
Hujan turun dengan begitu deras sesekali kilat terlihat seakan membelah langit yang terlihat gelap "cepat lari sebelum mereka menemukan kita" kata seorang pria "iya iya.. Eh.. Tunggu tunggu" kata seorang gadis berambut panjang berwarna dongker "kau gila masa kita masuk ke dalam sini" kata pria itu "kau mau kita di tangkap bandar itu lalu kita akan berakhir di depan pistol mereka? " kata wanita itu "tapi kenapa kit--" pria itu tidak melanjutkan ucapan nya karena wanita itu menariknya. "Kau dapat pakaian ini dari mana? " tanya pria itu "melihat pakaian ini dari kursi yang kita lewati tadi cepat pakai ini bisa buat menyamar cepat sana aku akan menunggumu di luar" kata wanita itu sambil pergi keluar dari toilet pria lalu pergi ke toilet wanita dia mengeluh barang barang di tasnya lalu memasukkan ke dalam saku merapikan rambut dan pakaian nya "astaga maafkan aku Tuhan aku baru saja mencuri pakaian orang" kata wanita itu, "tok.. Tok" ada suara ketukan di Pintu wanita itu langsung membuka nya "kau serius? Pakaian apa yang kau pakai? " tanya pria itu "ini aku menemukannya di depan kamar itu" kata wanita itu "ayo kita harus berada di keramaian agar mereka tidak tau kita di sini" kata wanita itu "kau benar" pria itu pun pergi beberapa orang berjas hitam datang dengan membawa senjata "jangan lirik mereka" kata pria itu "iya" wanita itu menari sambil mendekati orang orang di sana tak lama kemudian orang orang berjas hitam dan memakai topi Hitam itu pergi "huff.. Akhirnya ak---" wanita itu membeku "kita selamat haah.. Kau harus mengucapkan terimakasih pada ku dan pada bos jika aku tidak menolong mu tadi aku yakin kau sudah di tangkap" kata pria itu "eh? Kenapa kau menangis" kata pria itu lalu dia melihat ke arah mana wanita itu memandang terlihat seorang pria dengan kemeja sedikit terbuka memangku seorang wanita cantik perlahan mereka saling berciuman "hei kau baik baik saja? " kata pria itu wanita itu hanya diam namun air matanya terus mengalir "ayo kita pergi" kata pria itu "tunggu sebentar" pria yang memangku gadis itu menyadari dirinya sedang di perhatikan dia langsung menyingkirkan gadis itu dari pangkuan nya lalu dia berdiri mendatangi wanita yang sedang menatapnya tanpa berkedip "kau sudah mengetahui nya bukan? Aku memiliki pacar aku sangat mencintai nya" kata pria itu "lalu apa arti nya aku? " kata wanita itu "aku tidak mencintai mu lagi" kata pria itu "ku harap kau mengerti itu tandanya aku ingin kita berakhir di sini" kata pria itu "aku mengerti" wanita itu menunduk mengusap air matanya lalu berbalik dan pergi pria itu hanya diam lalu kembali menemui kekasihnya "hisk.. Hisk" wanita itu menangis sesegukan pria rekan kerjanya bingung ingin melakukan apa buat menenangkan wanita itu "hei.. Aku aku antar kau pulang" kata pria itu wanita itu menggeleng kan kepala nya lalu menatap rekan kerja nya "bawa rekaman ini besok dan cepat cetak beritanya" kata wanita itu "kau baik baik saja? Aku bisa mengantar mu" kata pria itu "terimakasih" wanita itu pergi menembus derasnya hujan pria itu memasukan apa yang di berikan wanita itu ke dalam plastik lalu memasukkan ke dalam saku "taxi... Taxi" seru pria itu.
Wanita itu terus berjalan pakaian nya mulai basah kuyup akibat guyuran hujan yang sangat deras. "Sebelum kita tunangan aku mau kita menghabiskan waktu untuk mengadakan pesta di bar" kata seorang pria "baik kapan kau mau? " kata wanita itu "besok" kata pria itu "ada kejutan untuk mu" kata pria itu "hum.. Besok ada berita yang harus ku liput kau berangkat duluan beri aku waktu 25 menit tugas ku akan selesai dan langsung menemui mu" kata wanita itu, dia menatap ke arah jam di lengannya pekerjaan nya telah selesai dua puluh menit yang lalu namun kini dia merasa sangat sangat hancur air matanya terus keluar tanpa mampu untuk di bendung . Rekan kerja nya menatapnya dari dalam taxi dia merasa tidak mampu untuk melakukan apapun untuk rekan kerja nya yang sedang menangis di bawah guyuran hujan itu.
Malam semakin larut hujan juga perlahan berhenti turun namun tidak dengan air mata seorang wanita yang sedang duduk di samping sofa air matanya mengalir sangat deras bahkan baju yang dia kenakan masih basah dan belum ia ganti ingatan masih memutar dengan kejadian di bar pacarnya yang akan bertunangan dengan nya memiliki wanita lain dan bahkan berciuman dengan nya tanpa rasa bersalah. "Sepasang kekasih biasa akan saling berciuman di pagi hari dan saat akan pergi juga mereka akan berciuman" kata wanita itu "kau mau aku melakukan nya? " kata pria itu wanita itu mengangguk "dengar ya itu hanya di lakukan oleh orang yang baru pertama kali berpacaran mereka ke kanak-kanak dengar kita akan bertunangan ciuman pertama kita akan kita lakukan" kata pria itu . Wanita itu menarik rambutnya ke belakang rasa sesak di dada nya semakin terasa menyiksa tatkala ia teringat masa masa kebersamaan nya dengan pria itu.