
Sambil tersenyum lebar eun berjalan keluar dari ruangan tempat nya melakukan wisuda barusan, kim menaikan satu alis nya melihat eun menatap nya "sudah selesai" kata eun "um.. " kim memeluk eun dengan erat.
"kenapa saat di dalam tadi kau diam saja? kau tidak mengatakan apapun, padahal aku membuat kata kata untuk mu tadi"
"oh ya"
"ketahuilah eun pria di depan mu ini sangat kaku bahkan melebihi kayu, dia hanya menjadi lunak di depan mu saja " kata arrayan "aku akan melemparkan mu ke laut" kata kim "tuan kim" eun menahan tangan kim "lihat kan? " kata arrayan "kenapa kau mau melempar nya? kau tidak boleh melakukan itu" kata eun "cuma bercanda" kim tersenyum lalu melirik ke arrayan "eun lihat, lihat kim dia melotot ke arah ku!" kata arrayan "tuan kim" kata eun "tidak kok" kata kim "eun ayo foto dulu" kata carl "oke" eun pergi bersama teman-teman nya "kau" kim menendang arrayan "aduh.. kenapa kau menendang ku, kau kan yang mengundang ku datang" kata arrayan "menyesal aku mengundang mu" kata kim "istri mu mengundang istri ku, jadi jika istri ku datang aku juga datang" kata arrayan "ayo sayang beli minuman dulu" kata ade "bye kim" kata arrayan .
"congratulations!!! " eun dan carl melempar topi mereka masing-masing ke udara, mereka langsung mengambil beberapa foto untuk kenang kenangan lalu mereka bertukar hadiah.
eun tersenyum senang karena menerima banyak hadiah dari teman teman nya "eun" seorang pria menghampiri eun "oh.. kakak senior kau datang" kata eun "tentu , aku datang untuk memberi selamat pada kalian dan hadiah untuk mu" pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kotak kecil "ini hadiah mu" eun tersenyum melihat liontin dari kotak yang di pegang pria itu "sini aku bawain hadiah nya nona" kata leo "oh terimakasih" kata eun sambil menyerahkan hadiah yang dia dapat "kau suka? " tanya pria itu "wah..itu sangat terlihat bagus" kata eun "aku akan memakaikan nya untuk mu" kata pria itu "oh jangan kakak senior yang lain nanti berkata buruk" kata eun "semua dapat hadiah dari ku, ayo berbalik aku akan memakaikan nya untuk mu" kata pria itu .
eun melihat sekeliling nya "kemana yang lain? " fikir eun "kau mencari siapa? " eun langsung menoleh menatap kim yang sudah ada di samping nya "eun dia siapa? " tanya pria itu "kakak senior dia-"
"tunangan nya"
"oh" raut wajah pria di depan eun langsung berubah "kim" kim mengulurkan tangan nya "Hai aku kakak senior eun" pria itu menjabat tangan kim "aku berniat membe-" kim menatap eun "aku tau terimakasih atas hadiah nya" kata kim datar "oh, ya" pria itu langsung menyodorkan liontin itu ke kim "pakain saja tidak papa" kata kim "tidak kau saja" eun terlihat kebingungan "ah.. bagaimana kalau kita foto saja, azka kemari tolong ambil foto kami bertiga" kata eun "baik nona" kata azka .
"eun kau di sini rupa nya, aku ingin kita mengambil foto dengan papa mama mu" kata carl sambil memberi sebotol minuman ke eun "iya, tadi mereka mau istrahat sebentar di sana kalau begitu ayo kita kesana" kata eun "eun aku pergi dulu ya" eun menoleh "Terima kasih kakak senior telah datang bye bye" eun melambaikan tangan nya "bye" pria itu pergi, "Hai" vivian datang dengan kedua orang tua eun "mereka sudah datang ke sini" kata eun "bagaimana udah selesai? " tanya rudy "papa kita akan berfoto dulu" kata eun "foto lagi? " tanya sisy "iya ma, ayo " kata eun "baik lah" kata sisy "ayo semua nya lihat ke kamera" kata petir "tik" petir menekan kamera lalu langsung berlari ke samping Yuda "ciss".
" bragg!! "kim mendorong tubuh eun ke dalam kamar. lalu mengunci pintu kamar nya " ada apa? "tanya eun " uh? "eun melihat kim mengeluarkan sebuah kotak setelah melepas jas nya " kapan kau membelinya? "eun melihat isi kotak itu, di dalam nya terdapat beberapa liontin berlian yang sangat indah " barusan! "kim menutup kotak itu lalu menatap eun " tuan kim!! "eun terkejut di saat kim mengangkat nya dan membawa nya ke atas ranjang " tunggu, tunggu! "eun berhasil melepaskan diri dari kim.
" kau sedang marah? "
" kemari"kim maju namun eun langsung menghindari nya "tidak sekarang" kata eun namun kelihatan kim tidak mendengar kan nya "tuan kim!! teman ku, orang tua ku ada di bawah" "cepat kemari! " kim terus berusaha menangkap eun yang berlari menjauhi nya
"tap"
kim menangkap tangan eun dan langsung menarik nya " tuan kim!"eun terlihat cemas namun kim malah menaikan nya ke atas meja. "kau terlihat sangat emosional"
"aku tidak suka melihat orang lain jatuh cinta pada mu"
"siapa yang jatuh cinta pada ku? "
"pria tadi menyukai mu kan? " kata kim sambil menarik eun dan mencium nya dengan brutal yang membuat eun langsung mendorong kim sebisa nya "uh! " eun langsung meremas kemeja kim "hah.. hah" eun terlihat syok dia langsung menghirup udara sebanyak mungkin "kau suka hadiah dari ku? " tanya kim sambil menatap kotak yang ada di meja "kau berfikir terlalu jauh, dia tidak jatuh cinta pada ku dia memang or--umm" kim membawa eun ke ranjang nya "kau suka hadiah ku? " tanya kim sambil menatap eun yang terlihat seperti orang sesak nafas "um" eun mengangguk "bicara! " kata kim "aku suka, sekarang lepas kan aku oke, aku harus ke bawah untuk menyiapkan makan malam" kata eun "creek"
kim tersenyum melihat wajah eun yang ada di bawah nya.
di luar rumah
semua bodyguard terlihat mempersiapkan sesuatu bersama yang lainnya " petir cuci tomat nya cepat! "kata vivian " oke"kata petir "apa ukuran daging nya sudah pas seperti ini? " tanya carl "kurang kecil" kata leo "dimana eun? " tanya sisy "oh, pasti sedang bersiap" kata vivian "benar itu" sahut ade "itu dia" kata rei "aku mencari kalian ternyata kalian sudah ada disini" kata eun "kenapa kau lama sekali? " tanya vivian "membereskan sesuatu" jawab eun "ayo sini bergabung, bbq ku akan segera di panggang" kata carl "mama menginap lah beberapa hari" pinta eun "tidak bisa kami harus berkerja, pagi pagi buta kami harus sudah sampai di rumah" kata sisy "oh.. kenapa selalu sibuk" kata eun "kau saja selalu sibuk kenapa sok mengeluh kesibukan orang" sahut kim "tuan kim" kata eun "hahaha.. kena dia" kata Yuda "menyebalkan" eun pergi mendekati rei yang sedang mengaduk aduk minuman "kau buat minuman apa? " eun mengambil segelas minuman "nona pergelangan tangan mu merah, apa kau baik baik saja? " eun langsung mematung dia kembali teringat apa yang terjadi barusan "hum.. ini.. hum.. tadi saat di kampus banyak yang menarik ku" kata eun "perlu di kompres? " tanya rei "tidak perlu" pipi eun memerah.
semua nya duduk di atas sebuah alas yang sudah tersedia, aroma bbq yang sudah matang membuat siapapun langsung tergoda ingin memakan nya "ayo makan" kata carl "hati hati panas" kata petir "papa kau tidak makan? " tanya eun "ini juga lagi makan" kata rudy "cara dia makan mengingat kan ku pada seseorang" batin arrayan, dia langsung teringat kejadian beberapa tahun yang lalu di saat dia sedang bersembunyi di dalam gang yang sempit dan di sana ada beberapa orang yang sedang makan dalam kondisi tubuh masih berlumuran darah.
salah satu dari orang itu makan dia hanya terlihat mengunyah makanan nya sekali saja dan setelah makan akan mematahkan salah satu alat makan nya dan memasukan nya ke dalam sakunya "sayang kenapa? " tanya ade "huh? " arrayan menatap ade "kau terlihat sedang memperhatikan sesuatu" kata ade "tidak ada, nih makan aku sudah meniup nya" kata arrayan "selamat makan!! " kata eun "enak kan tante" kata carl "ya ini enak" kata sisy "apa dia akan mematahkan tusuk bbq? atau mungkin aku yang terlalu berfikir berlebihan" batin arrayan "mau" rudy menatap arrayan "tidak paman Terima kasih" kata arrayan "aku akan kembali" rudy pergi ketika ponsel nya berbunyi "makan yang banyak ma" kata eun "nih" kim memberikan bbq ke eun "kenapa tidak kau makan? " tanya eun "ini sudah dingin" kata kim "terimakasih" kata eun "paman lihat kim dia akan menjaga putri mu dengan baik" kata arrayan "ya aku tau itu" sahut sisy "kau" kim tersenyum ke arah arrayan "vivian kita akan kerja bersama lagi" kata eun "benar itu" kata vivian "sudah tidak sabar menyambut mu di kantor" kata petir "hei jangan bicara di saat sedang makan" kata carl "nanti bisa tersedak" timpal ade "dengar kan tuh kata istri ku" kata arrayan sambil memakan bbq nya "eh? " dia melihat tusuk bbq yang ada di tangan nya sudah patah dan patahan nya tidak tau ada di mana "jangan jangan pria tadi" fikir arrayan "makan lagi arrayan! " kata kim "tanpa kau suruh aku bisa menghabiskan semua nya di sini" kata arrayan "minuman datang" kata carl "ayo! ayo minum" kata eun "kok jus? mana alkoholnya? " tanya arrayan "si bodoh ini" gumam kim "jus baik untuk kesehatan" kata sisy "benar tuh ayo! ayo minum" kata vivian "jangan dulu, ayo kita bersulang dulu biar kaya di film film" kata Yuda "ada ada saja" kata ade "angkat gelas kalian" kata rei
"BERSULANG!!! ".