Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 76


"Mas, aku boleh ngomong sesuatu gak?"


"Ngomong apa sayang. Sini, duduk di samping mas."


Marvel menepuk-nepuk pahanya agar Kiran duduk di sana.


"Aku berat loh mas," ujar Kiran.


"Masih berat cinta mas pada kamu. Udah duduk sini," sahut Marvel.


Kiran pun duduk di atas pangkuan suaminya. Marvel langsung mengusap lembut perut buncit sang istri sedangkan Kiran mengelus-elus jambang sang suami.


"Kamu ingin ngomong apa sayang?" tanya Marvel sekali lagi.


"Anu mas, besok ada acara reuni di sekolah ku. Mas, apa boleh aku pergi?" Kiran meminta izin.


"Tapi kamu harus janji sama mas. Kamu gak boleh kecapean, kasihan anak kita."


"Iya, aku mengerti. Tapi, aku maunya pergi sama mas!" Rengek Kiran.


Marvel tersenyum, ia menyelipkan anak rambut di daun telinga istrinya.


"Kamu gak malu ngajak mas?" tanya Marvel.


"Malu kenapa?" Kiran balik bertanya.


"Secara umur kita berselisih jauh. Pasti kamu akan menjadi bahan tertawaan sama teman-teman kamu."


"Lah, bodoh amat. Yang nikah aku kenapa mereka yang repot?, intinya aku mau pergi sama mas. Demi reuni gak apalah ini cukur!"


"Mas tunggu di mobil aja deh. Mas takut kamu malu nantinya," ujar Marvel.


"Mas, ada Gama loh!"


Sontak saja Marvel langsung bilang iya. Mau tidak mau ia menuruti kemauan sang istri.


"Demi reuni, mas boleh cukur brewok mas sampai bersih. Biar ganteng."


"Seriusan?" tanya Marvel tidak percaya.


"Serius. Biar suaminya Kiran tambah ganteng!"


"Dulu aja suka banget ngatain mas," gurau Marvel.


"Suka banget deh mengingat masa lalu ku. Ya, tapi emang kenyataan sih. Aku dulu benci sama mas, geli banget kalau lihat mas. Eh malah tiba-tiba menikah terus akunya di paksa....!" Kiran tidak melanjutkan ucapannya.


"Paksa apa?"


"Ya di paksa anu,...!"


"Ya anu, anunya nganu.....!"


"Tapi kamu kok gak nolak?, malah ketagihan!" goda Marvel membuat Kiran malu.


"Iih,...apa sih mas. Godain aku terus gak ada jatah loh malam ini," ancam Kiran.


"Jangan dong sayang. Mas kan harus rutin menjenguk anak kita di dalam!"


"Ada-ada aja yang di bahas!" Seru Kiran lalu bergeleng kepala.


"Haduuuh,........kalau lihat kalian berdua ini mamah jadi pengen nikah lagi," ucap Dona yang iri melihat kemesraan anak-anaknya.


"Boleh tu mah. Mamah nikah lagi dan buatkan mas Marvel adik," sahut Kiran.


"Gak,...gak ada. Umur mas kurang sedikit tiga puluh lima tahun masa iya punya adik bayi. Gak, mamah gak boleh nikah lagi. Ini juga sebentar lagi bayinya otw keluar!"


"Ya beda dong Vel. Mamah kalau lihat Kiran hamil jadi pengen!"


"Mah, udah tua juga. Mamah mau kualat sama papah?"


"Hidiih,...apa hubungannya sama papah kamu?"


"Iya, mas Marvel aneh deh. Mamah juga butuh teman hidup kali," timpal Kiran.


Marvel bangkit dari duduknya lalu berkata sebelum pergi, "kalian berdua ini sama saja. Menyebalkan!"


Mamah Dona dan Kiran saling pandang lalu tertawa.


"Marvel persis papahnya. Mereka akan memanjakan orang yang mereka sayang," ujar Dona yang tiba-tiba teringat dengan almarhum suaminya.


"Suka memaksa juga sih mah!" Seru Kiran.


"Kalau itu mah jangan di tanya. Bener banget tuh!"


"Tapi aku sayang loh mah sama mas Marvel," ucap Kiran terang-terangan.


"Kiran, mamah boleh tanya sesuatu gak?, mamah penasaran nih."


"Tanya apa mah?"


"Enak daun muda apa daun tua?" Dona bertanya dengan mengecilkan volume suaranya.


"Kalau daun muda Kiran belum nyobain mah. Kalau daun tua seperti mas Marvel, beeeh sedap. Apa perlu Kiran mencoba daun muda mah?"


"Eeeeh,....aduuh....jangan sayang. Udah sama daun tua aja. Daun muda gak enak, lembek!" Ujar Dona yang panik mendengar ucapan Kiran.