menatap gadis yang masih tidur di samping nya .


"hei" bisik kim "um" eun menutup telinga nya karena merasakan ada udara sejuk di sekitar telinganya nya, "tuan kim" eun berbalik dan menatap kim "pagi" kata kim "aku masih mengantuk" kata eun sambil memeluk bantal nya dan kembali tidur "kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku? " tanya kim sambil mencium pipi eun "tuan kim! jangan ganggu aku" kata eun "tidak bisa" kata kim dia langsung menarik bantal guling eun dan melempar nya ke lantai .


"aku benar-benar masih ingin tidur"


"tidur lah, kau kelihatan lelah lain kali jangan bergadang , kerjakan tugas mu di pagi hari jangan malam"


"kau tau skripsi bentar lagi harus di kumpul kan" "iya tapi tetap saja kau tidak boleh bergadang, sekarang boleh aku pergi ke luar rumah? sudah seminggu ini aku tidak keluar rumah"


"kau mau kemana? " eun langsung menatap kim "ke kantor aku harus memeriksa semua nya. tidak mungkin deon mengurus nya sendirian, aku tidak bisa berkerja dari rumah terus. jangan khawatir semua nya sudah aman"


"jam berapa kau kembali? "


"um.. sebelum jam delapan aku sudah kembali " "baik lah aku akan siap kan makanan untuk mu" eun menyingkirkan selimut nya "tapi kau masih mengantuk" kata kim "tidak papa aku bisa berjalan" eun pergi ke kamar mandi tak lama dia sudah kembali "kau mandi dulu, aku akan ke bawah" kata eun "oke" kim menatap gadis cantik itu meninggal kan kamar nya.


"selamat pagi nona" semua pelayan membungkuk hormat "aku ingin memasak hari ini" kata eun "tapi nona" kata rei "tidak papa aku ingin memasak sarapan untuk tuan kim dan membuat bekal untuk nya " kata eun "kami akan bantu nona" eun mengangguk setuju, dia langsung membuka kulkas mengambil beberapa sayuran dan daging, dengan cepat dia langsung segera menyiapkan semua nya "kalian tolong panggang kan dua lapis roti" kata eun "siap nona" kata pelayan.


di ruangan lain


dengan laptop yang menyala carl terlihat sedang mengerjakan sesuatu seorang diri "huf.. kaya nya udah gak ada yang salah" kata carl sambil memijat kepala nya yang sedikit sakit "ya guys aku udah tinggal menyelesaikan bagian akhirnya saja, dan kita akan bertemu di kampus besok untuk bertemu dosen pembimbing, eun hum.. eun belum terlihat oh oke oke.. ya sampai ketemu di kampus oke bye" carl meletakkan ponsel nya "duh deg.. deg kan kalau salah gimana ya? ".


kotak makanan di masukan ke dalam paper bag, eun langsung memasukan beberapa minuman ke dalam paper bag yang akan di bawa kim nanti, " selamat pagi tuan"eun langsung menoleh dan melihat kim yang sudah berjalan menuju ruangan makan "ini makan lah" eun mengambil beberapa lauk untuk kim "kau bisa kembali tidur jika masih mengantuk" kata kim "aku tidak akan tidur lagi aku harus melanjutkan tugas ku" kata eun "semangat" kata kim sambil mencium kening eun "bekal nya jangan lupa di bawa ya" kata eun "siap sekarang ayo makan" kata kim "selamat makan! " kata eun sambil tersenyum menatap pria yang sangat dia cintai.


seorang pria ambruk ke tanah, suara tembakan terdengar berkali kali "lindungi tuan Arthur!!! " beberapa pria bertubuh besar langsung melindungi Arthur "masuk ke dalam mobil tuan! " tubuh Arthur di dorong ke dalam mobil "yuki tembak mereka" kata fio "cukup" Kiky menahan salah satu musuh yang tersisa "katakan siapa yang menyuruh mu!! " Kiky memukul pria itu "tuan mereka semua sudah mati tinggal tersisa satu" kata fio "katakan siapa yang menyuruh mu!! " seru ali "katakan ayo! " tekan reno "atau kau mau ku bunuh" ancam Kiky "jangan bunuh aku tuan.. aku akan katakan siapa yang menyuruh ku" kata pria itu "katakan! " perintah adam "tuan kim menyuruh ku untuk membunuh mu" kata pria itu "kim? " Arthur terlihat benar-benar terkejut.


"uhuk.. uhuk" eun langsung mengambil tisu dan memberikan nya ke kim "hati hati" kata eun "aku cuma tersedak" kata kim, lalu dia berdiri "kau tidak mengantar ku? "kim menatap eun " tentu"kata eun sambil tersenyum dia berjalan di samping kim . mereka berjalan ke keluar rumah "hati hati oke" kata eun "cuma itu? "tanya kim " tidak ada yang ketinggalan kan? ponsel? dokumen? atau ap--"eun terdiam ketika kim mencium nya dan itu membuat wajah nya langsung memerah "tuan kim" kata eun dengan penuh tekanan "semua orang ada di sini" eun tersipu malu "aku tidak melihat mereka" kata kim "hah? ya sudah pergilah jaga dirimu" kata eun "siapkan diri mu nanti malam ya " bisik kim "mau kemana? " tanya eun "kita sudah seminggu tidak melakukan apapun" kim menaikan alis nya "hah? kita kan selalu melakukan apapun bersama selama seminggu ini" kata eun "es batu" kim mencium kening eun lalu pergi "es batu? ada apa dengan nya? apa dia mau aku membuat minuman ha! " eun terdiam dan langsung teringat kebiasaan kim membawa es batu ke dalam kamar dan dia langsung tau apa yang terjadi selanjutnya.


carl langsung melepaskan rei ketika mendengar suara eun, "lanjut kan saja aku akan kembali nanti" kata eun "tidak" kata rei "nona aku akan pergi mengurus pekerjaan ku" kata rei sambil berdiri lalu pergi "ayo cepat kita selesai kan" kata carl "aha.. wajah mu merah sekali" ledek eun "ayolah eun jangan menggoda ku" kata carl "baik baik, ayo kita selesaikan dan kita akan ke kampus besok untuk membereskan semua nya" kata eun "yeay semangat!! kita akan bereskan semua dan waw.. kita akan pergi dari kampus" kata carl "tidak semudah itu kawan ayo periksa lagi" eun menyalahkan laptop nya.


di dalam sebuah kantor perusahaan


"sebuah project terbaik akan ad--" suara ponsel terdengar semua yang ada di dalam ruangan rapat langsung menatap ke arah seorang pria "maaf maaf" kata pria itu "di saat rapat di larang mengaktifkan ponsel" kata qie "maaf tapi mohon izin sebentar" pria itu berdiri dan berjalan menjauh "halo.. apa? tuan kim akan membantai semua orang yang berkerjasama dengan nya!!! " seru pria itu "masalahnya kami juga pernah berkerjasama dengan nya itu artinya tuan kim akan membunuh ku juga" kata pria itu "ada apa" kata Arthur "tuan tuan maaf" pria itu kembali datang "aku harus pergi ! nyawaku dalam bahaya" kata pria itu "ada apa? bagaimana dengan pembahasan bisnis kita? " tanya Arthur "tuan tolong mengerti, tuan kim eh maksud ku seseorang akan membunuh ku. semuanya akan di bunuh termasuk kita pernah yang pernah Terikat pada nya " kata pria itu dengan mimik wajah ketakutan "katakan siapa yang akan membunuhmu? " tanya Arthur "aku harus pergi" kata pria itu "iya katakan dulu apa yang terjadi! " pinta qie "ada informasi bahwa tuan kim akan membunuh semua rekan bisnis nya jadi aku tidak mau mati, aku harus berlindung" pria itu langsung pergi dengan cepat membuat Arthur mematung. dia seakan-akan tidak mengerti apa yang terjadi, mengapa rekan bisnis yang dia percaya tiba-tiba ingin membunuh nya dan membunuh rekan lainnya hati nya terus bertanya-tanya ada apa dengan kim teman nya itu.


siang hari yang panas kim masuk ke dalam ruangan nya dia melepas jas nya, hari yang benar-benar melelahkan dia harus menghadiri beberapa pertemuan dan harus mengurus beberapa bisnis nya yang lainnya, dia langsung melihat peper bag yang dia bawa dengan cepat dia langsung berdiri dan mengeluarkan semua yang ada di dalam paper bag itu.


dia langsung tersenyum dan mengeluarkan ponsel nya untuk menelpon eun "Hai" kata kim "Hai ada apa? kau sudah makan bekal nya? "tanya eun " aku sedang makan bisakan kau menemani ku dengan panggilan vidio? "tanya kim " oh oke "kata eun Kim langsung tersenyum lebar dan tak butuh waktu lama dia langsung bisa melihat wajah kekasih nya di layar ponsel " kenapa kau mematung kata nya sedang makan"kata eun "iya ini aku makan".


eun tersenyum melihat kim makan dengan lahap " makanan sudah siap nona"kata pelayan "terimakasih" kata eun sambil mengangguk pelan "tuan kim" kata eun "hum.. ya" kim menatap eun "pelan pelan nanti kau tersedak lagi" kata eun "eaa" carl meledek sahabat nya "jangan balas dendam ya, ayo kita makan dulu" kata eun "ayo" kata carl "apa tugas mu sudah selesai? " tanya kim "sudah tinggal di bawa ke kampus untuk di revisi saja" kata eun "makan lah dulu jangan bicara" kata kim "oke" eun mengangguk.


malam harinya..


pintu kamar di buka terdengar suara eun dari kamar mandi "bas rehna tere naal ve juriye rehna tu pal pal dil ke paas " eun terkejut melihat kim sudah ada di dalam kamar .


"hum.. kau sudah pulang ya"


"kelihatan kau sudah bersiap"


"bersiap? aku baru sempat mandi "


"aku sangat merindukanmu"


"he.. hei" eun menahan tubuh kim "kau bau" kim langsung mencium baju nya sendiri "oke aku akan mandi dulu, tunggu aku oke!jangan pakai apapun" kim langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi "enak saja dia, ya ampun siapa yang menelpon ku" kata eun sambil mengambil ponsel nya "kak zela? ada apa? halo" eun mengangkat telpon dari zela "eun apa kabar? " tanya zela "baik kak oh ya, bagaimana dengan mu" eun duduk dan menuangkan sesuatu ke tangan nya "aku baik, aku cuma ingin mendengar kabar mu saja karena aku khawatir nhai melakukan hal buruk pada mu" kata zela "kak zela tenang lah kak ai sekarang sudah ada di penjara nusakambangan, kau tau itu penjara terketat dan terkenal di Indonesia tidak akan ada yang bisa lolos di sana" eun merapikan rambut nya setelah memakai minyak rambut yang sangat harum .


"benarkah? "


"iya tuan kim sendiri yang bilang pada ku"


"huf.. aku lega mendengar nya "


"aku juga lega itu artinya kak ai tidak akan melakukan apapun"


kim menatap dirinya di depan cermin lalu menuang sesuatu yang cair ke tangan nya lalu mengoleskan ke tubuh nya


"kak zela kau sekarang di mana? "


" aku masih di rumah kakak ku aku akan mencari kerja di dekat sini sini aja"


"ya semoga ah.. " eun memejamkan matanya ketika kim tiba tiba mencium leher nya "eun kau baik baik saja? " tanya zela "ya.. ya" eun menatap kim yang ada di dekat nya "kak zela aku akan pergi bye.. " kim mematikan telpon eun dan langsung menarik eun ke peluk kan nya "apa kau sedang mencari alasan? " tanya kim "tidak dia men--" eun kembali memejamkan matanya kim telah membungkam mulut nya "aku mencintai mu" bisik kim lalu dia kembali mencium eun.


kim menatap mata eun, dia dapat merasakan tangan eun sedang meremas punggung nya dan perlahan mendorong nya "hah.. hah.. tuan kim" "kenapa? "


"aku hampir kehabisan nafas" kim tersenyum dan kembali mencium eun dan perlahan melepaskan bathrobe atau jubah mandi eun pakaian dalam eun terlihat dengan jelas, kim langsung mengangkat tubuh eun dan meletakkan nya ke atas ranjang, sambil mencium eun kim menggerakkan tangan nya untuk mengambil es batu yang dia bawa saat masuk ke dalam kamar tadi "uhh" eun merasakan es batu sudah ada di atas tubuh nya "damn it! " kim menatap eun "ponsel mu berbunyi" kata eun "jangan hiraukan" kim langsung kembali mencium eun .


ponsel kim terus berbunyi membuat eun melirik nya terus "kim!! kim!! " pintu di ketuk dengan keras "shitt! " kim terlihat kesal "KIM!!! BUKA!! KIM!! " eun menatap kim "mungkin penting" kata eun "baik lah" kim membenarkan jubah mandinya lalu berjalan ke arah pintu "kim!! " kim membuka pintu "damn it! apa kau tidak waras? " tanya kim dengan kesal "seharusnya aku yang bertanya apa kau tidak waras? " arrayan juga terlihat kesal "hei! " kata kim ketika arrayan masuk ke dalam kamar nya, kim langsung menoleh ke atas ranjang namun eun sudah tidak ada di sana .


"kau mengambil keputusan tanpa memberitahu ku? apa kau akan membunuh ku juga? " tanya arrayan "apa maksud mu? " kata kim "kau mau membunuh semua rekan bisnis mu termasuk aku! apa kau gila? " kata arrayan "kapan aku bilang begitu? kau fikir aku tipe penghianat? " kata kim "tapi fakta begitu bahkan kau menyerang beberapa rekan bisnis termasuk tuan Arthur" kata arrayan "apa kata mu? aku bahkan seharian sibuk aku juga baru pulang" kata kim dengan tenang "orang suruhan mu" tukas arrayan "mereka ada bersama ku, tidak percaya kau bisa tanya pada mereka" kata kim "ayolah jangan bohong buktikan sesuatu" kata arrayan "ada apa? " eun datang dengan baju tidur nya "aku di kantor, eun kita terhubung melalui telpon kan dan aku di kantor" kata kim "iya" kata eun "ada yang gak beres kita harus selesai kan semua nya, ayo keluar" kata arrayan "oke duluan aku akan pakai pakaian dulu" kata kim "oke" arrayan pergi "tuan kim ada apa? " tanya eun "ada masalah di kantor aku harus pergi " kata kim "tapi.. apa masalah nya serius? " tanya eun "tidak kok cuma ada sedikit rapat darurat oke, kau bisa tidur aku akan segera kembali" kim mencium eun lalu pergi "entah kenapa aku merasa berat melepaskan mu pergi" kata eun.


kim terkejut melihat layar tablet nya foto rekan bisnis nya yang sudah tiada "kau juga mengebom perusahaan tuan Arthur dia juga terluka, aku juga di serang namun orang yang menyerang ku dan yang lainnya menggunakan nama mu" kata arrayan "artinya ada musuh baru yang menyerang ku dengan cara seperti ini. tapi sungguh arrayan aku tidak menyerang mu atau menyerang siapapun. aku ke kantor lalu mendatangi beberapa pertemuan dan istirahat sebentar aku makan siang dan menelpon eun lalu memeriksa keuangan dan persiapan bisnis baru ku, lalu pulang" kata kim , "kalau begitu kita harus cari tau" kata arrayan "sebelum nya aku akan menemui tuan Arthur dan yang lainnya" kata kim "tidak kim mereka sekarang menganggap mu musuh, nyawa mu dalam bahaya sekarang! kau tetap di dalam mobil aku yang bicara dengan mereka" kata arrayan "tidak aku akan ikut! kita selesai kan semua nya ayo".