
"Selamat datang reporter junior"
bom hias di nyalakan untuk menyambut kedatangan eun dan carl "senang berjumpa dengan kalian lagi" ucap eun dan carl bersamaan "Hai rekan kerja" sapa yang lain nya "kalian terlalu berlebihan" kata carl "baik, kalian sudah melakukan hal baik pada kami bagaimana kalau makan siang aku yang traktir kalian semua" kata eun "sok sekali" kata vivian "kau lupa dia kan, akan menjadi nyonya kim jangan kan makan siang dia bisa membeli kita jika mau" kata ade "hahaha" carl tertawa keras "jangan begitu kak ade" kata eun "aku bicara apa ada nya" kata ade sambil menepuk bahu eun "dia tidak salah eun" kata carl "ya sudah lah lupakan itu, sekarang ayo kita kembali berkerja" kata petir "baik Pak ketua" kata eun sambil menatap petir "apa ruangan kami masih sama? " tanya eun "ya benar juga, aku mau bertanya itu tadi" kata carl "tentu masih sama rekan junior pergilah, aku akan mencari sesuatu yang bisa kalian kerjakan" kata petir "baik" eun tersenyum lalu mengangguk "ayo rekan kita pergi dan bersiap berkerja" kata eun "semangat!! " seru carl "mereka berdua lucu sekali" kata beberapa orang "mereka seperti anak kembar" kata ade "jangan bicara lagi nanti tuan Eliezer bisa marah ayo kita kerja" kata petir sambil berjalan kembali ke tempat nya.
seorang pria dengan tangan terikat di seret dengan rantai berukuran sedang. kim menatap pria yang sudah setengah sadar itu, calvin melepaskan rantai yang dia pegang "tanya dia" kata ryu "siapa kau? " tanya arrayan namun pria yang terikat itu tidak menjawab "dengar kim, pria ini mencoba menyerang ku di bandara atas perintah dari mu, maka nya aku membawa nya ke hadapan mu" kata ryu "bagus sekali" kim langsung meletakkan gelas yang ada di tangan nya lalu berdiri "biar kami saja tuan" kata leo "tidak! " kim berjalan mendekati pria itu "dia pasti termasuk orang yang menggunakan nama ku untuk melakukan hal buruk ke semua orang" kata kim sambil menarik leher pria itu "katakan yang sebenarnya " kata kim setelah menarik kain yang menutupi mulut pria itu "aku tidak akan mengatakan apapun!! " seru pria itu "dia menyenangkan" kim membuka jas nya "lepaskan rantai nya" pinta kim "baik" bodyguard nya langsung melepaskan rantai yang ada di tubuh pria itu .
"zraaakkk!! " kim menarik pria itu dan melempar nya ke atas meja lalu memukul nya dengan sangat keras membuat pria itu langsung mengeluarkan darah dari mulut nya. "sekarang katakan! " kata kim ,namun pria itu tersenyum dan tidak takut. kim mengangguk lalu menatap azka "berikan aku pisau" kata kim "kau mau apa? " tanya arrayan "akhhh!!! aaahhh" pria itu menjerit kesakitan "glek" arrayan menelan liur nya melihat adegan di depan nya, sementara ryu hanya melihat nya dengan santai "akkhhhh... ahhh.. " pria itu terus menjerit kesakitan .
kim menarik tangan nya dari dalam perut pria itu dengan tatapan dingin dan wajah datar "panggil dokter " kata kim "apa? " kata arrayan "lakukan saja" kata ryu "tidak waras" arrayan pergi menelpon dokter, kim menyeringai menatap pria di depan nya "aku - tidak - akan - mengatakan - apapun " kata pria itu "mari kita lihat saja, sampai mana kau sanggup menutup mulut mu" kata kim "dokter akan datang" kata arrayan "ini sudah siang aku akan menelpon eun kau urus dia jangan sampai kabur apalagi mati" kim pergi "apa yang dia mau? dia barusan melakukan hal gila lalu memanggil dokter" kata arrayan "ini sisi lain dari kim" kata ryu "itu dokter nya" kata azka "dokter tolong pria itu" kata arrayan, begitu melihat pria itu wajah dokter langsung terkejut "lebih baik cepat dokter dia tidak boleh mati" kata arrayan "ba.. baik".
kurir makanan datang membawa pesanan eun " kami akan bayar sendiri "kata vivian "tidak perlu ini sudah ku bayar jadi kalian tinggal ambil dan makan saja" kata eun "memang terbaik junior satu ini" kata bimo "aku tadi pesan spagetti" kata atika "ini, ini spagetti mu" kata petir "ini kebab" kata zizie "aku cuma pesan kebab dan es kelapa" kata eun "aku pizza" kata Yuda "oh" eun pergi ke dalam ruangan nya, setelah meletakkan makanan nya dia langsung mengangkat telpon dari kim "kau sedang apa? " tanya kim "sedang makan, lihat ini aku beli kebab. jadi apa kau sedang makan bekal yang ku buat? " tanya eun "kau menyiapkan bekal untuk ku lalu kenapa kau tidak membawa bekal juga dan kenapa harus makan kebab? "
"aku juga bawa bekal nih susu kotak dan salad buah tapi tiba-tiba aku ingin makan kebab, apa kau masih di kantor? "
"ya, aku masih di kantor masih ada kerjaan untuk ku yang harus ku selesaikan. jam berapa kau pulang?"
"setengah tiga "
"aku akan menjemput mu jangan naik taxi atau ikut dengan orang ok"
"hum siap"
"aku merindukan mu"
"kau tidak berubah ya"
"kau tidak mengatakan sesuatu pada ku"
"aku mencintaimu"
"lagi"
"aku cinta kamu tuan kim"
"aku juga" kim tersenyum senang "jangan terlalu stres dengan pekerjaan ya" kata eun "aku stress di saat ada di dekat mu" kata kim sambil melahap makanan nya.
"hum? "
"apa kau tidak sadar kau sudah membuat ku stres dan tidak bisa berfikir jernih, saat di dekat mu"
"aku tau kau pasti menginginkan sesuatu dari ku ya kan?
" tidak kok, aku mengatakan apa adanya "
" oh baiklah kau pria yang romantis "
" tentu"
"aku jadi ingin mencium mu"
"kalau begitu aku akan datang"
"tidak, tidak haha aku cuma bercanda" eun tertawa melihat ekspresi kim,"tapi aku serius aku juga ingin mencium mu sekarang" kata kim "tuan kim fokus kerja oke" kata eun "tapi pulang kerja nanti kau harus mencium ku" kata kim "hahaha tanpa kau minta aku pasti mencium mu" ujar eun. "kalau begitu cium aku sampai aku merasa puas nanti" kata kim "ah..ku yakin aku mencium mu sampai pingsan pun, kau tidak akan puas" kata eun, kim terkekeh mendengar ucapan eun ya.eun benar karena sampai berkali-kali pun eun mencium nya dia tidak akan puas karena dia selalu ingin ada di dekat eun ,memeluk eun bahkan mencium eun "sekarang makan lah dulu, aku juga akan makan" kata kim "selamat makan tuan kim" kata eun "selamat makan gadis ku aku mencintaimu" kim mulai melahap makanan nya sambil menatap eun di layar ponsel nya.