
deon menatap orang di depan nya. perlahan dia menunduk lalu menelpon kim, kantor kim sudah kini sudah di padati beberapa orang dari perusahaan lain.
dengan mobil nya kim pergi bersama pengawal nya ke kantor dia sudah menduga bahwa rekan rekan nya akan pergi darinya karena nama nya kini telah kotor "siapa dalang dari semua ini " fikir kim.
mobil berhenti di depan kantor nya, semua bodyguard kim langsung bergerak melindungi kim "akhirnya tuan kim datang" kata deon "apa yang terjadi? " kim datang menemui nya "semua rekan bisnis kita membatalkan kerja sama termasuk tuan Arthur dia menarik semua nya dan tidak mau berhubungan dengan kita lagi" kata deon "apa tuan Arthur masih di sini? " tanya kim "masih tuan dia ada di ruang rapat" kata deon.
"selamat pagi tuan Arthur" kata kim "jangan basa basi" kata Arthur "tuan Arthur aku benar-benar tidak melakukan apapun" kata kim mencoba menjelaskan semuanya kembali "bukti sudah ada tuan kim, Jangan menghindar" bantah Arthur "oke, baik terserah pada mu asisten ku akan mengurus semua nya jangan khawatir aku pergi dulu" kim langsung pergi.
dengan tubuh gemetar eun keluar dari sebuah ruangan wajahnya terlihat benar-benar pucat "eun" kata beberapa orang "ha.. aku.. " kata eun "kau baik baik saja? apa kata mereka? " tanya carl "carl aku benar benar deg deg kan" carl melihat wajah eun berkeringat "bagaimana apa masih ada yang salah yang kemarin? apa harus ada yang mau perbaik lagi seperti kemarin? " tanya carl "tinggal jilid" carl menahan tubuh eun yang duduk lemas.
kim menghembus nafas nya yang terasa berat di dada nya "kau baik baik saja? " tanya arrayan "kenapa kau tidak mengetuk pintu? " kim menutup laptop nya "jangan khawatir cuma beberapa rekan bisnis yang pergi, kau masih punya yang lain" kata arrayan "aku tidak perduli siapa yang pergi tapi aku penasaran siapa yang menggunakan nama ku " kata kim "aku sudah mengirim beberapa orang untuk mencari tau" kata arrayan "aku tidak bisa tinggal diam " sahut kim "dulu aku tidak mempermasalahkan jika semua orang ingin aku mati tapi sekarang aku tidak ingin mati, aku harus hidup bersama eun" batin kim "aku akan pergi mencari tau semua nya" kata kim "aku akan membantu mu" kata arrayan "baik" kim setuju "aku pergi dulu " arrayan langsung melompat dari atas kursi nya dan pergi "ya halo" kata kim "tuan kim eun pingsan" kata carl di telpon.
di rumah sakit..
carl langsung berdiri melihat dokter keluar dari ruang rawat eun "nona eun tertidur karena obat bius dia akan segera bangun" kata dokter "bius? " carl terlihat kebingungan "iya tapi tidak papa dia akan segera bangun" kata dokter "tapi dia tidak meminum apapun kecuali es capocino bagaimana dia bisa minum obat bius? " tanya carl dengan heran "mungkin seseorang mencampur minuman nya dengan obat bius" jelas dokter "oh, oke terimakasih" kata carl "carl! " carl menoleh "tuan kim" kata carl "dimana eun apa yang terjadi? " tanya kim "di dalam kata dokter dia cuma tidur karena meminum obat bius" kata carl "bius? " kata kim "kata dokter ada bius yang kemungkinan tercampur di minuman nya " kata carl "astaga" kim langsung masuk melihat eun yang terbaring.
"mereka berani mengganggu mu juga" kim mengepal tangan nya, amarah nya kini meledak ledak di dalam dirinya "um.. " eun membuka mata nya "Hai" kim langsung tersenyum "kenapa kau di sini? " tanya eun "kenapa? aku datang untuk mu" kata kim "tidak perlu kau pergi tanpa menemui ku dan langsung pergi tanpa bertanya pada ku" kata eun "aku juga tidak tau" kata kim "mustahil" kata eun "sungguh aku tidak tau kalau aku tiba tiba memiliki jadwal sepadat itu maafkan aku" kata kim "sampai lima hari? waw kan! kenapa gak sebulan sekalian" eun langsung pergi "astaga" kim menepuk kepala nya.
sesampainya di rumah kim langsung pergi ke kamar untuk menemui eun yang sedang marah pada nya, kim masuk ke dalam kamar dan melihat eun sedang berbaring sambil memainkan ponsel nya "eun" kata kim "tidak papa pergi aja aku dah biasa sendiri" kata eun "aku benar-benar minta maaf" kata kim sambil duduk di dekat eun, "aku mau ke rumah vivian mau tidur sana satu tahun" kata eun "tolong jangan marah pada ku, kau bisa pukul aku atau memaki ku" kata kim sambil berusaha membujuk eun "aku akan pergi" kata eun "jangan pergi ku mohon" kim memeluk eun dengan erat "aku benar-benar minta maaf tolong maafkan aku ya" kim mencium pipi eun "kau urus saja bisnis mu" tukas eun "apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkan ku? " tanya kim "tidur di sofa selama seminggu" kata eun "apa? kau mau aku tidur di sofa? " tanya kim "tidak mau ya sudah, aku akan tidur di tempat vivian" kata eun "eh, eh" kim menahan eun agar eun tidak pergi .
"baik baik aku akan tidur di sofa" kata kim "janji" eun menatap kim "janji aku akan tidur di sofa tapi jangan marah pada ku ya" kata kim "apa ada masalah serius di perusahaan? " tanya eun "tidak cuma masalah laporan yang salah dan jadwal pertemuan yang bertabrakan membuat ku benar-benar tidak punya waktu luang bahkan untuk menelpon mu saja susah" kata kim "benarkah? jangan jangan" kata eun "aku tidak melakukan apapun selain pekerjaan arrayan ada di samping ku " kata kim dengan tenang, "baik lah sekarang aku mau mandi" kata eun "ayo mandi bersama" kata kim "tidak mau! aku masih marah" eun pergi "aku kan sudah janji akan tidur di sofa" kata kim "walaupun! " eun masuk ke dalam kamar mandi .kim langsung mengambil ponsel nya "cari orang orang yang melakukan ini semua, karena dia berani mengganggu eun juga! apapun itu cari mereka sampai dapat aku akan mencekoki mereka dengan asam! " kata kim "tenang kim kami sedang memeriksa semua CCTV" kata arrayan "kabari aku nanti oke" kata kim "oke nanti aku kabari" kim langsung mematikan ponsel nya "tidur di sofa" kata kim sambil mengusap wajahnya lalu menghembuskan nafas panjang dan beranjak duduk di sofa , dia menganggukkan kepala nya sambil merapikan sofa Karena malam ini dan malam berikut nya dia akan tidur di sofa agar eun memaafkan nya.