Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 79


"Kau sudah bangun?"


Kiran yang baru saja membuka mata mendadak segar saat mendengar suara seorang pria tapi bukan suara Marvel.


"Gama. Mau apa kau di sini?" tanya Kiran yang belum sadar jika Gama telah menculiknya.


Kiran memandang di sekelilingnya, rasanya tidak asing, Kiran kenal tempat ini.


"Kamar ku. Gama, kenapa kau membawa ku ke rumah ku?, kau sudah menculik ku Gama."


"Aku tidak menculik mu. Aku hanya mengantar mu di tempat yang seharusnya."


"Kau benar-benar gila, "ucap Kiran tidak habis pikir.


"Kau yang gila Kiran. Kau sudah termakan omongan Marvel. Sadarlah Kiran kau sudah di manfaatkan oleh dia. Aku mencintaimu Kiran!"


Kiran tertawa lucu mendengar ucapan Gama yang tidak masuk di akal.


"Aku mencintai suamiku," ucap Kiran, "jika aku tidak mencintai dia, kenapa aku hamil? Logika mu di pakai Gama."


"Tidak. Kau tidak mencintainya. Kau hanya milik ku sampai kapan pun," ujar Gama yang sudah hilang akal, "kau harus menggugurkan anak ini. Aku tahu jika kau tidak menginginkan anak ini."


Gama menarik tangan Kiran, Gama ingin membawa Kiran ketempat aborsi.


"Gama, lepaskan aku. Kau sudah gila. Kau gila Gama!"


Kiran berusaha berontak, tenaga Kiran kalah kuat dari Gama.


Kiran berteriak meminta tolong, tapi dengan cepat Gama melakban mulut Kiran.


"Setelah anak ini di gugurkan, kau akan bebas dari lelaki itu. Kau akan bahagia. Kau tidak akan melihat wajah yang kau benci lagi," ucap Gama.


Kiran berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri saat Gama hendak menggendongnya paksa.


Duuar.....


Buukk.....buuuk.......


Tiba-tiba saja Marvel masuk kedalam rumah dan langsung menghajar Gama hingga babak belur sedangkan Fani dan Jeff menolong Kiran yang jatuh di lantai.


"Kamu aman. Kamu aman sekarang," ucap Fani.


Kiran terdiam sejenak, ia menoleh ke arah bawah.


"Mbak, darah....!" Lirih Kiran kemudian mendadak tidak sadarkan diri.


"Kiran bangun." Fani menepuk pipi Kiran, "Marvel. Kiran berdarah. Cepat bawa dia ke rumah sakit!"


Mendengar hal tersebut, Marvel langsung melepaskan Gama yang sudah tak berdaya lalu menggendong sang istri membawanya ke rumah sakit.


Hanya Marvel dan Fani yang mengantar Kiran ke rumah sakit sedangkan Jeff mengurus Gama.


Jeff membawa Gama pergi ke suatu tempat. Marvel tidak akan membiarkan Gama lolos begitu saja.


Gama di masukan ke dalam satu ruangan. Jessi yang melihat hal tersebut sangat terkejut.


"Siapa laki-laki ini?" tanya Jessi ketakutan karena wajah Gama benar-benar babak belur di hajar Marvel.


"Dia di hajar Marvel. Lihatlah Jessi, laki-laki yang kau sia-siakan dulu bisa melakukan apa saja yang dia mau untuk orang yang dia sayang. Karena kau perempuan, Marvel masih memiliki hati untuk tidak membuat kau seperti laki-laki ini," tutur Jeff menakuti Jessi.


"Kalian semua bajingan!" umpat Jessi.


Jeff tersenyum sinis, menatap Jessi dengan tajam.


"Setelah kau membodohi Marvel dan meninggalkan dia, kau pikir bisa bebas semau mu?"


"Lepaskan aku!" Teriak Jessi.


"Kalian semua akan aku laporkan pada polisi," ancam Jessi membuat Jeff tertawa.


"Laporkan saja kalau kau berani. Yang ada, aku yang akan melaporkan mu!" Sahut Erma yang baru datang, "kau membohongi sepupu ku. Kau memilih kabur dengan calon suami ku. Kau kuras semua harta calon suami ku lalu kau membuat dia gila kemudian bunuh diri. Jangan macam-macam kau Jessi, aku punya banyak bukti untuk menjebloskan mu ke penjara."


"Laporkan saja aku pada polisi. aku tidak takut!" tantang Jessi.


"Di bandingkan melaporkan mu pada polisi, aku lebih senang menyiksa mu di tempat ini," ucap Erma seketika membuat Jessi ketakutan.


Jessi mundur, hingga tanpa sadar ia menginjak Gama yang terbaring tidak sadarkan diri.