Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 81


"Mengingat kau sahabat masa kecil Kiran yang begitu baik padanya. Aku akan membebaskan mu dengan satu syarat," ujar Marvel dengan mengangkat satu jarinya.


"Aku tahu syaratnya om. Aku di larang menemui dan mengusik kehidupan Kiran lagi. Aku mengerti om, aku akan melakukannya."


"Jika kau ingkar, aku tidak akan segan-segan menghabisi kau dan kakak mu." Ancam Marvel semakin membuat Gama ketakutan.


"Jangan om, jangan ganggu kakak ku. Aku mohon bebaskan aku om. Aku berjanji tidak akan mengganggu Kiran lagi." Gama memohon.


"Kau mau membebaskan dia kak?" tanya Erma.


"Jasa dia pada Kiran tidak bisa di perhitungkan dengan uang. Aku masih memandang kebaikannya. Jeff, bebaskan dia. Antar dia pulang!" Titah Marvel.


"Baik bos!"


Dengan wajah babak belur, Jeff mengantar Gama pulang. Gama di turunkan tepat di depan rumahnya. Pria ini berlari masuk kedalam rumah sambil menangis.


"Gama,...Gama,...kau kenapa?, apa yang sudah terjadi pada mu?" tanya Doris, kakak Gama yang sejak kemarin khawatir karena sang adik tidak pulang.


"Ibu kak, aku ingin ibu. Di mana ibu?" Gama bertanya dengan gelagat seperti orang stres.


"Ibu kita sudah meninggal. Kau ini kenapa?, siapa yang sudah menghajar mu?"


"Aku jatuh kak," bohong Gama, "aku ingin bertemu ibu. Aku ingin bermain bersama Kiran kak."


Doris melepaskan tangannya dari pundak Gama, ia benar-benar bingung apa yang sudah terjadi pada Gama.


"Kak, aku ingin main ayunan bersama Kiran. Di mana Kiran kak?" tanya Gama yang bertingkah seperti anak kecil.


Doris mendadak lemas, ia terduduk lesu sambil memandang adiknya yang seperti orang gila.


"Kita ke rumah sakit," ujar Doris langsung memapah sang adik masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Gama terus meminta untuk bermain dengan Kiran. Entah apa yang sudah terjadi pada Gama, Doris sendiri tidak mengerti.


"Bebaskan aku Marvel," mohon Jessi, "aku bersedia menjadi istri kedua mu. Tapi tolong bebaskan aku."


Marvel tertawa geli mendengar permintaan Jessi.


"Istri ku tidak pantas untuk di dua kan Jessi," ucap Marvel.


"Tapi, dia lebih muda jauh dari mu. Dia tidak bisa membahagiakan mu Marvel."


"Umur kami memang berselisih dua belas tahun. Tapi, Kiran dan aku bisa mengimbangi satu sama lain. Lagian, aku sudah tidak tertarik pada mu!"


"Bebaskan aku Marvel. Aku berjanji tidak akan mengganggu mu lagi."


"Kau tidak hanya melukai satu hati Jessi. Apa kau lupa sudah melukai hati ku?, kau berselingkuh dengan calon suami ku. Kau perempuan jahat Jess," ucap Erma yang benar-benar geram pada Jessi.


"Kau tidak berhak menyalahkan aku. Bram sendiri yang mau menjalin hubungan dengan ku," ujar Jessi yang memancing amarah Erma.


"Kau perempuan murahan Jessi...!" seru Erma dengan emosi yang membara.


"Tinggalkan dia," ujar Marvel yang beranjak dari tempatnya.


Marvel memutuskan untuk pulang karena sang mamah sudah memberi kabar jika Kiran sudah di perbolehkan untuk pulang malam ini.


Teriakan Jessi yang meminta untuk di bebaskan sama sekali tidak gubris oleh Marvel maupun Erma.


Sedangkan Gama, ia mendapatkan perawatan di rumah sakit malam ini. Doris hanya diam dengan sejuta pertanyaan yang bersemayam di kepalanya.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Gama?, kenapa Dokter menyarankan ku untuk membawa Gama ke rumah sakit jiwa?"


Huft,.....


Doris sedih, adik satu-satunya ini memang memiliki trauma di masa kecil.