
"Jadi kau mengikuti tuan kim karena kau mendengar tuan nhai bicara begitu? " kata carl saat di kampus "iya aku takut terjadi sesuatu pada nya dan aku memberani kan diri mengatakan pada tuan kim kalau aku bosan dan ingin ikut " kata eun sambil mengangguk "lalu apa yang terjadi? " tanya carl "tidak seperti yang aku fikir kan atu mungkin aku salah ya"
Di kantor kim..
Kim berjalan dengan santai menuju mobil "tuan pria tadi itu siapa? " kata azka, kim tidak menjawab "itu orang yang hendak berkerja sama dengan kita" kata Liam "kita kemana tuan? " tanya supir "ke gudang" kata kim.
Seorang pria duduk di depan petir "kapan dia pulang pak? " tanya petir "dia pulang dua minggu lalu cuma sebentar, setelah itu kembali lagi pulang bersama pacar nya dan sejak saat itu dia menghilang gak ada kabar lagi" kata pria itu "oke, oke semua penjelasan nya sudah oke dan jelas siapa nama anak anda yang hilang" kata petir "zela" kata pria itu "zela? " kata petir "iya aku sudah bertanya pada pacar nya dan pacar nya tetap memberikan jawaban yang sama kalau zela pergi dengan seseorang" kata pria itu "semua media sudah ku hubungi namun tetap saja tidak ada hasil nya dan kau harapan terakhir ku" kata pria itu.
Carl mengemudi dengan tenang sambil sesekali mengobrol "Carl tunggu truk apa itu di depan gerbang? " kata eun "baca eun!! itu truk paket mungkin kau atau tuan kim memesan sesuatu" kata Carl "berhenti Carl" kata eun, Carl menghentikan mobil nya "apa ada sesuatu? Kenapa tidak masuk ke dalam? " tanya eun dan Carl juga ke luar dari mobil "iya nona tuan kim memesan barang, kami melihat tidak ada seseorang yang membuka gerbang nya jadi kami tunggu di sini" kata seorang pria "astaga security akan membuka gerbang jika kalian klik tombol itu, dan nanti gerbang nya terbuka otomatis atau security akan datang menemui mu"kata eun "memangnya tuan kim pesan apa? " kata Carl "hadiah untuk istri nya" kata pria itu "klik" eun menekan tombol di dekat gerbang "security kemarilah" kata eun "romantis juga dia ya" kata Carl "apaan eh bentar dia menelpon ku" kata eun "nona" security membuka gerbang "halo tuan kim bentar ya" kata eun sambil menatap security "nona paket ini tidak benar kar--" kurir paket itu tiba-tiba melepaskan tembakan dan dengan cepat menarik eun masuk ke dalam mobil, "jyahhh.. Lepas kan aku" kata eun mobil paket itu pergi "hei" kata Carl dia melihat ponsel eun terjatuh "halo.. Eun" kata kim "tuan kim eun di bawa kurir kami tidak kenal kurir dari mana yang jelas dia mengatakan kalau itu kurir mu" kata Carl "apa? Itu tidak benar jadi eun" kata kim "haah aku aku sedang mencoba mengejar nya aku terkejut kurir itu melepaskan tembakan dan membawa eun ada dua bodyguard eun juga sedang mengejar nya bersama ku" kata Carl "aku akan ke sana kabari aku" kata kim.
Di sebuah tempat..
"Aah.. Lepaskan aku.. Kenapa kalian membawa ku" eun di seret "DIAM!! " kata salah satu pria "tidak mau!! DASAR KURIR GADUNGAN KAU SALAH MENCULIK ORANG!! oh tuhaan.. " kata eun .
Eun di bawa ke sebuah ruangan, dia di ikat di sana dengan sebuah kursi "tenang nona ini hanya bersenang-senang" mereka menunjukkan senjata mereka "kami cuma mau nyawa tuan kim" kata mereka "hei enak saja!! Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan apapun pada nya" kata eun dengan tegas "kau bisa apa nona" kata mereka "menendang mu" eun menggerakkan kakinya ke salah seorang pria "aaahhkk" pria itu langsung jatuh berlutut memegang pangkal paha nya "enak kan? Aku juga bisa memukul mu!!! " kata eun "tuan kim.. Semoga dia gak datang" kata eun dalam hati "beraninya kau" pria yang di tendang eun berdiri dan memukul wajah eun dengan keras "kami juga akan membunuh mu setelah ini" kata pria itu "**** you" eun tidak takut "apa kau fikir tuan kim sebodoh itu? Dia tidak akan datang karena aku memberitahu pada nya untuk tidak datang saat aku di culik" kata eun "kita lihat saja" kata mereka sambil pergi keluar "gawat" eun melihat sekeliling nya "bagaimana ini? Tuan kim dalam bahaya dan aku malah terikat" eun melihat pisau yang kelihatan sudah lama tergeletak di lantai dekat kaki nya "mungkin itu bisa di pakai" kata eun.
Leo menghentikan mobil nya karena ada dua jalan di depan mereka "kita akan pilih yang mana? " kata Carl "bentar" hansen keluar dari mobil dia mengamati jalanan di depan mereka "cepat cepat" kata leo "kanan" kata hansen "apa? dari mana dia tau? " kata Carl "cepat hansen" kata leo "iya iya" hansen masuk ke dalam mobil "cepat cepat" kata hansen.
"Kim" arrayan datang ke ruangan kim "kim ada -- kim? " terlihat deon ada di ruangan itu "tuan kim sedang tidak, ada jika perlu sesuatu katakan saja" kata deon "kemana kim? " kata arrayan "pergi menjemput nona eun".
Mobil berhenti kim langsung turun dari mobil "hei hei itu tuan kim" kata Carl, leo menoleh "kau benar" kata leo "tuan kim" kata hansen "sudah ketemu? " kata kim "nona ada di dalam kami baru saja mau masuk" kata hansen kim langsung jalan "pakai ini" Liam memberikan rompi anti peluru untuk Carl.
"Hei gadis itu hi--akhh" satu pria jatuh di pukul dengan lampu "ada apa? " pria lain datang "mampus aku" eun menatap dua pria yang datang eun memungut pisau tadi "ayo maju" eun maju selangkah "aku bisa juga bunuh kamu" kata eun dengan keberanian yang di buat buat "praang!! " darah mengalir ke pelipis eun ketika sebuah botol hancur di kepala nya .
Pengawal kim langsung menyerang orang orang yang membawa eun, kim melangkah dengan santai sambil sesekali melepaskan tembakan. pintu terbuka pengawal kim langsung menyerang para pria yang ada di dekat eun suara tembakan juga terdengar dari luar ruangan itu, eun membuka matanya perlahan dia menatap kim berjalan ke arah nya membuka tali yang mengikat tangan eun "tuan kim kenapa kau datang? Mereka itu ingin membunuh mu" kata eun dengan lemah "kau baik baik saja? " tanya kim "iya" kim mengusap darah yang mengalir di pelipis eun "apa itu menyakitkan? " tanya kim "tidak" kata eun kim menggandeng tangan eun lalu berjalan keluar eun menatap wajah kim sambil terus berjalan tidak memperdulikan yang lainnya yang sedang bertarung masing-masing.
Malam harinya...
Carl duduk di sofa, rei yang ada di samping nya sedang mengobati lengan Carl yang terluka "ini lebih mengerikan dari pada pada di kejar *******" kata Carl yang seketika membuat rei tersenyum "tapi kau luar biasa" puji rei "kau sangat berani" kata rei "benarkah? Apa kau tidak lihat aku masih pucat" kata Carl "kau pucat karena kau masih memikirkan nya ayolah bawa santai" kata rei "apa kau sudah terbiasa dan mengetahui anak buah kim menembak seseorang" kata Carl "itu sudah tugas mereka Carl.. Mereka harus melindungi tuan kim. ayolah jangan di ingat lagi sini aku peluk" kata rei.
Di atas ranjang eun duduk bersandar di dada kim "apa kau mengenal mereka? " tanya eun "tidak" kata kim "lalu kenapa mereka ingin membunuh mu? Kan kau tidak mengenal mereka" kata eun "dengar eun mereka tidak mengenal ku tapi orang yang menyuruh mereka itulah yang mengenal ku" jelas kim "apa ini sering terjadi pada mu? " tanya eun "tidak " kim mengusap tangan eun "apa kau takut? " tanya kim "aku takut kau terluka karena mereka" kata eun "kau tidak lihat aku punya bodyguard" kata kim dengan tenang "bagaimana dengan kepala mu? " kim menatap perban di kepala eun
"tidak begitu sakit" kata eun "kalau begitu tidur lah " kata kim sambil menatap eun "apa yang ingin kau katakan " eun menatap kim lalu perlahan eun bangkit dia duduk dengan bersandar di ranjang nya, "aku tidak tau ini benar atau tidak tapi aku mendengar kalau kak ai sedang merencanakan sesuatu dengan seseorang dia juga menyebut nama mu dan seorang wanita" kata eun "dimana kau mendengar nya? " tanya kim "saat aku ke kafe karena melihat vivian ada di sana" kata eun "tidak papa.. Jangan kawatir dia tidak akan bisa melakukan apapun pada ku" kata kim "kenapa kau jadi sombong" ujar eun dengan kesal "bukan sombong aku berkata begitu agar kau tenang, aku tidak mau kau terlalu banyak fikiran" kata kim "um" eun tersenyum "good night" kata kim "good night" kata eun sambil berbaring.
"Papa..... " seru zela ketika melihat papa nya di pukuli "dasar brengsek!!! Lepas kan papa ku!! Ku mohon" kata zela, ken tersenyum licik dia mengambil pistol dari meja "tidak! tidak!! tidak!!! Baik, baik aku.. aku akan lakukan apa saja.. Aku akan lakukan apa saja!! tolong jangan pukul lagi" zela memohon dengan berlinang air mata "lakukan apa saja? " kata ken "iya apa saja" kata zela dengan cepat "tapi lepas kan papa ku ya" kata zela "tidak masalah" kata ken "baik lah kita lakukan sesuai rencana ingat jangan coba coba lari, nhai akan mengawasi mu!" kata ken.