
cahaya matahari terasa begitu terasa hangat menyentuh kulit di saat kim membuka jendela kamar. kim menatap Eun yang masih tidur dengan nyenyak
tiba tiba ponsel Eun bersuara, kim buru buru mengambil nya agar Eun tidak terganggu "halo Eun ini mama" kim langsung pergi menjauh "halo tente aku kim" kata kim "oh kim! bagaimana kabar mu? " tanya mana Eun "baik tante, bagaimana dengan mu? " kim balik bertanya "baik sekali kenapa kau memanggil ku tante kau kan pacar Eun" kim tersenyum "ya" kata kim "apa Eun ada di dekat mu? " tanya mama Eun "iya tan-- ma dia masih tidur kami sedang liburan" ucap kim "wah.. aku mengganggu ya? kalau begitu kalian lanjut saja, mama akan telpon nanti" kim melihat Eun bergerak "iya ma, sampai nanti" kata kim dengan canggung "hum" Eun membuka mata nya dan melihat kim tidak ada di samping nya .
"selamat pagi" kim duduk di dekat nya "kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku? " tanya kim "kau siapa? " kim langsung menatap Eun dengan terkejut, Eun langsung tertawa melihat ekspresi kim "bercanda, selamat pagi tuan kim" kata Eun "bunga nya akan mekar di jam delapan kau mau lihat atau tidak? " tanya kim "memangnya ada bunga di sini? " Eun balik bertanya "mitzlee flower menyediakan kebun bunga dengan tuju warna yang di pisah, kau akan melihat nya nanti" kata kim "aku akan mandi" kata Eun sambil bergegas turun dari ranjang nya.
hamparan bunga berwarna ungu terbentang luas di hadapan Eun "waw.. ungu semua" kata Eun "bagus kan? warna lainnya ada di sisi lain" kata kim "wah wah wah.. lain kali aku akan ajak yang lain ke sini ya ampun... indah nya" eun senang "ayo lihat yang lain" kata kim sambil menarik lengan Eun.
"oh demi Tuhan.. ku fikir hal seperti ini tidak pernah ada, dan ini benar benar ada " Eun menatap kim "merah semua nya bagaimana kalau kita berfoto" kata eun "boleh" ucap kim "leo tolong foto kan ya " kata Eun "siap nona" kata leo.
kim menatap Eun yang terlihat begitu senang "ayo berpose manis seperti ini" kata Eun "bagaimana? " tanya kim "berpose imut ayolah " kata Eun "baik" kim mengikuti gaya Eun.
di kantor..
vivian menunjukkan ponsel nya ke petir dan Yuda "lihat, dia seperti nya sudah semakin membaik" kata Yuda "kau benar " kata petir "wah siapa itu? " tanya ade "lihat Eun, dia bermain ke kebun bunga" kata vivian "wah ini indah banget dimana ini? " tanya ade "aku juga gak tau " kata vivian "waw" ade terlihat kagum melihat hamparan bunga yang begitu indah.
eun menyalakan kamera yang baru saja dia ambil dari leo "ini sangat menyenangkan, aku akan menemukan nya" kata Eun "pelan pelan nona jangan lari" kata leo "iya" Eun mengambil jalan kanan saat menemukan simpang Tiga "cepat cepat" kata Eun.
kim memperhatikan sekitar nya sambil terus mencari Eun "gawat kok gak ketemu ya? " "mungkin salah jalan nona"
"cepat !! kita harus temukan dia"
"dimana dia" kim berjalan maju terus "hum.. aroma parfum nya tercium" kata eun sambil terus berjalan tanpa di sadari kim pergi ke arah lain di belakang nya, "ayo lari leo" kata Eun "hati hati nona" leo terlihat seperti seorang pengasuh anak sekarang "lewat sini" kata kim "tuan nona Eun kan tadi--" kata azka "aku tau, aku mau dia yang menang" kata kim "labirin nya luas banget capek" kata Eun "ayo nona semangat" kata leo.
Eun terus berjalan dalam waktu yang lumayan lama begitu juga dengan kim , leo menatap azka yang baru lewat "nona sebelah sini" kata leo "aroma parfum nya lagi lagi tercium, dia pasti ada di sekitar sini ayo belok sini" kata eun "aduh.. " leo mengikuti nya "padahal aku menunjukkan arah ke sana " kata leo dalam hati.
kim tersenyum melihat Eun yang berjalan ke arah lain sambil membawa kameranya nya "ayo putar arah" kata kim "ah.. tuan kim gak ketemu.. rasanya aku frustasi" Eun mulai jenuh "kita cari sebentar lagi nona" leo mencoba menyemangati eun "kenapa lama sekali, biasa nya aku mudah menyelesaikan permainan ini sekarang ke-- ahh.. aduh" Eun hampir terjatuh "jadi.. " kim menatap Eun "apa? dia menemukan ku" kata Eun dalam hati, "bukan hanya tersesat kau juga tidak bisa menjaga dirimu dengan benar" kata kim "kata siapa? aku tadi melihat mu,jadi mau mengagetkan mu tapi malah kepeleset" kata Eun "baiklah kau menemukan ku selamat" kim mengambil kamera yang di pegang Eun dan memberikan nya ke leo "tuan kim? " Eun terkejut di saat kim menggendong nya "pegangan" kata kim sambil berjalan terlihat wajah Eun penuh dengan tersenyum "aku benar-benar lelah dan dia mengerti itu" kata Eun dalam hati.