gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
kim tidak berani pulang


gelas berisi wine di genggam dengan erat. gelas itu perlahan di goyang kan, terlihat milthon sedang tersenyum senang "musuh mu akan bertambah banyak aku sangat senang" kata milthon "kita berhasil tuan, dengan memakai topeng karet ini aku bisa mengelabui banyak orang dengan berpura-pura utusan dari perusahaan lain yang akan di bunuh oleh kim" rack tertawa "tuan Arthur juga sekarang menganggap kim sebagai musuh nya" sahut yang lainnya "aku suka dengan kerja kalian mari bersulang! ".


sebuah peluru di masukan ke dalam wadah berisi air begitu peluru itu masuk ke dalam air, warna air di dalam wadah itu langsung berubah menjadi merah " akhh"kim melihat arrayan mengeluarkan peluru lagi dari kaki nya "ini akibat nya kalau kau tidak mendengar kan ku, kau lihat kan bagaimana luka yang kau dapat kan? tuan Arthur dan yang lainnya pasti menyerang mu karena mereka berfikir kau yang salah! aku juga hampir berfikir seperti mereka tapi aku tau kau tidak akan memiliki fikiran seperti itu pada rekan mu" kata arrayan "diam lah! " kata kim "kau malah membentak ku" kata arrayan "kalian jangan ada yang memberitahu apa yang terjadi pada eun, dia sedang menyelesaikan pekerjaan nya aku tidak mau ini menjadi beban fikiran nya" kata kim "waw! kau menghawatirkan nya? sungguh? kau sekarang berubah menjadi Romeo oh bukan jadi Krisna di dewa cinta " kata arrayan dengan tidak percaya "aku bisa menembak mu arrayan" kata kim dengan nada kesal "baik baik, sekarang diam lah aku akan mengobati luka mu" kata arrayan "akh.. pelan bodoh! " kata kim "astaga demi Tuhan bersyukur lah kau memiliki teman seperti ku yang memiliki kesabaran setebal langit ke sembilan" kata arrayan sambil menarik peluru dari kaki kim.


pelayan membuka pintu ketika eun sudah kembali pulang "Hai semuanya" sapa eun "selama datang nona" kata pelayan "apa tuan kim sudah kembali? " tanya eun "belum nona" eun langsung melihat ke arah jam, seketika dia langsung pergi ke menaiki tangga dan pergi ke kamar nya "dia pergi semalam dan ini sudah mau malam kenapa dia tidak pulang juga " eun mengambil ponsel nya "kenapa dia tidak menelpon ku juga, ada apa dengan nya? " tanya eun.


eun mengusap air matanya " hati hati"kata eun "dia menangis" batin kim "eun maaf tidak bisa menemui mu tapi, aku akan selesai kan semua nya dengan cepat " kata kim "tidak papa" eun mematikan telpon nya "sesibuk apapun biasa nya kau selalu menemui ku sekarang kau pergi begitu saja" kata eun dengan sedih .


perban dan gunting di masukan ke dalam kotak p3k "sudah selesai" kata arrayan sambil menatap kim, perasaan dan fikiran kim kacau dia tau eun menangis karena nya namun dia tidak ingin fikiran eun kacau karena tau dia sedang terluka dia tidak mau eun malah gagal fokus karena dirinya .bagaimanapun eun harus fokus pada kuliah nya yang akan berakhir sebentar lagi, "maaf kan aku eun, tapi aku tidak bisa pulang dalam kondisi begini karena aku tidak mau kau nanti mencemaskan ku" kata kim dalam hati.