gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
liburan bersama tuan mafia


Hansen membuka pintu, Eun dan Kim masuk ke dalam di susul dengan carl dan rei "carl lihat ini bagus kan? " kata Eun "ya ampun.. Ini terlalu bagus untuk ku" kata carl "tuan Kim maaf.. Ini.. Ini terlalu--" kata rei "ambil saja! " kata Kim dengan tenang."ambil? " kata Eun "iya, ini untuk mereka berdua" kata Kim "tuan Kim.. Tidak.. Tidak kami akan bayar sewa saja" carl merasa tidak enak "iya tuan Kim, ini" kata rei "ini hadiah tunangan kalian dari ku" kata Kim "hm? " carl menatap Eun, "kalian kan berencana tunangan dalam waktu dekat jadi aku mengata kan nya pada tuan Kim" kata Eun beberapa bodyguard Kim membawa barang barang carl dan rei masuk "kau akan di sini atau ikut pulang? " Kim menatap Eun "tentu saja pulang " kata Eun "kalian mau pulang?" Kata carl "aku baru mau membuat minuman" kata rei "jangan lupa berangkat tepat waktu" Kim berbalik dan pergi "bye.. Kalian berdua" kata Eun.


"Jangan menatap ku begitu, aku melihat mu" kata Kim "siapa yang melihat mu" kata Eun saat di dalam mobil, Kim menarik tubuh Eun ke arah nya "kau tidak menginginkan sesuatu sebelum kita sampai rumah? " tanya Kim "aku tidak ingin apapun aku hanya ingin pulang dan bersantai" kata Eun dengan yakin "aku rasa beberapa hari ini aku sangat lelah" kata Eun.


Mobil berhenti dan Liam langsung membuka pintu mobil Kim perlahan keluar di susul dengan Eun .


Eun menatap Kim mengulurkan tangan nya ke dirinya "mau ngapain? " tanya Eun "ayo jalan" Eun pergi jalan duluan Kim memasukan tangan nya ke dalam saku dengan wajah datar dia perlahan berjalan masuk ke dalam rumah. "Astaga... Aku rasa nya ingin tidur" kata Eun sambil membuka sepatu nya Kim masuk ke dalam kamar melihat Eun sedang membuka kulkas "enak nya min-- tuan Kim" Eun terkejut Kim memeluk nya tiba tiba dari belakang "hm" Kim menatap wajah Eun "kenapa kau panik? " tanya Kim "hum.. Tidak.. Tidak kok" kata Eun sambil menutup pintu kulkas Kim mencium pipi Eun "tuan Kim" kata Eun "aku cuma ingin mencium mu " kata Kim "ah.. Aku tidak mau.. " kata Eun sambil mencoba mendorong Kim, "tuan Kim aku kesulitan berjalan jika kau memeluk ku" kata Eun "aku bisa menggendong mu" kata Kim "hei jangan jangan!! " kata Eun "dia mau memakan ku? " fikir Eun "apa? " kata Kim "tidak ada" kata Eun "kau ingin liburan? " tanya Kim "liburan? " Eun berbalik menatap Kim "aku dengar ada tempat indah yang jarang orang tau" kata Kim "apa kau menguping pembicaraan ku dengan carl? " tanya Eun dia sangat ingat saat dia dan carl mengerjakan tugas sambil ngobrol "carl rasa nya aku ingin bersantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam dan juga berenang itu pasti sangat menyenangkan"


"Kau benar tapi kau tau rei belum dapat cuti"


"Iya tapi dimana ya tempat yang indah di mana aku berbaring sambil menikmati matahari terbenam"


Eun menatap Kim sambil menyipitkan mata nya "kau fikir aku mau melakukan hal bodoh seperti itu" kata Kim "tapi aku masih curiga" kata Eun "aku juga curiga kenapa luka di pelipis mu cepat sembuh" kata Kim "ini kan cuma luka ringan" kata Eun "aku akan sibuk kedepan nya, aku takut tidak bisa menemani mu" kata Kim "oleh karena itu kau mengajak ku berlibur? " kata Eun "iya dan hanya berdua" kata Kim "cuma liburan kan? " kata Eun "iya" kata Kim "katakan lagi" kata Eun "iya" kata Kim "awas ya jika kau menipu ku lagi" kata Eun "kapan aku menipu mu? " tanya Kim sambil memperhatikan Eun memakan camilan dia perlahan menarik Eun ke pangkuan nya "kapan? Coba saja kau ingat bahkan dua hari yang lalu kau menipu ku" kata Eun "dimana? " tanya Kim "di kolam" kata Eun "bagaimana aku menipu mu? " kata Kim "lima menit kata mu" kata Eun Kim tersenyum "aku tidak akan menipumu" kata Kim "jika kau menipu ku maka aku.. " kata Eun sambil tersenyum licik "maka aku akan meminta mu tidur di lantai dan aku tidur di ranjang" kata Eun "selama-lima tahun" kata Eun Kim seketika berhenti tersenyum "oke karena kau diam anggap saja setuju" kata Eun sambil mencium pipi Kim sementara Kim hanya menatap mata Eun tanpa ekspresi apapun.


Keesokan harinya..


Mobil Kim berhenti di tempat tujuan "woah.. Ini apa nama nya" kata Eun sambil berjalan "tunggu Eun jangan terlalu cepat" kata Kim "kolam nya luas bang--" Eun langsung berbalik melihat dimana Kim berada"gak mau ke kolam deh, nanti tuan Kim ikut" kata Eun "Eun ayo" kata Kim "I.. iya" kata Eun.


Di dalam kamar..


"Kamar ini akan berhadapan langsung dengan matahari terbenam" kata Kim "jangan sok tau kau juga baru datang dengan ku dari mana kau tau" kata Eun "lihat saja nanti" Kim membuka jas nya lalu kemeja nya "dia mau apa? " fikir Eun, Kim berbalik menatap Eun sambil berjalan mendekat perlahan Eun memalingkan wajah nya "kau akan diam tidak mengganti baju mu? Ini masih pagi ayo kita bersantai" kata Kim "iya tapi kau pergi dulu" kata Eun "kenapa kau tidak menatap ku? " tanya Kim "apa kau mencoba menakut-nakuti? " tanya Eun "lihat aku! " pinta Kim "Eun" Eun berbalik menatap Kim "kenapa kau masih tidak ingin berganti pakaian di saat ada di dekat ku" kata Kim "hum.. Tidak papa" kata Eun "sesekali kau harus berani" kata Kim sambil menarik baju Eun "tuan Kim.. Tidak mau.. " kata Eun "hum.. Baik lah " Kim mencium Eun "kenapa kau diam cepat pakai baju dan keluar" kata Eun. Kim menarik tangan eun dan menempelkan ke perut nya "tuan Kim" kata Eun "kau sangat menggemaskan, ayo kita berenang dan bersantai" kata Kim sambil berjalan membuka lemari mengambil kaos lengan pendek dan juga celana pendek. kim menatap Eun yang masih diam di tempat "kenapa masih diam " kata Kim "hum.. Jika aku berenang apa kau ikut berenang juga? " tanya Eun kim berjalan ke arah Eun menunduk perlahan "kenapa kau seakan akan menjadi takut pada ku? " kata Kim Eun terdiam sambil menahan tubuh Kim yang ada di depan nya, "tuan Kim.. " kata Eun "katakan" kata Kim "sudah ku bilang jangan sok tau! Siapa yang takut dengan mu" kata Eun dengan keberanian yang di buat buat "oh.. Baiklah aku akan tunggu di kolam kita akan berenang bersama " kata Kim sambil pergi Eun menatap ke arah pintu yang sudah tertutup "dia begitu menakutkan" kata Eun sambil berdiri membuka lemari.


"Cklek" carl menggantung sebuah foto, dengan tersenyum dia memandangi foto itu "kenapa kau senyum senyum sendiri? " tanya rei "kau terlihat cantik di foto ini" kata carl "cuma di foto? " kata rei "tidak asli nya juga kok" kata carl sambil memeluk rei.


"Tap tap tap tap" Kim menoleh melihat siapa yang datang, Eun dengan jubah mandi berjalan sambil melihat ke kanan dan kiri. Kim tersenyum tipis sambil menikmati jus nya "hm? " Eun melihat kolam nya telah di isi kelopak bunga Eun menatap ke arah Kim"berenang lah aku akan bersantai di sini"kata Kim "huff" Eun tersenyum lalu melepaskan handuk nya terlihat dia hanya mengenakan celana pendek dan baju kaos lengan pendek yang lumayan tipis, Eun masuk ke dalam air "wah ini sangat dingin " kata Eun "eh?? " dia melihat dimana Kim duduk namun Kim tidak terlihat! "tuan Kim? " kata Eun sambil melihat sekeliling "tuan Kim" Eun melihat sekeliling nya "kau mencari ku? " Kim datang dengan membawa es kelapa dan duduk di tepi kolam "ku fikir kau menghilang begitu saja" kata Eun "hanya orang bodoh yang membiarkan mu sendirian" Kim memakan camilan.Eun terlihat berenang sambil bermain dengan kelopak bunga dan kembali menyelam kemudian muncul lagi "kemari lah" kata Kim "mau apa? " kata Eun "ada sesuatu" kata Kim, Eun berenang ke arah Kim "minum " Kim memasukan sedotan ke mulut Eun Kim tersenyum sambil mengambil kelopak bunga yang ada di kepala Eun "tuan Kim aku ingin menanyakan sesuatu" kata Eun .Kim menatap Eun perlahan mengangguk sekali "hum.. Bagaimana dengan tuan ryu? apa kau sudah mengatakan pada nya kalau kau ingin berhenti" kata Eun "aku sudah mengatakan nya" kata Kim "namun itu butuh proses ku harap kau sabar sedikit" kata Kim Eun mengangguk "tapi tidak papa kan aku meminta mu untuk berhenti? " tanya Eun "tidak masalah aku senang kau meminta nya" kata Kim "itu karena kau peduli pada ku dan aku juga tidak ingin kau kawatir dan tidak tenang karena aku" kata Kim, Eun tersenyum "aku berkerja dengan tuan ryu hampir dua puluh tahun kami menjalankan bisnis bersama untuk kenapa aku tidak memiliki banyak teman" kata Kim "apa kau pernah menyukai seseorang? " tanya Eun "tidak.. Aku merasa tidak tertarik pada siapapun, bahkan aku tidak tau kedepan nya aku akan memiliki kekasih karena pekerjaan ku" kata Kim "sampai kau datang " kata Kim "dari jendela mu" kata Eun Kim tersenyum "jujur saat itu kau datang tepat waktu musuh ku ingin menghabisi ku , aku di jebak minuman ku di beri obat " kata Kim "kau benar benar menolong ku namun saat menatap mu malam itu aku tidak tau kenapa aku merasa kan gejolak yang aneh yang belum pernah ku rasakan" kata Kim "jadi apa sekarang kau mencintai ku? " Eun mengangguk kan kepala nya "aku tidak mendengar nya" kata Kim "tuan Kim.. Aku cinta kamu" kata Eun "apa? " kata Kim "aku cinta kamu" kata Eun "aku tidak dengar" kata Kim "kau sedang membuat ku kesal kan? " kata Eun .


Kim tersenyum sambil mengusap rambut Eun "boleh aku minta sesuatu? " tanya Kim Eun terlihat sedikit panik mendengar ucapan Kim "jangan jangan" fikir Eun "tolong cium aku" kata Kim "menunduk lah" kata Eun, Kim patuh Eun langsung mencium wajah Kim "ini" Kim menunjuk jarinya ke bibir nya.Eun langsung mencium bibir Kim "bukan begitu" kata Kim sambil masuk ke dalam kolam "tapi seperti ini" Kim menarik wajah Eun dan mencium nya "ayo" kata Kim "usahakan jangan terlalu menutup rapat mulut mu" kata Kim Eun menarik kepala Kim lalu mencium bibir Kim "begitu? " kata Eun "tidak" kata Kim "aih.. Kenapa susah sekali" kata Eun Kim terkekeh dia langsung kembali menarik Eun dan ******* bibir Eun.


Vivian tersenyum melihat foto yang di kirim Eun "lihat dia sedang liburan" kata vivian "jangan main ponsel jika perkerjaan belum selesai" kata petir sambil lewat, "vivian aku sebenarnya ingin mengajak kalian tapi aku tau kalian belum libur cepat lah! libur biar kita bisa kumpul bersama" vivian membaca pesan dari Eun nhai menatap vivian sambil memperlambat langkah nya agar bisa melihat layar ponsel vivian.


Malam hari nya...


"Haaaaaaahh!! " Kim membuka pintu "tuan Kim!! Kenapa sudah malam? aku bahkan belum melihat matahari terbenam nya" kata Eun, Kim hanya terdiam "ya ampun.. Kenapa aku bisa ketiduran" kata Eun "kau terlalu lelah maka nya kau ketiduran " kata Kim sambil duduk di dekat Eun "lalu kenapa kau tidak membangun kan ku? " tanya Eun "tidak ingin ganggu tidur mu" kata Kim "ya.. Apa kita bisa tinggal di sini satu hari lagi " kata Eun "ya..." kata Eun dengan nada memohon "baik lah ayo bangun kita turun untuk makan" kata Kim "aku cuci muka dulu" kata Eun.


Di langit malam terlihat ribuan bintang berserakan dengan indah angin pun bertiup perlahan menggerakkan rerumputan dan dedaunan beberapa kelopak bunga berterbangan di mainkan oleh angin.


Eun menatap kelopak bunga yang berterbangan di udara, dia kembali tersenyum sementara Kim hanya menatap nya "tik" Kim memperhatikan ada air mata yang menetes di pipi Eun "greb" Kim langsung menarik Eun ke dalam dekapan nya "tuan Kim" Eun terkejut "kenapa kau menangis? " tanya Kim sambil melihat Eun yang bersandar di dada nya "tidak, tidak aku tidak menangis" kata Eun "katakan" kata Kim. Eun terdiam lalu dia menggenggam tangan Kim yang melingkar di perut nya "apakah kau akan meninggalkan ku suatu saat nanti" kata Eun dengan suara yang bergetar Kim terkejut mendengar perkataan Eun, dia langsung menarik Eun untuk duduk "kenapa? " kata Kim "aku.. Aku.. " Eun menangis "aku takut suatu saat nanti.. Kau.. Kau akan meninggal kan aku.. " kata Eun "aku takut itu terjadi.. Dimana di hari itu kau akan mengatakan kalau kau tidak mencintai ku lagi" kata Eun dengan sedih "lalu pergi dengan yang lain... " Kim memeluk nya dengan erat sambil mengusap rambut nya "tidak bisa kah kau berfikir baik pada ku" bisik Kim "yang kau takut kan tidak akan terjadi.. Aku akan selama nya ada di dekat mu selama nya dengan mu.. " Kim mencium kepala Eun "hari itu yang akan terjadi adalah di mana aku meletakkan cincin indah di jarimu... Dan dimana kau dan aku mengikat janji pernikahan dan kau akan melahirkan kan Kim kecil dari rahim mu" kata Kim "sudah selesai menangis nya? " Kim menatap Eun lalu dia mengusap air mata Eun. "kemari lah" Kim menarik Eun untuk bersandar kembali di dada nya "lain kali aku akan mengajari mu cara nya berfikir positif" kata Kim "aku ingin menceritakan sesuatu" kata Eun "aku akan mendengar nya" kata Kim "sebelum kita bertemu, aku saat itu sedang bertugas.karena aku dan carl di kejar orang kami menyamar dan menyelinap ke dalam tempat hiburan seperti bar " kata Eun "itu hari dimana aku mengalami banyak hal buruk dan--" mulut Eun di tutup oleh jari Kim "tidak perlu di lanjut kan aku sudah tau" kata Kim "bagaimana? " kata Eun "tau dari tatapan mu" kata Kim "kita tidak akan bisa mengubah masa lalu, namun kita bisa terus berjalan tanpa mengulangi kesalahan yang pernah terjadi sebelum nya. kita memiliki cerita yang berbeda di masa lalu namun kita bisa di satukan dengan rasa" kata Kim "terkadang aku masih takut untuk mencintai mu" kata Eun sambil mengusap tangan Kim, "aku tau itu" kata Kim "kenapa kau tau banyak hal" kata Eun "aku bisa tau semuanya hanya dengan satu tatapan" kata Kim "kalau begitu coba lihat mata ku! apa yang ku fikir kan sekarang" kata Eun "kau sedang berusaha meyakinkan perasaan mu" kata Kim "aih.. " Eun terkejut "iya kan? " tebak Kim "dengar Eun, aku tidak perduli kapan kau bisa mencintai ku yang aku ingin kan. jangan pernah tinggal kan aku" kata Kim Eun menatap Kim "aku tidak akan pernah pergi kecuali kau yang mencintai orang selain aku" kata Eun Kim langsung menunduk mencium Eun dengan lembut.


Kim membuka matanya melihat Eun masih tidur di dekat nya nemun ponsel Eun kembali berbunyi sedari tadi, Kim mengambil ponsel Eun "halo" kata Kim "halo.. Ini siapa? Kemana anak ku? " tanya mama Eun "hum.. Eun masih tidur" kata Kim "ini siapa? " kata mama Eun "hm.. Tante aku.. Aku Kim" kata Kim "dan Eun masih belum bangun" kata Kim "Kim? " kata mama Eun "hu.... m ya" kata Kim sambil melirik ke arah Eun yang masih tidur "apa Eun baik baik saja? " tanya mama Eun "iya tante dia.. Dia baik baik saja aku akan katakan pada nya jika nanti sudah bangun" kata Kim "apa kau pacar Eun? " tanya mama Eun "hum.. Aku.. Hum.. Iya" kata Kim. Eun membuka matanya "tolong jaga anak ku ya kalau begitu aku akan matikan telpon nya" kata mama Eun "iya tante " kata Kim "kenapa kau memanggilku tante panggil mama, lain kali main ke rumah ya" kata mama Eun, "iya tante euhm ma" kata Kim telpon pun terputus Kim menatap Eun "siapa? " kata Eun "mama mu" Kim mencium Eun dan memeluk nya "kau bicara dengan mama ku? Astaga" kata Eun "jujur aku gugup" Kata Kim Eun terkekeh .


Dua mobil berhenti di depan sebuah tempat penjualan mobil "ayo turuuunnn" mereka semua turun sambil membawa tongkat dan senjata.


"Ini bagus gak? " ade menatap arrayan "terlalu terbuka ganti deh" kata arrayan "oke deh" ade lanjut memilih dress "bentar ya" arrayan mengambil ponsel nya "halo" kata arrayan "tuan ada musuh datang menyerang dealer mobil " kata calvin "apa? " kata arrayan "kirim bantuan tuan" kata calvin "aku akan datang" arrayan mematikan telpon "sayang.. Hum.. Kamu lanjut aja ini kartu aku, aku nanti jemput kamu aku harus kerja" arrayan lari "jadi aku!! " kata ade.


Arrayan sampai ke dealer dia melihat kekacauan di sekitar nya "siap" kata arrayan "mereka sudah pergi tuan mereka menyerang dengan peledak" kata bxivan "yang di ruang bawah aman" kata arrayan "aman" kata calvin "huf.. ".


Matahari perlahan terbenam, cahaya jingga terlihat Indah membuat Eun tersenyum senang " tuan Kim boleh aku keluar "kata Eun Kim berjalan membuka pintu " lewat sini"kata Kim "hum" Eun keluar lalu duduk di rerumputan "ya ampuun... " kata Eun sambil mengeluarkan ponsel nya "aduh kurang bagus" kata Eun Kim datang mengambil ponsel Eun "tuan Kim" kata Eun "berpose lah" kata Kim Eun tersenyum dia langsung berpose.


Arrayan menuruni tangga menuju ruang bawah tanah memperhatikan kotak kotak yang ada di sana "setidaknya Kim tidak akan menembak ku" kata arrayan.


 "Tap" Eun menatap Kim begitu juga sebaliknya, tangan mereka sama sama memegang gagang pintu! "aku mau mandi" kata Eun "aku juga" kata Kim "jangan bilang" kata Eun "kita mandi bersama" kata Kim "tidak mau" kata Eun sambil mundur selangkah "apa yang salah " kata Kim sambil mendekati Eun "tidak ada yang salah" kata Eun "kalau begitu ayo mandi" kata Kim sambil memegang tangan Eun "tapi.. Berjanji lah dahulu kalau di dalam kau tidak akan melakukan apapun kecuali mandi" kata Eun "baik aku tidak akan melakukan nya, jika kau tidak suka" kata Kim. kemudian dia berjalan membuka pintu kamar mandi "ah tuan Kim, aku nanti saja deh mandi nya" Eun berbalik hendak membuka pintu tapi Kim langsung menahan nya, "aku.. " kata Eun "apa yang kau takut kan tidak akan terjadi" kata Kim sambil membawa Eun mendekati bathup "jangan melihat ku terus" kata Eun Kim melepaskan pakaian nya. Eun langsung membelakangi Kim "jrasss" Kim menyalahkan air lalu masuk ke dalam bathup "kau akan berdiri atau mandi? " kata Kim "duh.. Kok aku takut dengan nya ya" fikir Eun "aku akan mandi di situ aku, aku.. aku tidak mau di bathup bersama mu" Eun berjalan mendekati shower tak lupa menutup pintu nya. dia berbalik memastikan kaca itu tidak tembus pandang "aman" Eun membuka baju nya "jangan ke sini dengar!! " kata Eun "ya" kata Kim sambil menatap pembatas kaca itu lalu Kim menekan tombol di dekat bathup, "klik" perlahan dia tersenyum "kamar mandi tidak ada beda nya dengan yang di rumah" kata Kim "waduh.. " Eun berbalik "tuan Kim.. Jubah mandi ku di situ" kata Eun "ya" kata Kim "kau sudah selesai? " tanya Eun "sebentar lagi" kata Kim sambil berdiri "aku ingin masuk " kata Kim "apa!!! Tunggu dulu ambil kan jubah mandi ku" kata Eun "bagaimana aku memberi nya jika pintu di tutup " kata Kim "aku buka sedikit" kata Eun . Dengan cepat dia mengambil jubah mandi yang di sodorkan Kim "kau pakai jubah mandi? " tanya Eun "tidak" kata Kim "apa? Kau tidak tau malu ya" kata Eun dengan kesal "tap" Kim menarik pintu Eun reflek menutup mata nya langsung, dia merasakan nafas Kim dan dengan santai Kim hanya tersenyum "tutup saja mata mu" kata Kim sambil mendekat menghirup aroma sabun yang melekat di tubuh Eun "tuan Kim kau sudah berjanji jangan cari kesempatan ya" kata Eun Kim tersenyum "ayo keluar !! aku akan masuk" kata Kim sambil menarik Eun


Eun keluar dari kamar mandi, dengan cepat dia mengenakan pakaian nya "huff.. Ayolah kenapa harus takut dengan nya" fikir Eun setelah selesai dia mengambil ponsel nya "ayo video call bareng" dia membaca pesan dari Yuda Eun langsung membuka laptop nya "Hai Eun" kata vivian "Hai juga" kata Eun "kenapa kau memakai jubah mandi? Kau belum mandi? " tanya Yuda "aku baru selesai mandi aku pakai jubah mandi karena tubuh ku masih belum terlalu kering tapi tenang saja aku susah pakai baju kok" kata Eun "Hai carl aku melihat ada gadis yang lewat di belakang mu" kata petir "hum.. Itu.. Itu pacar ku" kata carl "hahahaha.. Kalah kalian dia sudah punya pacar" kata vivian "nyadar dong" kata Yuda "hahaha.. Kalian ini selalu saja" kata Eun "Eun kau belum pulang? " tanya carl "besok kami baru pulang" kata Eun "haa.. Siapa yang melempar jubah mandi di belakang mu? " kata Yuda "jubah mandi" Eun melihat kebelakang "astaga" Eun memejamkan matanya lalu kembali menatap laptop nya "jubah mandi ku yang tadi ku pakai ke kamar mandi" kata Eun "kenapa dia tidak tau malu" fikir Eun "dimana tuan Kim? " tanya petir "dia.. Dia.. Hum.. Lagi menerima telpon" kata Eun ponsel Kim bunyi "Kim" kata arrayan "ada apa? " tanya Kim.


Eun menatap Kim "dealer di bom orang yang tidak kita kenal" kata arrayan "apa!! " kata Kim "ada apa Eun? " tanya Yuda "aku tidak tau" Eun menatap Kim pergi ke teras "bentar ya" kata Eun sambil berjalan menyusul Kim "bagaimana bisa terjadi kemana semua penjaga!! " kata Kim "tapi kau tenang saja yang rusak ruang atas kok ruang bawah aman " kata arrayan "oke aku akan ke sana besok" kata Kim sambil mematikan telpon "ada apa? " tanya Eun Kim berbalik menarik nafas lalu tersenyum "tidak papa cuma masalah kecil di kantor " kata Kim "bukan masalah serius kok" kata Kim lagi sambil menarik Eun dan mencium kening Eun "ku fikir terjadi hal buruk lagi yang akan membahaya kan mu" kata Eun "Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku" kata Kim sambil memeluk Eun dengan lembut.