gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
acara tunangan


Eun keluar dari mobil "kau tidak mengatakan sesuatu pada ku" kata Kim, Eun tersenyum "kau mau aku mengatakan apa? " tanya Eun Kim langsung terlihat kesal "oh baiklah aku akan pergi ke dalam" kata Eun "oh.. Yakin" kata Kim "kau juga berangkat lah" kata Eun namun Kim malah keluar dari mobil mencium Eun.


"Tuan Kim!! di sini ramai orang" kata Eun "aku tidak perduli" kata Kim dengan enteng "Hai Eun" seorang pria datang "kak Bimo" kata Eun "nanti mau berangkat bareng gak" kata Bimo "kemana? " tanya Eun, Kim langsung menatap Bimo "ke acara tunangan senior nhai" kata Bimo "ehem" kata Kim "oh aku hampir lupa nanti akan aku kabari jika aku ingin berangkat bersama" kata Eun "oke aku duluan ya" Bimo pergi "apa dia tidak melihat ku? " kata Kim "apa masalah nya? " kata Eun "aku tidak suka" kata Kim "pergilah" kata Eun "kau nanti akan pergi kemana? Ada acara dengan pria tadi? " kata Kim "bukan, Malam ini ada acara. aku dapat undangan pertunangan kak ai" kata Eun "siapa kak ai? "Tanya Kim " pria yang berdebat dengan mu beberapa waktu lalu"kata Eun "kau akan pergi? " kata Kim "tentu " kata Eun


"eh itu kan mantan nya nhai "


"Iya tuh kira kira dia datang tidak ya"


Eun menatap dua wanita yang berjalan melewati nya "bye tuan Kim" kata Eun "tunggu" Kim menarik Eun "apa? " kata Eun "dia.. " kata Kim "ya dia mantan ku" kata Eun "dan kau pergi ke acara nya? " kata Kim "apa yang salah? aku pergi dengan teman teman ku kok" kata Eun "lalu aku? " kata Kim "kau akan terlambat cepat sana" kata Eun "kau mengusir ku? " kata Kim "ummach" Eun mencium Kim "bye.. " Eun pergi Kim hanya diam sambil menatap Eun pergi.


"Halo halo" Eun menepuk vivian "bagaimana kabar mu? " kata vivian "beginilah" kata Eun "sedikit terasa sakit di badan tapi aku harus tetap berangkat karena waktu magang tinggal seminggu lagi" kata Eun "ohh... Kita akan berpisah" kata vivian "apasih.. Kita kan masih bisa ketemu" kata Eun "sebelum kalian pisah dari kami kita akan adakan perpisahan" kata Yuda "ahh.. Terimakasih" kata Carl "oh ya kalian udah siapkan kado untuk nanti malam? " kata ade "aku belum mendapatkan ide buat kado? " kata Eun "aku juga" kata vivian "boleh gak sih kado nya paku? " kata petir "ada ada saja" kata Yuda sementara yang lain tertawa.


"Ada apa ini? " tanya vivian saat di dalam mobil ingin menjemput Eun di malam hari "iya Eun bilang kita berangkat duluan saja, karena tuan Kim menahan nya" kata Carl "astaga tapi kasihan loh" kata Yuda "hei otak miring ada untung nya tuan Kim menahan nya itu artinya Eun tidak perlu melihat pria brengsek itu lagi " kata petir "iya juga ya" kata vivian "apa kalian tidak lihat gimana wajah Eun saat dia menerima undangan? " kata petir "oke lah ini tidak masalah" kata vivian "iya ini demi kebaikan Eun" kata Carl.


Di dalam kamar


Eun duduk di lantai sambil bersandar di ranjang nya "apaan.. Seenaknya saja melarang orang pergi" kata Eun dengan wajah kesal "mau dia apa sih? Jika aku gak pergi apa kata kak ai?? pasti dia mengira aku masih memikirkan nya" kata Eun "nona ayo makan dulu " kata rei di luar "aku tidak mau makan! " kata Eun "Eun buka pintu" Eun mendengar suara Kim "kenapa kau pulang! Sana pergi! " kata Eun "Eun.. Aku bukan bermaksud melarang mu" kata Kim "tidak mau dengar! " kata Eun "oke aku akan dobrak pintu nya jika dalam hitungan sepuluh mundur kau tidak membuka pintu nya" kata Kim "10-9-8-7-" Kim mulai berhitung "aku tidak takut coba saja kalau berani! " kata Eun "aku benar-benar akan menghancurkan pintu nya" kata Kim "6-5-4-3-2-" pintu terbuka "Eun" kata Kim "bilang saja kau tidak percaya pada ku berfikir aneh aneh padahal aku pergi dengan temanku saja tidak ada yang lain semuanya juga kenal dengan mu" kata Eun. Kim menghela nafas "dengar dulu" kata Kim "aku tidak mau dengar apapun! " kata Eun "aku tidak akan membiarkan mu pergi dengan tampilan seperti ini" kata Kim "kenapa? Aku kurang baik ya? " kata Eun "tidak tidak.. Bukan itu" kata Kim "bilang saja! Wanita lain lebih baik kan? " kata Eun "plok plok" Kim menepuk tangan nya dua kali datang lah beberapa wanita dengan membawa beberapa dress serta perhiasan sekaligus perias wajah "aku mau dia tau kalau meninggal kan mu adalah keputusan yang salah" kata Kim.


Di acara tunangan nhai terlihat begitu ramai hiasan dan yang lain nya terlihat indah di pandang "lihat wanita itu cih apa hebat nya" kata Bimo "iya mendingan sama Eun gak sih? " kata ade "jadi itu wanita yang dia puja puja" kata Yuda "diam" kata petir "waktunya pertukaran cincin" kata pembawa acara "tap tap tap tap tap" semua mata menatap ke arah sosok yang baru saja datang


"woah! "


"Siapa gadis itu? "


"Ya ampun apakah itu eun? "


"Itu tuan Kim kan? "


"Ya ampun... Cantik nya"


Nhai menoleh


Eun tersenyum lalu mengulurkan tangan nya juga "tuan nhai selamat ya" kata Carl "nona zela selamat ya" kata vivian "kak zela selamat ya" kata Eun "kak ai.. Selamat ya" kata Eun, nhai hampir tidak berkedip menatap mata Eun "ini hadiah dari ku" kata Eun "Eun.. Te.. te.. terimakasih" kata nhai dia merasakan jantung nya berdetak semakin kencang "aku benci sebenarnya mengatakan nya tapi, oke lah. terimakasih sudah meninggalkan nya untuk ku" kata Kim sambil meletakkan hadiah ke tangan nhai "sebagai ucapan terimakasih dari ku" kata Kim "ayo tuan Kim" kata Eun "iya" kata Kim "ya ampun dua kado ini imut sekali" kata zela "dari mereka berdua" kata nhai sambil menatap Eun rasanya tiba tiba dia ingin mengejar Eun secepatnya "lihat wajah tuan nhai" bisik vivian "ya wajar dia baru saja melepaskan berlian paling berharga yang seharusnya dia jaga" kata petir.


Sesampainya di rumah Eun langsung masuk ke kamar membuka kaos kaki nya Kim masuk membuka jas nya "aduuh.. Lelah juga ya padahal aku gak jalan kaki" kata Eun sambil berjalan ke kamar mandi "lain kali naik pesawat jet biar tidak lelah" kata Kim "jrass" Eun menyalakan air lalu mencuci wajahnya "rasa nya lega banget gak tau kenapa" kata Eun sambil mengelap wajah nya lalu pergi keluar "tuan Kim kau minum apa? " tanya Eun "brandy" kata Kim "apa itu? " tanya Eun "minuman sehat" kata Kim "oh.. " Eun membuka lemari mengambil pakain tidur yang akan dia pakai "Eun hari ini aku sangat lapar" kata Kim "makan saja" kata Eun sambil pergi "masih belum mau pakai baju di sini ya" kata Kim tak lama kemudian Eun datang "aku akan tidur duluan" kata Eun "lalu aku bagaimana? " tanya Kim "habis kan minuman mu lalu tidur" kata Eun "aku lapar" kata Kim "di dapur ada makanan" kata Eun "aku mau diri mu" kata Kim "aku tidak mau" kata Eun Kim langsung berdiri menatap ke arah Eun yang sudah memejamkan mata "Eun.. " kata Kim "Eun.. " kata Kim sambil berjalan ke arah Eun "tuan Kim aku mau tidur" kata Eun "oke lah" Kim pergi ke kamar mandi dan ganti baju.


Petir meneguk wine nya "aku puas banget loh hari ini" kata Yuda "aku juga" kata vivian "melihat wajah bajingan itu seperti orang bodoh" kata petir "dia pasti terkejut melihat Eun" kata Carl.


"Tuk" nhai membuka hadiah dari Eun sebuah kunci mobil lalu dia menatap mobil di hadapan nya yang di hiasi bunga nhai mengusap air matanya "sayang" zela datang "ada apa? " tanya nhai "kado kecil ini berisi kunci ada seseorang meberikan kita sebuah vila sebagai hadiah" kata zela "mana? " kata nhai "ini" kata zela nhai menatap kotak di tangan zela "ini dari Kim" kata nhai


"Tuan Kim" kata Eun "kau tidak perduli pada ku? " kata Kim sambil memeluk Eun "tuan Kim.. Aku bisa mengeluarkan jurus tendangan ku loh" kata Eun "kalau begitu biarkan aku mencium mu" Kim mencium wajah Eun sampai leher "tuan Kim" Eun mendorong Kim "hei hei" Eun menendang Kim "aku tidak mau ada bekas di leher ku" kata Eun "aku cuma mencium mu" kata Kim "aku tau ciuman busuk mu kau tidur saja di lantai " kata Eun sambil melempar bantal Kim ke lantai tempat Kim terjatuh "oke oke aku tidak akan melakukan apapun apa aku boleh naik ke atas ranjang? " tanya Kim namun Eun tidak menjawab terlihat dia sudah terlelap Kim tersenyum melihat Eun tidur.


Nhai bangun dari tidur nya dia melihat zela sudah terlelap di samping nya "kak ai.. Di mana mana aku melihat seorang pasangan kalau sebelum tidur harus memberi ciuman selamat malam"


"Dengar ya mereka itu norak terlalu kekanak-kanakan kita tidak akan melakukan nya"


"Tapi kau tidak pernah mencium ku "


"Aku akan mencium mu nanti saat kita tunangan".


Nhai berdiri mengambil minuman di dapur " dia datang dengan senyuman yang tidak pernah ku lihat sama sekali dalam hidup ku "kata nhai " selamat ya kak ai"nhai menepuk dahinya "tidak tidak aku tidak mungkin masih menyukai Eun! Hari ini aku sudah bertunangan dengan zela" kata nhai "aku mencintai zela selamanya bukan Eun" kata nhai.


Di teras kamar carl


Carl menatap bulan di langit "aku berharap bisa melihat mu lain waktu" kata carl dan rei bersamaan sementara rei duduk memeluk kakinya sambil menatap bulan "aku tidak yakin kau merasakan apa yang ku rasa kan" kata rei "aku tidak yakin jika kau memiliki perasaan yang sama dengan ku" kata carl "pria yang manis aku menyukai mu" kata rei "gadis ikan.. Aku berharap bisa menyatakan perasaan ku pada mu" kata carl sambil tersenyum dan perlahan berdiri menutup jendelanya mematikan lampu


 "good night pria manis"


"Good night gadis ikan".