gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
hal yang tidak di inginkan


Di ruang makan...


"Kau akan ke kampus? " tanya kim "iya" kata eun "bagaimana dengan luka di kepala mu? " kata kim "ini tidak terasa kok, aku tidak boleh bermalas-malasan karena ini tidak akan lama lagi. bentar lagi hari kelulusan" kata eun sambil menuang jus lagi untuk kim "jika aku melewatkan satu hati mungkin dosen tidak akan meluluskan ku" kata eun "aku akan mengantar mu" kata kim "hah? Tidak perlu kau bisa langsung berangkat ke kantor" kata eun "aku akan mengantar mu" tegas kim "terserah".


Di kampus..


Leo membuka pintu mobil, eun segera keluar dari mobil " kau tidak mengatakan sesuatu pada ku? "Tanya kim " pulang lah tepat waktu "kata eun sambil tersenyum lalu pergi


" eun kenapa kepala mu? "


"Iya, ada perban di kepala mu? "


"Aku kejatuhan botol kaca" kata eun


"Ya ampun apa itu parah"


"Sampai di perban"


Eun tersenyum "tidak parah kok, biasa saja kalian terlalu berlebihan" kata eun.


Didalam kelas..


Seorang dosen sedang menulis di papan tulis "utamakan dalam menulis nama seseorang yang memiliki gelar perhatian susunan nya dengan benar contoh nya s, p.d " kata dosen itu "Hai kau kemana saja tadi? Aku menunggu mu" bisik Carl "tuan kim mengantar ku ke kampus padahal aku sudah bilang tidak perlu" bisik eun "bagaimana dengan kepala mu? " bisik Carl "sudah tidak terlalu sakit" bisik eun.


Di kantor..


Arrayan masuk ke ruangan kim, terlihat kim sedang duduk memperhatikan layar laptop nya "kim" kata arrayan "semua barang nya sudah masuk pelabuhan dan akan segera di antar ke gudang" kata arrayan "bagus" kata kim dengan singkat, "kau selalu bersifat menyebalkan, aku sedang bicara pada mu!" kata arrayan "lanjut kan" kata kim "bahkan kau sama sekali tidak menatap ku" kata arrayan "aku mendengar kan" kata kim dengan cepat "oh ya, jangan lupa temui investor dari Australia karena aku ada pertemuan juga nanti di perusahaan ku " kata kim "ya, ya aku tau " kata arrayan dengan wajah kesal karena di abaikan oleh rekan nya .


Di ruang tamu..


Terlihat Carl dan eun sedang duduk di lantai sambil mengerjakan tugas "aku tadi berencana melempar pak dosen dengan sepatu" kata eun "kenapa? " Carl tertawa "dia sudah memberikan penjelasan melebihi batas waktu nya, udah begitu malah ngasih tugas lagi! benar-benar menyebalkan. aku sudah ingin bersantai dengan rei dan yang lainnya di taman belakang rumah" kata eun "hahaha.. Jika kau berani melempar nya dengan sepatu satu tahun kedepan kau tidak akan mendapatkan gelar sarjana dari nya " kata Carl sambil tertawa.


Sesampainya di rumah..


kim yang baru datang langsung melihat mereka berdua "uh?? " eun terkejut melihat kim tiba-tiba muncul "kalian sedang apa? " tanya kim sambil duduk di sofa yang ada di belakang eun "sedang mengerjakan tugas tuan kim" kata Carl "kenapa kau jawab biarkan saja seharusnya, masa dia tidak bisa melihat kita sedang apa" bisik eun, kim langsung menarik eun ke pangkuan nya "kau terlihat kesal" kata kim "tuan kim apa yang kau lakukan? " eun kaget "ingin memelukmu" kata kim "ada Carl tuan kim" kata eun sambil berusaha melepaskan diri dari kim "aku juga harus mengerjakan tugas" kata eun "anggap saja dia tidak ada" kata kim sambil mencium pipi eun "tuan kim apa kau tidak malu? " bisik eun "Carl apa kau melihat apa yang sedang ku lakukan? " tanya kim "tidak" kata Carl dengan cepat "kau dengar kan? " kata kim "tapi tetap saja" kata eun "uhm.. Aku sudah selesai aku pergi dulu" kata Carl dengan canggung , "apa? Kita baru mengerjakan setengah tadi, kenapa milik mu cepat selesai? " tanya eun "karena aku benar benar melakukan nya dengan cepat. aku pergi dulu, mari tuan kim" kata Carl.


kim mengangguk "tuan kim aku masih harus mengerjakan tugas" kata eun "kerjakan saja" kata kim "jika begini bagaimana aku bisa mengerjakan nya? " gerutu eun, kim menatap laptop eun di meja "uh? " eun melihat kim malah tidur di atas paha nya "aku akan pertemuan lagi, jadi biarkan aku istirahat di dekat mu" kata kim. eun tersenyum "ya, baiklah tidur lah istirahat kan dirimu" kata eun sambil mulai mengerjakan tugas nya, para bodyguard nya perlahan mundur melihat tuan nya sedang bermanja layak nya seorang bayi "astaga pemandangan apa ini? tuan kim tidak pernah begini" fikir azka eun menatap wajah kim lagi sambil tersenyum "aku merasa aku tidak perlu takut lagi melihat mu, kau sekarang terlihat begitu menggemaskan" kata eun dalam hati.


Malam harinya..


Eun meletakkan laptop nya ke atas meja "eh" eun melihat tablet yang biasa di bawa kim ada di atas meja "gawat " eun membawa tablet itu "leo kau tau di mana tuan kim akan mengadakan pertemuan? " kata eun "tau nona" kata leo "antar aku ke sana, ayo cepat! dia juga belum lama pergi ayo ayo" kata eun "baik nona" kata leo.


Di rumah makan mewah kim duduk dengan tenang, di depan nya ada dua orang pria "tuan tablet nya masih anda dengan anda? " bisik deon "astaga" kim menatap deon "kau bawa flashdisk kan? Karena tablet nya ku rasa tertinggal" kata kim "bawa tuan" kata deon "bagus" kata kim "baik kita mulai saja pertemuan ini"kata pria berjas putih sambil menekan tombol terlihat ada gambar di layar besar.


Eun sampai di tempat " ayo nona"kata leo "oke" kata eun, nhai tersenyum melihat eun datang "padahal kita belum memancing nya tapi dia sudah datang" kata nhai .


"Tuan kim" deon berbisik ke kim "bisa aku permisi sebentar" kata kim "baik Tuan kim, tidak masalah" kim langsung berdiri dan keluar dari ruangan pertemuan "kita lanjut saja desain yang kami buat seperti ini" kata pria itu "dan ku rasa ini sangat cocok jika di gabung dengan perusahaan kalian" kata nya lagi "coba lihat yang lain" kata deon.


Kim melihat sekeliling "ada apa tuan? " tanya Liam "eun datang! lekas cari dia jangan sampai dia salah tempat atau ada orang lain yang tau" kata kim "baik tuan" semua nya pergi kecuali azka dia tetap menjaga kim, eun keluar dari lift dengan leo dan hansen di belakang nya "semoga saja tidak terlambat" kata eun sambil berjalan dengan tergesa-gesa .


"Kemana dia kok lama sekali? " kim melihat kanan kiri "aku harus cari uh--?? " saat berbalik ada seorang gadis yang dia tabrak "aduh..maaf maaf tuan" kata gadis cantik itu "uh?? " kalung nya tersangkut di kancing jas milik kim "aduuh kok aku bisa ceroboh ya" kata wanita itu "aku sedang terburu buru" kata kim "biar aku bantu" kata azka ketika dia melihat kalung wanita itu tersangkut di kancing jas milik tuan nya "iya, iya maaf aku hum kalung ku tersangkut biar aku saja yang melepas nya" kata wanita itu "bisa kah anda menundukkan tubuh anda? agar aku mudah melepaskan kalung ini dari jas anda" kata wanita itu dan dengan wajah kesal kim menundukkan tubuh nya "aku seperti nya tidak asing dengan wanita ini" fikir kim.


"Tap tap tap tap" eun berhenti melangkah melihat pemandangan di depan nya yang tak jauh dari tempat nya berdiri "um.. Lengket" kata wanita itu "aku buka jas ku saja" kata kim "nona" hansen menatap eun "tuan kim" tablet yang dia genggam langsung jatuh ke lantai, "selesai" kata wanita itu "eun? " kim menatap eun yang berdiri tak jauh darinya "hisk"eun seketika berbalik dan langsung buru buru pergi " eun!! Eun!! "Kim berlari ke arah eun. dia melihat tablet nya ada di lantai " dia salah paham"kata kim "nona eun mungkin berfikir anda selingkuh" kata azka yang berdiri di samping kim sedari tadi "nona eun" kata Liam, eun berlari dengan cepat sambil sesekali mengusap air matanya "yeeah seperti yang ku harap kan" kata nhai dengan senang. zela menatap eun pergi dengan sedih, seketika rasa bersalah muncul di dalam diri nya "eun eun!! Eun " kim mengetuk ngetuk pintu mobil sampai perlahan mobil itu pergi "sial sial sial... Liam bantu deon menyelesaikan semua nya" kata kim sambil berjalan ke arah mobil nya "berikan kunci nya pada ku" kata kim.


"Nona" hansen memberikan tisu ke eun yang menangis sesegukan "tenang lah nona" kata leo sambil menyodorkan sebotol air ke hansen "tep" hansen membuka tutup botol itu "minum nona agar anda tenang" kata hansen ponsel eun terus bunyi, eun menatap ponsel nya dan langsung memblokir nomor kim.


Sesampainya di rumah kim langsung berjalan ke menuju kamar nya "hisk.. Hisk.. Hisk.. Kenapa terulang lagi sih hisk hisk.. " kim mendengar suara eun dari luar kamar "eun " kata kim "eun buka pintu nya! ini semua tidak benar, tidak benar benar seperti yang kau fikir kan" kata kim "aku tidak ingin kejadian seperti ini lagi dalam hidup ku" kata eun dalam hati "eun.. Aku ingin menjelaskan semuanya" kata kim sambil mengetuk pintu kamar nya "eun ku mohon, buka pintu nya " kata kim "nona eun" kata rei "nona eun ini aku, biarkan aku bicara pada mu sebentar boleh kan? " kata rei. eun membuka pintu itu perlahan "rei.. Hisk.. Apa apa..tuan kim ada di situ? " tanya eun kim langsung melepaskan tangan nya dari pintu itu dan menjauh dua langkah "dia sudah menjauh" kata rei eun membuka pintu sedikit dan rei langsung masuk "nona eun.. Tenang lah aku di sini" kata rei "rei.. Hisk hisk.. Tuan kim.. Tuan yang ku ku kira berbeda ternyata sama saja dengan yang lain" tangis eun pecah di pelukan rei,"memangnya apa yang kau lihat? " kata rei sambil mengusap rambut eun "dia mencium seorang gadis di depan ku seperti yang kak ai lakukan .. .. Aku merasa sakit" kata eun "apa kau sudah yakin dengan apa yang kau lihat? " tanya rei eun mengangguk "aku melihat nya dengan jelas kau bisa bertanya pada leo dan hansen... Tuan kim melukai ku.. Ha.. " rei memeluk eun "eun" kim mendekati nya.terlihat eun masih menangis hidung nya merah begitu juga dengan mata nya "bicara lah dengan pelan pelan" rei menatap kim "eun.. Aku minta maaf" kim duduk di depan eun yang juga sedang duduk di lantai, rei langsung menutup pintu dari luar "maaf" kata kim "kau menipu ku tuan kim.. " kim terdiam "kau bilang kau cuma.. Cuma mencintai aku.. Kau cuma ingin aku! tapi apa bukti nya kau menyakiti ku " kata eun "kenapa aku begitu bodoh.. " tangis eun "tuan kim.. Aku sudah mempercayai mu.. Aku memberani kan diri untuk mencintai mu"


" bisa aku bicara sekarang? "Tanya kim namun eun menggeleng kan kepala nya " aku tidak mau mendengar apapun dari mu.. Karena aku tau kau pasti mencoba menipu ku lagi.. Aku kesal pada mu"kata eun "baik kalau begitu aku tidak akan bicara tapi bisakah kau naik ke tempat tidur, lantai nya dingin kau bisa sakit" kata kim "jangan pegang aku!! " bentak eun, kim segera menyingkirkan tangan nya "maaf" kata kim "malam ini aku tidak ingin kau di dekat ku! " kata eun di sela tangisan nya "baik lah baik. Aku akan keluar dari kamar, tapi bisa kan besok aku menjelaskan pada mu tentang kejadian tadi" kata kim namun eun tidak bicara lagi membuat kim segera berdiri "naik lah ke tempat tidur aku akan pergi" kim pergi keluar kamar.


Kim bersandar di pintu kamar diam dan tidak bicara semua bodyguard menatap nya, kim menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar.


Para pelayan mulai sibuk menyiapkan sarapan "bagaimana dengan nona eun kemarin malam? " tanya dila "dia masih menangis dalam waktu yang cukup lama" kata ika "aku tidak tau siapa yang benar dan siapa yang salah jadi aku diam saja semalam" kata rin "buat kan susu untuk nona eun" kata rei "biar aku saja" kata dila.


Kim masuk ke dalam kamar dia melihat eun sedang berdiri di teras, segera dia mendekati eun "eun" kata kim eun langsung berbalik terlihat eun masih menangis "kau masih menangis " kata kim "dengar aku akan katakan pada mu aku tidak mengenal wanita itu, aku keluar dari ruang pertemuan untuk mencari mu karena aku tau kau datang. aku juga menyuruh semua mencari mu karena aku takut kau tidak menemukan ku" kim mencoba menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. "tapi aku bisa menemukan mu, aku tau.. Waktu itu seharusnya aku gak datang" ujar eun "agar aku tidak melihat mu"


"tidak, tidak kau bisa datang kapan pun untuk menemui ku "


"dan kau mencium nya di depan ku!!"


"ak--" kata kim "aku melihat nya, apa kau masih menghindari nya? Aku melihat nya tuan kim!! aku melihat mu.. Aku melihat mu dengan gadis itu" kata eun dengan marah "aku tidak mencium nya" kata kim, ponsel eun berbunyi "halo" kata eun "eun buruan ke kampus kita ada tugas kelompok" kata teman kampus nya "segera" eun langsung pergi tanpa bicara sedikit pun lagi.


Di kampus..


Eun masuk ke dalam Kelas "hari ini kita akan mengadakan party sebelum masing-masing sibuk mengerjakan skripsi"


"Benar nah itu eun sudah datang"


"Ada apa? "


"Kemari eun duduk kita akan bersenang-senang malam ini"


"Kau ikut kan eun? "


"Ayolah kenapa di tanya lagi dia pasti ikut"


"Tentu tentu aku akan ikut hum..tugas nya apa"


"yeah.. Kita sudah tentukan lokasi nya yaitu bar Bima Sakti, tidak ada tugas eun "


"Di sana mewah sekali"


"Kita juga bisa minum sepuasnya"


"Tapi ingat teman teman aku tidak bisa lama lama karena pacar ku akan sendirian di rumah, aku tidak tega meninggalkan nya" kata Carl "eeeaaa.. Carl... " ledek yang lain.


Malam harinya..


Mobil hitam berhenti kim segera keluar dari mobil nya "apa yang di lakukan eun? " kata kim setelah masuk ke dalam rumah "nona eun belum kembali tuan" kata dila "apa? " kata kim "benar tuan" kata rin "hubungi leo!!" perintah kim.


Suara musik begitu keras di iringi lampu kerlap kerlip, membuat suasana menjadi ceria beberapa orang mulai menari dengan bahagia "bersulang!!! " seru teman teman eun "uh.. Pahit" kata eun "ayolah itu karena baru pertama, ayo minum eun" kata teman teman nya "beri semangat untuk eun " kata mereka "EUN EUN EUN EUN EUN" eun meneguk minuman nya sampai habis "teman teman seperti nya aku harus pamit, kita sudah enam jam di sini" kata Carl "ya ampun kenapa buru buru" kata yang lain "pacar ku sudah menelpon, ayo eun" kata Carl "tidak" eun menepis tangan carl "aku akan tetap di sini aku akan pulang naik taxi" kata eun "eun ini sudah malam" kata Carl "ayolah Carl biarkan eun bersenang-senang bersama kami" kata yang lain. "ahh" Carl pergi menelpon kim, "tuan kim eun ada bersama ku tapi dia tidak mau pulang kau bisa membujuk nya kan? dia kelihatan nya sudah mabuk aku khwatir jika terjadi sesuatu nanti " kata Carl "aku dalam perjalanan" kata kim.


"Aahh" satu persatu teman eun mabuk begitu juga dengan eun "saat nya" kata nhai sambil memakai topi, dia berjalan menuju eun "eun" kim datang dan langsung merangkul baju eun membuat nhai diam di tempat "dasar lamban" kata ken "eun hei" kim menahan tubuh eun yang oleng "kau siapa? " kata eun sambil mengamati wajah kim "ayo kita pulang" kim menarik eun "tidak mau!! tidak mau" eun mencoba memberontak .


"eun" kata kim saat sampai di luar pintu "tuan kim.. Aku mencintai nya" kata eun, kim terdiam "selintas suara mu mengingat kan ku pada tuan kim" kata eun "jika aku tuan kim kau akan mengatakan apa? " kata kim "tuan kim.. Kenapa kau melakukan ini pada ku.. " air mata eun mengalir ke pipinya "jika kau tidak menginginkan ku aku bisa pergi, tapi kenapa kau tidak mengatakan kalau kau tidak menginginkan ku.. Kau malah mencium gadis itu" eun jatuh ke lantai.


kim perlahan jongkok dan menatap eun "kenapa.. Kenapa dia melakukan ini? apa aku sudah membosankan? Ku fikir ini tidak akan terjadi lagi dalam hidup ku.. Ini menyakitkan.. Kenapa dia membuang ku begitu saja padahal dia yang memohon pada ku agar aku mau bersama nya tapi... Tapi dia meninggalkan ku.. " eun tertawa di sela tangisan nya, "mengapa cinta itu sakit? Mengapa begitu sakit mencintai mu tuan kim.. " kim mengusap air mata eun dengan tangan nya "mari pulang" kata kim "dia pasti akan menarik ku di rumah.. Dia mencoba menipu ku lagi padahal aku melihat nya dia mencium gadis itu.. Dia mencium nya.. " kata eun berulang kali "tuan kim mencintai mu" kata kim "tidak.. Jika dia mencintai ku, dia tidak akan melakukan hal seperti ini pada ku! dia langsung membuang ku begitu saja setelah mendapatkan wanita lain aku bukan boneka tuan kim.. Aku manusia ohh.. Ini sangat menyakitkan" kim membantu eun berdiri dan segera membawa nya ke parkiran.


Kim memasukan eun ke dalam mobil "hum.. Kau.. Mmau mem.. Bawa ku kemana? " tanya eun "pulang" kata kim "dengar sebenarnya aku.. Sedang ada masalah jadi.. Aku.. Tidak mau pulang.. Bisa antar aku ke tempat lain" kata eun "kau masih marah pada tuan kim? " tanya kim "ya tentu saja bagaimana reaksi mu ketika pacar mu mencium orang lain " kata eun "aku akan mendengar kan perkataan nya terlebih dahulu" kata kim "hum?? Kenapa" kata eun "agar tidak terjadi salah paham" kata kim "ooh.. Ku rasa aku meninggalkan teman ku di bar nama nya Carl" kata eun "dia sudah pulang" kata kim.


Sesampainya di rumah..


"Hheii"eun menyipitkan mata nya " tidak mau.. Ini seperti rumah nya tuan kim"kata eun "ayo masuk" kim menarik eun "tidak tidak ti--?? Eh.. Jangan jangan kau itu tuan kim" eun menyipitkan mata nya "diam diam" kata eun sambil meraba wajah pria di depan nya "bentar.. " kata eun sambil menarik jas kim "kau mau apa? " tanya kim "tuan kim memiliki tato garuda di punggung nya jadi aku mau lihat" kata eun "jangan di sini" kim langsung menggendong eun "waduh.. Kepala ku berputar putar " kata eun.


Di dalam kamar kim meletakkan eun ke atas ranjang "hah? " eun memperhatikan sekitar nya "ini kamar tuan kim seperti nya? " fikir eun "eun minum air madu dulu " kata kim "haa... Kau pasti bukan tuan kim karena tuan kim selalu memberi ku jus bukan air madu eh, kenapa bisa madu memiliki air? " kata eun yang sudah mabuk parah, "minum dulu" kim menahan tangan eun dan memasukan air madu itu ke mulut eun.


"kenapa kau perhatian ya pada ku" kata eun "buka pakaian " kata kim "hum?? " eun menatap kim "tidak mau" kata eun "ganti baju cepat lalu pergi tidur" kata kim "tidak tid-- uhuk. Huek" eun muntah tepat mengenai sepatu kim "diam lah" kata kim sambil melepaskan sepatu nya "jangan kemana-mana" kim pergi ke kamar mandi untuk membuka jas dan juga kemeja nya "bruuaaag! " kim buru buru keluar ketika mendengar suara keras, terlihat eun sudah berbaring di lantai dekat pintu arah ke ruang tamu "eun? " kim mencoba membangun kan eun tapi eun tetap saja tidak merespon dan akhirnya kim langsung mengangkat tubuh eun ke kamar mandi untuk di bersihkan "keras kepala" kata kim.


Keesokannya...


Ponsel eun berbunyi membuat eun terbangun dari tidur nya "uhh? " eun duduk memegang kepala nya yang terasa sakit "prang! " gelas pecah akibat tersentuh tangan eun "jangan! " kim menarik eun ketika dia hendak turun memungut pecahan gelas itu "azka masuk" kata kim "halo" kata eun "eun kau baik baik saja? " kata Carl "huum.. Ya" kata eun, azka datang membersihkan gelas yang pecah tadi lalu pergi "ya... Datang lah" kata eun "greb" kim memeluk eun "ahh...awas " kata eun "kau masih marah pada ku? " kata kim sambil mencium wajah eun "apa kepala mu masih sakit? " tanya kim "aku telah menyuruh Liam mencari wanita itu untuk menjelaskan pada mu tentang kejadian itu, karena itu cuma salah paham" kata kim "salah paham apa? Kau mencium nya tanya pada leo " kata eun dengan nada marah.


"hei hei dengar" kim menahan eun yang masih memberontak "baik bergerak saja setelah itu aku akan menggigit mu" kata kim, eun langsung terdiam "kau hanya bisa mengancam ku kau fikir aku takut! " kata eun "tapi kau jangan lupa azka juga ada dengan ku, waktu itu dia ada di samping ku" kata kim .


eun terlihat sedang berfikir "iya juga ya waktu itu azka ada di sana" fikir eun "bodoh!sekarang aku berta--ahh... Tuan kim?? " eun terkejut kim menggigit leher nya "kau sekarang makin kasar pada ku" kata kim "karena aku marah pada mu!! Kata kan pada ku apa aku masih berarti di mata mu? Jika tidak aku akan kembali pulang" kata eun "itu tidak akan pernah terjadi" kata kim "aku tidak akan membiarkan mu pulang" kim semakin mempererat pelukan nya "lepas!! aku mau ke kampus" kata eun "katakan dulu pada ku kalau kau sudah memaafkan ku" kata kim "belum" eun pergi ke kamar mandi setelah memukul kim dengan ponsel nya "bagaimana kalau mandi bersama" kata kim "****" kata eun dari dalam kamar mandi.


Di kampus..


"Dan usahakan dalam menulis itu kita menggunakan tata bahasa yang baik dan juga jelas" kata dosen di depan "astaga kenapa kepala ku terasa sakit ya" fikir eun "eun kau baik baik saja? " tanya teman yang duduk di samping nya "iya" kata eun, Carl memperhatikan wajah eun yang pucat "pak " eun berdiri "boleh izin keluar sebentar saya ingin ke kamar mandi" kata eun "iya silahkan" kata dosen, eun pun berjalan keluar "eun minum air" kata seseorang "kau terlihat tidak sehat" kata orang itu dan dengan santai eun menerima sebotol air lalu meminum nya "teri--" eun terkejut melihat orang itu adalah nhai "kau baik baik saja? " tanya nhai "grebb"nhai menahan tubuh eun yang sudah tidak sadar kan diri dan perlahan nhai tersenyum penuh kemenangan


" tunggu "kata Carl seketika nhai menatap Carl " apa yang kau lakukan pada eun? "Carl menarik eun tapi nhai menahan nya " bukan urusan mu, aku cuma ingin membawa eun pulang kembali ke rumah nya"kata nhai "kau tidak berhak membawa nya bangsat!!" hardik Carl "tolong jangan ikut campur" nhai menahan eun dengan sangat kuat "jika menyangkut eun kau juga harus berhadapan dengan ku" kata Carl "jangan salah paham Carl aku dan eun belum berakhir" nhai tersenyum licik "kau dan eun telah berakhir aku saksi nya" tegas Carl "lepaskan eun sebelum aku berbuat kasar" ancam Carl "greeb"nhai melihat ada dua orang datang memegang bahunya Carl langsung menarik eun dengan cepat " dia mencoba membawa eun"kata Carl "kau akan tau sedang berurusan dengan siapa " kata hansen.


"Carl" Carl berhenti ketika melihat zela "dia baik baik saja? " tanya zela "iya eh kok kau bisa di sini" kata Carl "aku.. " zela langsung pergi dengan cepat tanpa menyelesaikan perkataan nya terlebih dahulu "aneh" Carl tiba-tiba ingat sesuatu "hei kau kan di kabar kan hilang, hei!! " namun zela sudah tidak terlihat.