gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
rencana baru


Air menetes di pipi eun "tuan kim.. tidak mungkin" kata eun dengan sedih


"sekarang dia sudah mati"


"kau keterlaluan kau jahat!!"


"kau sudah dengan pesan suara dari ken kan? kim ada bersama bom itu dan sekarang dia sudah mati dan kau!! akan menikah dengan ku"


"aku tidak akan menikah dengan ku!! dasar brengsek!! kau jahat!! pembunuh!! " isak eun dengan perasaan hancur "Hai tenang lah" kata nhai sambil mengusap air mata eun, "jangan sentuh aku!! " kata eun "kau mencintai ku eun, kau tidak mencintai kim! aku akan memeluk mu sepanjang makan dan mencium mu tiap saat" kata nhai sambil mengusap rambut eun "carl.. tolong tuan kim" kata eun dalam hati.


"uhuk.. uhuk" rei langsung mengambil segelas air untuk carl yang tersedak "pelan pelan sayang" kata rei "iya, tapi kenapa tuan kim dan eun belum kembali ya" kata carl "iya juga ya, tapi mungkin mereka sedang jalan jalan" kata rei "oh ya, eun berencana mengajak mu pergi ke suatu tempat yang sangat indah" kata carl "benarkah? " tanya rei "iya tempat dimana kita tidak ingin kembali pulang, nanti kalau eun sudah kembali kau tanya saja dia" kata carl sambil tersenyum "carl! " leo datang "ada apa? " tanya carl "tuan kim memanggil mu" kata leo "oh" carl langsung berdiri "bentar ya" dia pergi.


di ruang tamu..


"kak ai.. " nhai menoleh "aku ingin buang air" kata eun "sebentar" nhai meletakkan ponsel nya dan berjalan ke arah eun melepaskan ikatan tangan eun, "crek"eun menoleh ke arah nhai " aku harus memborgol mu"nhai masih belum percaya pada eun dan dia yakin eun pasti nanti berusaha kabur jika dia lengah "cepat kak ai" kata eun "sudah selesai ayo, kamar mandi nya di sana" kata nhai "baik" kata eun sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi lalu dia menutup pintu nya.


"aku harus cari jalan untuk lari" kata eun dalam hati sambil melihat lihat sekitar kamar mandi, namun tidak ada celah sedikit pun untuk dia melarikan diri "eun" kata nhai "sebentar" kata eun sambil mematikan air keran "ada celah tapi itu kecil sekali dan aku juga tidak bisa memanjat aku akan cari jalan lain" eun membuka pintu "jendela ya.. jendela atau pintu itu aku harus cari ide agar kak ai meninggalkan ku" kata eun dalam hati, "ayo" kata nhai "kak ai aku tidak mau di ikat di situ aku merasa lelah jika harus duduk terus" kata eun.


nhai langsung menarik eun ke dekat sebuah tiang dan langsung melepaskan borgol yang ada di lengan kiri dan memasang nya ke tiang itu "kau lapar? " tanya nhai "iya tapi aku tidak ingin makan" kata eun "kenapa? " tanya nhai "kau sekarang sangat menakutkan membuat rasa lapar ku hilang" kata eun dengan nada dingin "aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu" kata nhai sambil mengusap rambut eun "kau takut pada ku? " tanya nhai dan tiba tiba ponsel nya berbunyi "nhai datang ke rumah sekarang" kata rack "baik" kata nhai "aku akan segera kembali" nhai berdiri lalu pergi, eun menatap pintu yang di tutup oleh nhai.


di rumah milthon..


seluruh benda yang ada di sekitar ruangan itu hancur karena peluru milthon, nhai yang baru datang juga langsung ketakutan melihat milthon yang sedang marah besar . "nhai kemari" kata milthon "baik" nhai mendekat "aku akan membayar mu berkali-kali lipat dari gaji mu sebagai seorang reporter tapi lakukan satu hal yang akan membuat kim hancur sehancur nya" kata milthon dan dia langsung mengatakan rencananya yang membuat nhai sangat terkejut.