
Pagi hari yang cerah..
Kim terbangun dari tidur nya, dia langsung melihat gadis di samping nya sudah tidak ada di tempat "kemana dia? " fikir kim sambil melihat sekitar "tuan kim" pintu terbuka "kau dari mana? " tanya kim "dapur" jawab eun singkat "apa yang kau lakukan? " tanya kim "memasak bersama mereka " kata eun sambil memakai kaos kaki "aku akan berangkat" kata eun "kita berangkat bersama" kim menyingkirkan selimut nya "tidak perlu teman ku bilang kami akan berangkat bersama" kata eun. kim langsung menatap eun "pria itu lagi? " kata kim dengan ketus "siapa? Carl? " kata eun kim langsung terlihat tidak suka ketika mendengar nama carl dia langsung berdiri pergi ke kamar mandi "kenapa dia kesal? " fikir eun "jangan pergi aku akan mengantar mu" kata kim "apaan" eun duduk mengambil ponsel nya "kau sudah siap eun? " pesan dari Carl, tiba tiba ponsel kim berbunyi "hei tuan kim ponsel mu menyala" kata eun tapi seperti nya kim tidak dengar "tuan kim" kata eun sambil berjalan perlahan "tuan kim kau mandi atau berenang sih lam--ah" eun jatuh saat pintu terbuka kim juga terlihat terkejut saat membuka pintu eun langsung jatuh ke arah nya "kau sedang apa? Mau mengintip ku ya? " kata kim "uh bukan.. Bukan. Bukan.. Ponsel mu menyala terus jadi aku memanggil mu " kata eun "kenapa tidak kau angkat? " kata kim "aku takut salah jawab" kata eun "dengar" kim melingkar kan tangan nya ke pinggang eun "kau bisa melakukan apa saja dan bertanya apapun aku akan menjawab mu dan mendengar kan mu agar kau lebih mudah mengenali ku" kata kim "hum" eun menganggukkan kepala "anak pintar" kim mencium eun lalu melepaskan pelukan "hum.. Tuan kim" eun berbalik kim langsung menatap kim "teman ku ingin datang nanti hum.. Ap.. Apakah boleh?.. Me.. Mereka tidak akan.. Me. Melakukan apapun.. Me. Me. Mereka cuma ingin melihat ku" kata eun kim mengangguk "aku akan ke bawah duluan" kata eun.
Di meja makan...
Kim duduk dia menatap eun yang sedang menuang susu "kau mau? " tanya eun "kau makan apa? " kata kim "aku meminta pada nya untuk menyiapkan roti dan selai kau tidak suka? " tanya eun "aku suka" kata kim sambil menatap kim, eun menatap kim yang diam saja "kau tidak suka ya? " eun kembali bertanya "kau tidak melakukan nya untuk ku? " kata kim "apa? " kata eun "tidak menyiapkan sarapan untuk ku" kata kim "oh akan ku lakukan" kata eun "aku juga biasa nya sarapan begini" celetuk kim "ini ambil" kata eun "aku mau yang itu" kata kim "hah? Ini milik ku sudah ku makan sedikit" kata eun "tapi aku mau" kata kim "oh" eun menatap kim mengambil sarapan nya "si bodoh" kata eun dalam hati "aku pulang agak malam " kata kim
"Kau lembur? "
"ya"
"bagus lah" batin eun.
Nhai menatap mobil yang baru berhenti ,terlihat eun keluar dari mobil itu "kau tidak mengatakan apapun? " kata kim "kau mau aku bilang apa? " kata eun "lupakan" kata kim "ingat jangan kemana mana setelah pulang kerja" kata kim "kau sudah seperti ayah ku sekarang" eun berjalan menjauh "uh.. Kak ai" eun menatap nhai berdiri di pintu "kau" kata nhai "pagi tuan nhai" kata eun "aku bukan tuan mu" nhai pergi "Hai kalian jadi mengantar ku nanti kan? " kata eun "jadi ,aku ingin sekali melihat di mana kim menyuruh mu tidur" kata petir "tapi aman aja kan? " vivian ingin memastikan "iya aman kok" kata eun "eun" eun menoleh "carl" kata eun "kita dapat tugas dari tuan Eliezer" kata carl "benar kah? " eun terlihat senang "tugas apa? " kata Yuda "ada info yang baru di dapat tuan Eliezer kalau akan ada transaksi senjata ilegal di sebuah hotel" kata carl "itu bagus dari pada tugas ku .masa aku di suruh meliput ke lapangan lihat ibu ibu pkk" kata Yuda "yang penting tugas oh ya, ayo carl biar lebih cepat" kata eun "eun hati hati ya" vivian terlihat cemas "iya ini nitip bekal ku ya" kata eun lalu dia segera pergi "gak terasa masa magang mereka bentar lagi mau selesai" kata vivian dalam hati "kau selalu panik dan gelisah di saat mereka berdua mendapatkan tugas" kata ade "bagaimana lagi aku sudah menganggap mereka seperti adik adik ku" kata vivian.
Kim masuk ke sebuah ruangan "kim" kata ryu kim langsung menatap ryu "aku dengar kau membawa seorang gadis ke rumah mu" kata ryu kim langsung menatap arrayan ,"iya" ucap kim dengan singkat "apa yang kau lakukan? Bagaimana jika dia mengganggu bisnis mu" kata kim "tidak akan" kata kim dengan enteng "dia simpanan atau gimana? " tanya arrayan "tutup mulut mu" seketika kim langsung menatap tajam ke arah arrayan "dia akan menjadi istri ku" kata kim.
Eun membuka pakaian nya dan langsung memakai pakaian lainnya, lalu memakai rambut palsu dan memasang kamera yang dia sembunyikan di baju nya begitu juga dengan carl dia sekarang terlihat seperti tukang service "carl kau sudah siap? " tanya eun "sudah" kata carl lalu dia keluar dari kamar mandi "aku tidak sabar" kata eun "ayo beraksi" kata carl.
"Kau tidak waras? Jadi kau ingin menikah? " ryu menatap kim dengan tatapan tidak percaya "apa masalah nya dengan mu! Bisnis ini bisa ku lakukan sambil tidur, pernikahan tidak akan mengganggu apapun" kata kim "itu terserah mu aku cuma tidak mau perkerjaan mu terganggu" ryu terlihat pasrah, bagaimana lagi? sulit,tidak bukan hanya sulit tapi sangat sulit untuk mengubah keputusan seorang kim bila dia sudah memutuskan sesuatu maka itu harus terjadi apapun resiko nya.dia bisa apa? dia sangat paham dengan watak seorang kim, "itu tidak akan terjadi lebih baik segera suruh mereka mengirim barang lagi, amunisi senjata ku habis karena anak buah axzon" pinta kim.
Eun dan carl berjalan menyusuri lorong "dorr!! " eun menatap carl "ada suara tembakan" kata carl "eun kau tunggu di sini saja biar aku yang periksa ini bahaya" kata carl "tidak papa" kata eun "aku merasa aku dan carl itu seorang polisi bukan reporter" kata eun dalam hati "demi mencari barang bukti kami berdua harus melakukan beberapa hal bahaya" kata eun "sstt" carl mencoba mengintip terlihat ada seorang polisi yang terluka parah di kelilingi beberapa orang berpakaian hitam, carl langsung merekam mereka "kau mau sok jago hah!! Hah!! Polisi seperti mu bisa apa!! " terlihat polisi itu sudah tidak berdaya "polisi itu bisa mati carl" bisik eun.
"Dengar komandan, lihat pasukan mu ini! sangat nakal"
"Maaf tuan ken, ini tidak akan terjadi"
"Jadi barang terlarang ku bisa kembali? "
"Bisa tuan bisa"
"Oh ya, kau bawa semua senjata nya yang kami mau dan ini uang nya"
"Loh kok cuma segini? "
"Mau mau apa? Itu sudah cukup!!"
"Tap.. Tapi tuan ken"
"Kau mau mati! Bilang pada bos mu tuan milthon cuma mau kasih harga segitu sana pergi! "
"Komandan anak buah mu ini sudah banyak tau kau tau tugas mu kan? "
"Tau tuan, tau! "
Eun menaiki sebuah tangga lalu belok terlihat polisi yang tadi masih di lantai "tuan.. Tuan.. Hei.. Ayo, aku akan membawa mu" kata eun sambil menarik polisi itu "ya ampun badan mu berat banget ,makan berapa kali dalam sehari" kata eun.
Ken kembali ke tempat semula "eh?? " dia menatap sekitar nya "kemana polisi itu? " fikir ken "gak beres".
Nhai memastikan beberapa file sudah beres " tuan nhai ini dokumen dari perusahaan hiju"kata ade "iya taruh aja" kata nhai terlihat ponsel nhai berkali kali hidup tanpa suara di dalam tas nya.
"Oke kau diam di sini" kata eun sambil menutup pintu kamar mandi "huh.. Huh.. Ya ampun ternyata tubuh pria itu berat" kata eun sambil berjalan keluar mencari carl "hah! " eun langsung bersembunyi di balik tembok "cari sampai Ket--tunggu" ken menatap jejak sepatu "mati aku" kata eun "lari!! " kata eun "kejar dia!! " kata ken "aku tidak mau tau dapat kan dia!! Hidup atau mati!! " kata ken "haaa... Aku lelah" eun terus berlari sekuat tenaga "eun lari sini" kata carl "iya" kata eun.
"Hei.. Kenapa lari lari"
"Hei hati hati"
"Maaf maaf maaf"
"Anak muda tidak tau sopan santun"
Carl menggandeng tangan eun "ayo lari ke pintu" kata carl "yaaa... Aku lelah banget" kata eun sambil terus berlari "mereka masih mengejar lagi" kata carl "kau sudah telpon bantuan? " kata carl "sudah kok" kata carl "tapi gak ada jawaban" kata carl "aku gak sanggup lari lagi" kata eun "nanti bagaimana jika kita tertangkap? ayo cepat eun!!" kata carl "gak kuat!!" kata eun tiba tiba dia melihat jembatan di dekat nya "aku tau".
Rekan ken melihat kanan kiri " bagaimana? "Kata komandan " mereka sudah lari jauh"kata yang lain "bruum"setelah sebuah mobil berhenti, terlihat ken langsung turun dari mobil itu " mana dia? "Kata ken " sudah lari tuan"kata mereka ken langsung marah menembak semua nya "dasar tidak berguna" kata ken.
Carl menatap eun yang terlihat kedinginan di dalam air "ini luar biasa" bisik eun dengan bibir bergetar karena kedinginan.
Nhai menatap petir yang datang "tuan nhai carl dan eun butuh bantuan mereka menghubungi mu namun kau tidak menjawab" kata petir, nhai dengan tenang mengambil ponselnya "bruak! " pintu terbuka "apa yang kau lakukan? " tanya eun dengan kondisi basah kuyup "kenapa kau tidak mengirim kan bantuan nya!! Apa yang kau fikir kan!!" kata eun dengan marah "kau tau aturan? " tanya nhai "kau yang tidak tau aturan!! Kami hampir mati kau tau itu!! Kak ai kami menghubungi mu tapi kau malah santai di sini? " kata eun. nhai menatap eun dengan tenang "kau selamat sekarang" kata nhai "dengan mudah kau mengatakan itu? Kau tidak lihat bagaimana kami meregang nyawa di sana! " kata eun "Apa maksud mu!! " kata eun dengan tangan yang sudah di kepal seperti nya dia akan memukul nhai yang ada di depan nya. Yuda yang baru datang melihat kerumunan orang di kantor "ada apa? " tanya Yuda "eun anak magang itu sedang mengamuk" kata Bimo "kau tau sopan santun? " kata nhai "menurut mu? Apa ini yang pantas kau lakukan pada rekan kerja mu? " kata eun "anda keterlaluan" kata carl, tak lama kemudian terlihat eun dan carl ke luar dari ruangan nhai "tenang lah" petir memakaikan jas nya ke tubuh eun "pakai ini" kata Bimo sambil menyerahkan handuk kecil ke carl "terimakasih" kata carl "kalian baik baik saja" kata Yuda "eun" terlihat Eliezer sudah berdiri di depan eun dengan putri di samping nya "tuan" kata eun dengan air mata yang sudah mengalir.
Di ruangan Eliezer
"Aku benar benar tidak tau kalau mereka menelpon ku" kata nhai "apa saja yang mau lakukan ? kenapa mereka bisa dapat tugas yang seperti itu!? Tugas itu kan ku serahkan pada mu" kata Eliezer "jika kau ada masalah pribadi kau tidak seharusnya mencampur kan nya ke masalah pekerjaan" kata Eliezer sambil menatap nhai dengan marah "bukan begitu tuan" kata nhai "jika tadi mereka tewas kantor kita juga yang dalam masalah" Eliezer menggelengkan kepala lalu berdiri "segera minta maaf pada mereka" kata Eliezer.
Mobil carl berhenti di depan gerbang besar "nona eun silahkan" gerbang di buka "waw" kata carl "busett.. Ini kaya istana cinderela" kata vivian "ini rumah tuan kim" kata eun, pelayan langsung menyambut eun "nona kau ingin sesuatu? " tanya rei "hum buatkan saja beberapa menu buat teman ku" kata eun "ya ampun aku mau pingsan" kata vivian "jangan lebay" kata petir "ayo masuk" kata eun.
Kim mengangkat gelas nya di ruangan rapat "bersulang" kata kim "bersulang" kata yang lain "untuk masalah produk baru yang ku katakan akan di resmikan hari sabtu depan" kata kim "selamat tuan kim" kata axel "hum.. Tuan bagaimana.. " kata chan, kim langsung menatap nya "ada apa? " kata kim "tentang model untuk mempromosikan produk terbaru kita? Model yang di pilih, eric telah membatalkan kan kontrak" kata chan "aku ada seseorang yang bisa melakukan tugas itu" kata kim.
Malam harinya..
Eun duduk di lobi sambil mengetik sesuatu di laptop nya pelayan datang mengantarkan camilan dan segelas susu "terimakasih" kata eun "nona ini sudah sangat malam lebih baik anda masuk" kata pelayan "iya sebentar lagi" kata eun sambil menatap ponselnya berbunyi, "halo" kata eun "eun kirim saja pada ku, aku akan kerjakan sisanya" kata carl "oh.. Tapi ini sangat nanggung bentar lagi siap" kata eun "ayolah kau bisa pergi tidur" kata carl "sudah siap kok, aku akan kirim kau koreksi ya. oh ya ,bagaimana polisi yang tadi? " tanya eun "sudah mendapatkan perawatan kok" kata carl "syukur lah" kata eun "oke aku akan koreksi kau pergi istirahat oke " kata carl "oke bye" kata eun.
Eun menatap ponselnya setelah selesai dari kamar mandi, dia menatap ke arah jam "dia beneran lembur ya? " kata eun sambil duduk
Di tepi ranjang "rasanya aneh tinggal di rumah orang yang bahkan gak dekat dengan kita " kata eun.
Mobil masuk ke dalam gerbang kim segera turun dari mobil di saat mobil berhenti, "di mana eun? " tanya kim "ada di dalam kamar tuan" kata pelayan "dia sudah makan? " tanya kim "nona eun tidak mau makan dia hanya ingin camilam sedari tadi. tapi dia sudah makan saat sore bersama teman teman nya tuan" . kim langsung pergi menuju kamar nya pintu terbuka kim langsung masuk melepaskan jas dan kemeja nya dan segera melihat eun yang sudah tidur dengan baju kaos lengan pendek dan celana sepanjang paha kim mendekatinya menutupi tubuh eun dengan membawa selimut kemudian dia pergi mandi.
"Hum? " eun merasakan ada tangan yang melingkar di tubuh nya "hum tuan kim? " kata eun "tidur lagi" kata kim sambil memeluk eun "tidur" kata kim "kau memeluk ku begitu erat" kata eun "aku cuma ingin memeluk itu saja" kata kim "tapi aku sulit bernafas jika kau memeluk ku begini" kata eun "oke" kim melonggarkan pelukan nya lalu mencium pipi eun "ayo tidur lagi" kata kim sambil mengusap kepala eun dengan lembut "good night" bisik kim.