
Beberapa orang berbaris sangat rapi dengan penuh hormat mereka membungkuk, seorang pria berjalan dengan di iringi beberapa orang di belakang nya. Pintu di buka pria itu masuk ke dalam sebuah ruangan "ada informasi tentang gadis itu? " tanya pria itu "sudah ada tuan kami menemukan kartu ini ada di apartemen anda" kata rizky "kartu ini berasal dari apartemen indah gemilang yang ada di jalan garuda sakti" kata bee "luangkan waktu untuk ku beberapa jam besok" kata pria itu "baik tuan" kata rizky "pergilah" kata pria itu.
Vivian mengupas kulit apel sambil menatap eun yang berbaring di ranjang "eun kita ke rumah sakit aja yuk" kata petir "hum.. Gak deh ini cuma kelelahan sebentar besok juga sembuh" kata eun "tapi badan mu semakin panas" kata vivian "tok tok" semuanya menatap ke arah pintu "siapa? " kata petir "room service" ada suara wanita di luar pintu.
Vivian berdiri membuka pintu "halo maaf mengganggu waktunya " kata room service "iya ada apa? " kata eun "aku mengantarkan kartu baru untuk kamar nona eun " kata room service "oh terimakasih" kata vivian "iya kalau begitu saya permisi" wanita itu pergi "kartu kamar mu" kata vivian "oh.. Letakan saja di situ" kata eun "ini sudah sore kami harus pulang" kata Yuda "semoga lekas sembuh eun" kata petir "iya terimakasih ya" kata eun.
Keesokan harinya..
Malam hari nya..
Vivian menatap eun yang sedang makan "eun kau yakin kau baik baik saja kau terlihat pucat" kata vivian "hum.aku baik baik saja" kata eun "lebih baik kau beristirahat satu hari lagi deh" kata vivian "apa yang ku lakukan kalau aku istirahat, ini membosankan" kata eun "kau bisa menulis berita terbaru yang ramai di perbincangan atau berita lain aku takut kau malah pingsan nanti karena kau sangat pucat" kata vivian "baiklah satu hari lagi" kata eun "nah gitu dong" kata vivian.