Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 77


Gaun berwarna hitam melekat di tubuh Kiran dengan sangat indah. Rambut panjangnya di biarkan tergerai rapi di tambah riasan tipis di wajahnya. Meskipun perutnya membulat, tapi tidak mengurangi kecantikan Kiran.


Begitu juga dengan Marvel yang mengenakan jas yang berwarna senada dengan gaun sang istri.


"Cantiknya istri Marvel. Duh, ini perutnya kok bulat, korban siapa nih?" Canda Marvel sambil mengelus perut sang istri. .


"Korban om bewok," jawab Kiran dengan suara seperti anak kecil.


"Ayo berangkat sayang. Mas gak sabar mau lihat ekspresi si Hama," ajak Marvel yang tak sabaran.


"Gama, bukan Hama!"


"Tapi dia hama dalam rumah tangga kita!"


"Iya juga sih!"


Marvel dan Kiran kemudian berangkat ke tempat acara reuni berlangsung. Marvel mengemudi dengan santai, ia tidak mau membuat istrinya kurang merasa nyaman.


"Yang mas lihat, Gama itu hanya terobsesi pada mu saja." Marvel membuka pembicaraan.


"Tapi kami berteman sejak kecil mas."


"Justru kalian berteman sejak kecil itu membuat Gama merasa jika kamu itu adalah miliknya. Nyatanya, dia melarang mu untuk berteman dengan siapapun."


"Iya sih. Masa iya itu bisa di sebut obsesi mas?"


"Apa kau pernah pacaran di zaman kau sekolah dulu?" tanya Marvel tapi Kiran hanya bergeleng kepala, "tipe seperti Gama itu tidak akan membiarkan kamu dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Dia beranggapan jika kau hanya miliknya dan hanya dia yang berhak mengatur mu!"


Kiran terdiam sejenak, ada benarnya juga yang di katakan Marvel. Jangankan teman laki-laki, teman perempuan pun Kiran tidak terima.


Tak berapa lama mereka tiba di tempat acara reuni. Ramai sekali angkatan Kiran yang baru lulus dua tahun lalu.


Saat Kiran dan Marvel masuk kedalam gedung, mereka berdua langsung menjadi sorotan para teman-teman sekolah Kiran.


"Kamu sedang hamil Kiran?" tanya salah seorang teman satu kelas Kiran.


"Iya, dua bulan lagi aku akan melahirkan." Jawab Kiran.


"Eh, ini suami kamu Kiran?" tanyanya lagi.


"Iya. Kenapa?" Kiran balik bertanya.


"Hidiiih,...masa sih?" Teman Kiran yang lain tidak percaya.


"Tua banget! Kok kamu mau sama dia?"


"Eh, tapi ganteng loh!" ucap salah seorang teman Kiran yang lain.


"Mau tua mau muda, kenapa memangnya?" tanya Kiran kesal.


"Ya gak apa-apa. Tapi, apa nyambung kalau di ajak jalan, mengobrol?"


"Tapi suami Kiran terlihat seperti orang kaya," ucap teman Kiran.


"Suami ku memang kaya. Makanya aku mau sama dia. Jika dia miskin mana mau aku sama dia," ucap Kiran membuat Marvel menahan tawanya, "lagian ya, suami yang lebih dewasa dari kita itu hebat loh. Tebal di dompet, pandai pula bergoyang!"


"Ku pikir kau akan menikah dengan Gama. Secara kalian lengket tidak terpisahkan!"


Mendengar nama Gama, ekspresi wajah Marvel berubah dingin.


"Iya. Kami pikir kau akan menikah dengan Gama."


"Hai,...sepertinya aku ingat suami mu ini Kiran," ucap salah seorang teman Kiran yang baru saja ikut bergabung, "bukankah dia om-om yang suka menunggu mu di depan sekolah kita?"


"Heeem,....iya. Kenapa memangnya?" tanya Kiran yang sama sekali tidak terkejut mendengar pertanyaan seperti itu.


"Sayang. Kau sudah terlalu lama berdiri. Ayo duduk di sana," ajak Marvel yang mencoba membubarkan obrolan tidak penting itu.


Kiran menurut dengan suaminya, mereka duduk di meja tengah sambil menikmati acara yang sengaja di selenggarakan pihak sekolah di salah satu gedung.


Bagaimana dengan Gama, pria tersebut duduk sedikit jauh dari meja Kiran. Pandangan terus melihat ke arah Kiran dan Marvel yang tampak mesra dan serasi.


Hati Gama benar-benar panas. Sampai detik ini ia belum terima jika Kiran sudah menikah dengan laki-laki lain dan mengacuhkan dirinya.