Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 74


Bentuk ruangan ini sama persis seperti penjara. Jessi terus berteriak meminta pada Darwin untuk membebaskan dirinya. Bahkan, sampai suaranya serak sekali pun Darwin dan Erma tidak peduli.


"Kau sudah menyakiti sepupu Ku Jessi. Aku sakit hati melihatnya," ucap Erma dengan wajah dingin, "lebih parahnya lagi ternyata kau berselingkuh dengan calon suami ku."


"Siapa calon suami mu hah?" tanya Jessi marah.


"Bram....!" Teriak Erma, "Bramasta. Apa kau lupa dia?, laki-laki yang sudah mengakhiri hidupnya karena kau tinggal menikah dengan pria lain lagi."


Mata Jessi terbelalak kaget.


"Marvel sangat mencintai mu. Ku pikir dengan membiarkan kau menikah dengan Marvel bisa membuat mu berubah tapi kau malah membuat sepupu ku semakin terluka. Wajar bukan jika aku membalas perbuatan mu?"


Erma tersenyum sinis menatap Jessi yang melongo tidak percaya.


"Aku tidak akan membiarkan kau merusak rumah tangga sepupu ku. Kita sama-sama perempuan, kau pasti paham betul bagaimana sakitnya jika pasangan kita di rebut oleh perempuan lain?"


"Bram tidak pernah mencintai mu!" Ujar Jessi semakin memancing emosi Erma.


"Perempuan laknat kau Jessi," ucap Erma dengan penuh amarah. Saat Erma hendak memukul Jessi dengan sebuah tongkat, tiba-tiba saja Marvel menahannya.


"Marvel. Tolong aku!" pinta Jessi.


Marvel mengambil tongkat kayu dari tangan Erma lalu memberikannya pada Darwin.


"Bagaimana Jessi?, apa kau suka permainan kami?" Marvel bertanya dengan wajah dingin, "jangan kau pikir jika kau bisa lepas dari ku setelah kau mengkhianati aku dan membuat keluarga ku malu."


Jessi berlutut, menangkupkan kedua tangannya.


"Aku minta maaf Marvel. Aku benar-benar khilaf saat itu. Bram lah yang sudah menggoda ku!"


"Lihatlah Jessi, betapa sakitnya hati sepupu ku ini akibat ulah mu. Menurut mu, hukuman apa yang pantas untuk perempuan sakit jiwa seperti mu hemm?" Marvel tersenyum sinis.


"Oh, kau harus tahu Jessi. Laki-laki yang selama ini bercinta dengan mu adalah dia," ujar Darwin menunjuk seorang pria tinggi besar dengan jambang yang lebat di wajahnya.


"Hallo sayang," sapa pria tersebut dengan suara beratnya.


"Kau pemain ganda Jessi, tapi kau muda di tipu." Ujar Marvel.


"Kalian semua brengsek. Bajingan, kau bajingan Marvel!" umpat Jessi.


"Jika kau tidak muncul di hadapan istri ku, tidak akan mungkin aku membongkar rahasia kami. Aku tidak ingin istri ku melihat wajah mu terus menerus. Itu saja," ujar Marvel.


Jessi benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ia alami sekarang. Bisa-bisanya ia masuk dalam jebakan Marvel.


Pintu di tutup, Marvel, Erma dan Darwin keluar dari raungan tersebut.


"Bagaimana, apa hati mu puas sekarang?" tanya Marvel.


"Sebenarnya belum puas kak. Sayang sekali Bram mati bunuh diri akibat kecintaan dengan Jessi."


"Lupakan Bram. Suami mu jauh lebih penting," ucap Marvel mengingatkan, "ya sudah. Kakak mu yang tampan ini pulang dulu."


"Iya kak. Hati-hati di jalan."


Marvel pulang, tapi sebelum pulang ia mampir dulu ke tempat orang yang jual keripik cabe. Bukan Kiran yang mengidam, tapi Marvel. Entah kenapa pria ini sangat ingin menguyah cabe dalam bentuk keripik.


Tidak lupa juga sebelum pulang Marvel membeli makanan kesukaan Kiran.